@1 Gerimis Pagi



Bulir hujan lebat sekali menghantam bumi. Gelegar petir terdengar saling menyahut di kejauhan. Dan kau yang jelita masih tertegun seorang diri menyaksikan langit yang berakar di kumparan awan hitam yang kian mencekam.
“hei sayang, sedang apa kau sendirian?” sapaku kepadanya, sejurus ia agak terperanjat mendapati kehadiranku.
“eh, mario! Sudah selesai sembahyangnya? Oh iya, tadi karibmu di kantor mas subroto menyuruhmu agar kau datang ke rumahnya setelah maghrib, soal bisnis katanya”
Aku mendengus pelan, bahagia. Mas Subroto pasti ingin membicarakn masalah pembangunan masjid 

Komentar

Google + Follower's