@14 Diam Yang penuh Hikmah


Pernahkah kita merasa bosan ketika mulut ini serasa tidak pernah berhenti untuk berceloteh tanpa tujuan dan arah yang jelas, bicara ngalor-ngidul ­gak ketulungan sehingga hal tersebut malah membuat jiwa kian resah dan risuh.
            “Diam adalah hikmah” saya pikir merupakan kutipan yang tepat untuk menjawab permasalahan diatas, ditinjau dari segimanapun, diam merupakan hal yang paling ampuh untuk menentramkan hati kita. Walau keadaan memaksa kita untuk berbicara, berbicaralah yang baik dan teratur, jangan sampai over melego kata-kata, apalagi sampai menjurus pada hal yang negatif, menyeret kita hingga ke liang maksiat seperti membicarakan aib orang (Ghibah ) yang kini tren dengan istilah gosip... padahal perbuatan tersebut jauh bertolak belakanag dari apa yang diperintahkan Allah kepada kita untuk berkata yang manis dan indah tutur kalimatnya, membicarakan kejelekan orang seumpama orang memakan daging saudaranya, so, kalau kita bersama melakukanya seakan-akan kita sedang menghelat perjamuan besar di suatu pesta dengan menu utama “Daging Manusia” ya, daging kenyal milik saudara kita... wawaww...
            Bukan hanya Allah (Sang Pemilik Undang-Undang Kehidupan) saja yang mengungkapkan fakta kausalitas (sebab-akibat) tersebut, dengan sangat gamblang pula Rasulullah Saw. bersabda : “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir (Kiamat, yang selama ini kita takuti...), maka berkatalah yang baik-baik...! atau diam...!” disini hanya ada 2 pilihan; bertutur yang manis-manis atau DIAM. Silahkan pilih sesuai kehendak kalian (yang mana saja pastilah berbuah kebaikan) jangan pernah membuat kebijakan memasukkan kunci jawaban ke-3!!!
            So, mulailah hari kita selanjutnya dengan menjadikan iman sebagai penghias hati kita yaitu dengan pengimplementasian berupa perkataan yang indah dan sejuk didengar atau pilihan alternatif : DIAM...!!! (camkan jangan sekali-kali mencoba untuk mencicipi daging saudaranya...!)
           .

Komentar

Google + Follower's