Postingan

Yang Telah Lama Tak Menulis

Menulis adalah menguak butir-butir ide yang mengendap dalam pikiran. Dalam kapasitasnya sebagai penopang kemakmuran peradaban manusia, tulisan berfungsi mengabadikan narasi sejarah. Ide-ide yang diaktualisasikan menjadi produk matang yang siap dikonsumsi publik menjadikan mereka yang memilih takdir hidup sebagai pegiat aksara mendapat sorot perhatian lebih dibanding yang lain. Untuk itu maka kemudian Imam Ghazali berujar, "Jika kau bukan anak seorang syaikh atau pedagang, maka menulislah!"Anak seorang syaikh dikenal karena kesohoran ayahnya sebagai penebar ilmu. Anak pedagang dihormati karena kemumpunian ayahnya sebagai pengumpul pundi kekayaan. Penulis dikenal karena ketajaman bahasa berkomunikasinya lewat gurat tulisan. Penulis dicintai karena ia hidup lebih kama dibanding tipe manusia lain. Pram berujar, "menulis adalah bekerja untuk keabadian."Cendekiawan Timur berfilsafat, "tubuh manusia musnah dilumat rayap sedang karya-karya mereka terus dikaji sepanjan…

HNJ LAUNDRY

HNJ LAUNDRY
Berita Gembira Tiba!!!

Buat kaum ibu dan bapak sekalian yang ingin menggunakan jasa laundry tapi jauh lokasinya, jangan cemas!  Kini telah hadir di tengah2 warga sekalian gerai laundry yang cihuy nih...!

YAPS!
HNJ LAUNDRY Telah hadir di tengah2 kita! 

Bertempat di rt 003 rw 03, tepatnya di samping warkop dekat masjid Nurul Islam, HNJ Laundry hadir untuk melayani jasa:

 Cuci Komplit (6.000/kg)
 Cuci Lipat/Setrika Lipat (4.000/kg)
 Paket Hemat Max 20 kg (115.000)
 Paket kilat 5 jam (12.000/kg)
 One day one service (9.000/kg)

Yuk!  Tunggu apalagi, langsung sikat aja dahhh!!!    
Cp : 089630114212

Anak Muda

Anak muda seharusnya memberontak dan menggugat. Jika dia masih sudi untuk dicucuk hidungnya, oleh orang yang menganggap seakan dirinya belum dewasa dan butuh dituntun, maka seolah2 ia telah dikebiri saat ia belum sempat menikmati manisnya pernikahan! Kendala ekonomi yang  masih pas-pasan, sebenarnya tidak ada apa-apanya dibanding kepuasan yang didapat saat menumpahkan jiwa muda. Masa muda bisa dinikmati tanpa ada uang yang melimpah! Masa muda bukan soal bagaimana meraih uang sebanyak-banyaknya, tapi soal seberapa maksimal kita menjiwai masa keemasan yang hanya datang sekali seumur hidup ini! Masa muda adalah masa yang berapi -api, tak sepatutnya ia diredam atau disekap. Tabik,

Dawuh Hasan al-Bashri dan Ibnul Qoyyim di Telegram

Dalam suatu kesempatan, Imam Hasan al-bashri, ulama islam kenamaan, berkata : قال الحسن البصري رحمه الله🔹اثنان لا يصطحبان أبداً : القناعَةُ والحسَدُ ، واثنانِ لا يفترقان أبداً : الحِرصُ والحسَدُ .              ┉┅━❀🍃🌸🍃❀━┅┉Dua hal yang tak akan berkumpul menjadi sahabat selamanya : Sifat Qona'ah (menerima dan bersyukur atas pemberian Allah padanya)  dan Sifat Hasad (dengki pada orang lain). Dan dua hal yang tak akan berpisah selamanya : sifat tamak dan perasaan dengki. Dalam kesempatan lain, Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah, ulama besar islam, berkata dalam kitab ad-da' wa ad-dawa' (penyakit dan penawarnya) : - قَالَ ابنُ القَيِّم - رَحِمَهُ اللَّـهُ - « والعَبدُ إن غَيَّرَ المَعصِيَةَ بالطَّاعَةِ ،غَيَّرَ اللَّـهُ عَلَيهِ العُقوبَةَ بالعَافِيَةِ والذُّلَ بالعزِّ ».📚 [ الدَّاءُ وَالدَّوَاء || ١ / ٧٤ ]


Dan seorang hamba, jika ia mengubah kebiasaan maksiatnya menjadi ketaatan kepada Allah, maka akan Allah sulap segala hukuman yang harusnya ia terima menjadi kemaafan dari-…

Jadilah Sang Pelopor!

Gambar
Bob Sadino berkata, "Jadilah pelopor, pencetus suatu inovasi cemerlang,  atau yang terbaik dari bidang yang kau tekuni, atau kalau tidak, berbedalah dengan orang banyak!  Dengan demikian kau akan menuai kesuksesan."
Apa yang diungkapkan oleh Bob Sadino di atas ada benarnya. 
Pertama. Pelopor unggul karena ia sukses mencari ruang kosong peradaban dan sanggup mengisinya dengan lompatan2 cerdas dan bermanfaat buat orang banyak.
Nabi Muhammad Saw, sosok tauladan kita, bisa dikatakan sebagai sang pelopor, selain bisa juga jika dikatakan yang terbaik dalam bidang kenabian dan kerasulan, atau yang paling berbeda di kaumnya yang penuh dengan kelaliman. 
Nabi Muhammad Saw adalah pelopor kebaikan di tanah Arab. Setelah pembawa wahyu terakhir, Nabi Isa, wafat, semenjak itu kebaikan yang dibawanya kian lama kian meredup. Nabi Muhammad menyalakan api yang padam. 
Apakah Nabi Muhammad hanya mengekori utusan sebelumnya? Dalam banyak teks kita temukan beliau diutus, salah satunya, untuk me…

Sekelumit Tentang Muqaddimah Ibnu Khaldun

Muqaddimah Ibnu Khaldun adalah sebuah muqaddimah dari sebuah kitab tebal berkisar 14 jilid yang mempunyai nama lengkap Kitab al-I’bar wa Dhuan al-Mubtada’ wa al-Khabar fi Ayyam al-‘Arab wa al-‘Ajam wa al-Barbar wa man ‘Asharahiim min Dzawi al-Suthan al-Akbar.

Kitab ini ditulis oleh seorang sosiolog Islam terkemuka yang bernama Ibnu Khaldun, didalamnya diungkapkan sebuah auto-kritik beliau terhadap banyak sejarawan yang mulai tidak mengindahkan pertanggunjawaban keilmiahannya dalam penuturan sebuah sejarah.

Adalah Imam Ath-Thobari , seorang faqih, mufassir, muhaddits dan seorang sejarawan yang amat dibanggakan. Dalam metode penuturan sejarahnya beliau amat berkomitmen dalam menjaga amanah ke-ilmiah-annya selaku sejarawan, hal itu dibuktikan dengan metode yang beliau pakai yaitu Jam’u Riwayah (mengumpulkan riwayat) sebuah cerita, hal ini adalah bias dari sistem penuturan riwayat dalam sebuah hadits yang disebut dengan Sanad. Dan hal inilah kemudian yang membuat Ibnu Khaldun amat bangga…

Tahun Baru dan Kemubaziran Raksasa

Tahun baru tiba, langit gempita oleh kembang api yang menyala. Tenggat perbedaan para ahli agama dan ilmu lainnya yang bersatu-padu meramaikan jagat Maya telah usai sudah. Pro-kontra apakah tahun baru legal dilakukan menurut agama atau diharamkan sudah habis masa mainnya. Sekarang tinggal pertanyaan mendasar yang perlu saya lontarkan disini. Terlepas dari apakah pandangan agama soal ini saya ingin bertanya lewat standar etika dan nurani kemanusiaan. Mengenai budaya menghamburkan Harta yang berbentuk kembang api, dan dilaksanakan setiap pergantian tahun dengan biaya yang tak murah, sementara masyarakat miskin malah makin menjamur minta untuk disantuni, kira2 etiskah? Untuk yang sering menyoroti masalah kemanusiaan, etika keadaban, serta menurut pejuang ketertindasan, apakah hal semacam nikmat untuk dipandang? Apalagi menimbang masih terbengkalainya nasib saudara kita di Palestina sana yang terpapar nasibnya di laras senapan penjajah, kira2 bagaimanakah...? 

Google + Follower's