@47 Kupu-Kupu Surga Itu Datang Lagi . . .

Sebuah siluet yang tak diundang akhirnya rebah jua ke pangkuan ini, disaat segala gundah bersatu untuk tumbangkan hati rapuh ini, ia tiba dengan menawarklan sejuta kembang api penerang kelamnya perasaan ini.

Hei, itukah yang namanya"cinta" sebuah rasa yang getarannya begitu dalam melesak ke palung jiwa, sebuah ungkapan yang begitu dalam arti dan maknanya, atau mungkin sebuah tebing yang tingginya sampai menjilati langit ke tujuh sehingga walaupun kita berdiri di atasnya akan tampak segala rupa dalam pandangan.

wwwhhuuuaaww...... sungguh sebuah sentakan yang amat menggetarkan jiwa. Tentunya ia datang dengan menjajakan jutaan kenangan dan nostalgia yang amat menguasai hati selama ini, ia tiba laksana oase di padang sabana yang menjanjikan seorang musafir melepaskan penat dahaganya, ia melesat membawa perasaan ini ke negeri antah berantah laksana surga Ilahi.

Sungguh jika tulisan ini terkesan agak berantakan, yakinilah ini semua murni mengalir dari telaga kata-kataku, semuanya tumpah-ruah laksana tanggul raksasa jebol dan melahirkan bah yang begitu menghanyutkan. Kisah lama itu berputar kembali menyeruak hati, lalu menyibak gumpalan peristiwa yang tak perlu diingat lagi, bahkan sampai ke titik inti tampat berpagut segala fenomena dan peristiwa.

Masih riuh terdengar gemuruh hujan madu saat itu, saat kami berdua bersama merajut sulaman cinta, saat kami tengah terperangkap dalam cerita "cinta-monyet", saat kami masih saling tersipu telpon-sms-satu sama lain, seluruhnya sudah barang tentu kembali menduduki singgasana perasaan kami. Terbuai dalam kenikmatan ini sungguh memiliki makna tersendiri, melanjutkan kembali ribuan langkah yang sempat terhenti, melangsungkan lagi kehidupan yang bertebaran aroma surgawi.

Bagaimana tidak, ketika kedatangannya saya sebut-sebut sebagai harapan baru, janji baru yang akan menemani potongan kehidupan saya selanjutnya..

Kupu-kupu surga itu telah banyak membuat perubahan yang begitu besar dalam sektor kepribadian saya, kalau ada pepatah yang mengatakan "tinggalkan cinta demi cita-cita, raih cita-cita demi cinta", maka benar adanya jikalau saya dibilang mempraktikulasikan metode tersebut, bahkan dalam hal inipun saya dengan berani mengemukakan sebuah komitmen yang bunyinya begini "ketika berbagai metode dan rumus tidak berhasil menjadikan ilmu yang kita pelajari masuk ke otak, maka gunakanlah cinta dan perasaanmu sebagai alat untuk menjadikan pelajaran itu melesat masuk bukan hanya ke otak, bahkan hingga menembus ke palung jiwa"

Akhirnya, saya bukanlah Andrea Hirata yang pintar merangkai kata, atau Tere liye yang pandai merajut kisah di atas kertas, atau mungkin juga bukanlah J.K Rowling yang berhasil membius dunia dengan sihir harry potternya, saya hanyalah seorang blogger pemula yang sedang berbagi rasa, jadi jangan sungkan memberi masukan dan saran disini...

Komentar

Posting Komentar

Google + Follower's