@32 Hal Yang Terlupakan




H
ari ini, ketika pagi mekar di pelupuk mata, kau datang lagi dengan senyuman yang mempesona
menjajakan beribu kembang yang harumnya semerbak meruap di ujung hidung mancungku ini.

Seringai tulus di wajah lugumu memberikan sinyal keabadian bahwa kita haruslah tetap bersama
menyusuri gonjang-ganjing aral yang melintang di hadapan kita.

Sapaan merdumu bangkitkan kembali aura tubuh ini, semua alunan katamu terdengar syahdu dan berkelindan lincah di seluruh denyut nadiku.

Hei, wahai yang memberikan warna dan warni dalam hidup ini...!
berikan segala apa yang ku lapar-hauskan darimu
serahkan semua siapa yang kucari-kukejar dalam hidup ini
ya, pastikan dirimu terpeluk kuat dalam rengkuhan tubuhku.

Walau jarak terus melebar di antara kita, jangan biarkan hujan atau petir bahkan kerasnya badai menghalangi seluruh frekuensi cinta kita, usahlah terik matahari dan gulitanya malam menjadi sahabat terbaik kita, jadikan topan dan tornado menjelma suatu yang merekatkan cinta kita.

Jangan, jangan kau lupakan ribuan syair yang dulu kita dendangkan bersama, ratusan janji yang dulu kita lontarkan bersama, dan jutaan gelak tawa yang dulu kita kumpulkan bersama terbuang ditelan zaman begitu saja, terhempas samudra yang ganas beribu nian.

Jangan, Jangan, Jangan kau lupakan sesuatu yang seharusnya memang terlupakan.

Komentar

Google + Follower's