@31 Membaca dan Buang Air

Assalamu 'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh...

Dunia membaca adalah arena yang tak bertepi. Semua orang yang terlibat di dalamnya pasti akan merasakan siluet cahaya kehidupan yang terang benderang, yang kelak akan menjadi pelita di gelapnya kehidupan. Tapi, tentunya si objek (buku) pun harus berkualitas pula, berfaedah plus tidak menyesatkan sang pembaca. 
Dengan membaca kita diajak menuju jalan yang sungguh berupa-rupa macamnya, ada yang ke utara-timur-selatan-barat, dan masih banyak lagi, yang tentunya semua itu akan menghantarkan kita kepada tujuannya masing-masing.
Perintah Allah agar kita membaca adalah wahyu pertama yang diturunkan kepada baginda Muhammad Saw. melalui Jibril As. hal ini setidaknya mendoktrin kepada kita bahwa membaca (Qiro'ah) merupakan langkah yang bijaksana dalam kehidupan kita.
Hasil dan buah jerih payah itu pin bisa kita ukur dengan sebuah Hadits yang Rasulullah sampaikan kepada kita "Barang siapa bertambah ilmunya, namun tidak bertambah hidayahnya (kedekatan dia kepada Ilahi), maka tiadalah ia bertamba apapun kepada Allah kecuali kejauhan".
Bacaan tentang dunia setidaknya penting juga untuk kita konsumsi, karena pada relitanya kita pun harus memahami cara kerja manusia di muka bumi ini bersosial terhadap sesamanya, ya tapi tentunya hal tersebut harus berbarengan dengan ajaran yang bersifat Ukhrawi pula, agar jalan yang kita susuri ini tidak kunjung melenceng dan akan terus senantiasa ada petunjuk yang nyata di benak kita (itulah Islam).
Marilah kita terapkan dalam hidup kita sehari-hari dengan banyak-banyak membaca, sekaligus menulis, karena pada suatu kesempatan kakak kelas saya pernah berujar "Orang yang membaca itu ibarat orang makan, maka menulis adalah buang airnya (hasil murninya), jadi, jikalau kita menemukan seorang yang tergolong kutu buku namun ia jarang menulis,,,, tanyakan padanya apakah ia kuat menahan sesuatu yang seharusnya keluar dari dalam dirinya..?

Komentar

Google + Follower's