@48 Kau . . .

Hah, kenangan itu bagai peluru saja, menembak telak sasaran di depannya
ya, secara mengejutkan ia tiba dengan seribu janji dan harapan terjaja kepadaku
sesumbar senyum dan kerlipan matanya sigap memasuki inti jiwa
lesung pipinya sanggup menyibak raksasa di hadapanku, melibas predator yang menghadang.

Hah, kisah "cinta-monyet" itu telah kembali bersinggah ke pangkuan, seribu harapan membentang
hujan madu yang sempat terhenti, kembali mengucur kian deras . . . sungguh manis . . . ! !
kalau ada lentera yang menyinari hidupku, kaulah orangnya . . . 
jika ada cahaya yang menumpas segala kegulitaan, kaulah mentarinya . . .

Hah, entah siapa yang mengatur semua, syukur teramat tersimbah ke Zat Maha Pengatur
selaksa bah yang menerjang perkampungan, namun bah itu berupa nikmat tak terbilang
seperti letusan induk Krakatau, tapi larva itu adalah harta berharga yang tengah berkilau
atau bahkan bak tsunami besar, tapi gulungan itu ialah rahmat bagi jiwa, semua kuyup tertimpa

Hah, itu semua mungkin bernama "Cinta", hal yang menghidupkan sekaligus mematikan . . . !
Cinta yang katanya laksana bebungaan tengah semerbak di tengah kota, harum semerbak . . . !
Cinta yang konon sumber inspirasi mahakarya seniman di dunia, mempesona . . . !
Cinta yang dayanya membuat kita semua tersengat sampai tak berdaya, namun nikmat . . . !

Komentar

Google + Follower's