@66 Keberagaman Rasa Dalam Hidup



Hidup memang tak selalu menentu, terkadang kita merasa lapang dada namun di lain masa bisa saja kita berubah menjadi sesak dada, terkadang kita menjadi orang yang amat optimis dalam menyongsong masa depan, namun di lain kesempatan kita bisa  saja menjadi pribadi yang sangat pesimis dan tidak yakin dengan apa ya g namanya masa depan. Jika perputaran hidup laksana roda, yang kadang nasib kita bisa saja diatas, namun suatu saat akan tertindas, itu benar adanya! Yah memang tanpa ada sebuah kesadaran yang mendalam kita tak mampu menangkap segala hal yang tersirat dalam fenomena ini, realita yang mengedepankan teori bahwa kebahagiaan dan kekecewaan adalah satu sejoli yang rumit dipisahkan satu sama lain, kejayaan dan kemunduran dalam hidup ini pun saya rasa bak speasang kekasih yang tak akan pernah berpisah selamanya.

Namun diantara keduanya, yang rupanya sering menggelayuti pikiran kita saat ini adalah bagaimana caranya meminimalisir penyakit tak PD akan masa depan ini menyebar kepada lingkungan keseharian kita, berusaha semaksimalkan mungkin mencarikan jalan keluar dari masalah ini. Saya berkata demikian karena saya sering tertimpa dan mengidap penyakit jenis itu, merasa tidak semangat dalam menjalankan hidup, merasa tersingkirkan, tidak berguna dan lain sebagainya. Sampai saat ini pun saya masih mencari solusi dan triks bagaimana cara mencegah perasaan itu datang kembali, yah walaupun perasaan itu ada jam kunjung wajibnya kepada setiap insan, tapi bagaimana sekiranya penyakit tak terlalu membekas di dalam hati, jangan sampai terlalu dalam menjejakkan kaki di jiwa, sampai-sampai perasaan itu makin betah dan ingin berlama-lama di dalam perasaan, malah membuat pernyataan yang lantang dan tegas bahwa saya memang pantas mendapatkan hal demikian, Tidak, Tidak, Tidak!

Diantara salah satu kebiasaan buruk saya adalah yaitu terlalu sering menganggap rendah semua yang ada di samping saya, sulit serius ketika menghadapai suatu masalah, merasa pintar dalam berbuat tanpa diseimbangi dengan tindakan yang reel(nyata), dan lantaran saya sering mengosongkan diri dari kesibukkan sehari-sehari. Nah rupanya hal ini saya sadari yang akan menjadi penyakit berbahaya di kemudian hari, dari perasaan yang tidak pantas itu akan meranggas kemana-kemana dan melahirkan anak gagasan yang kelak akan menjatuhkan saya jua. Biarlah, walau tulisan ini saya simpan ditempat dimana seluruh dunia bisa membacanya, saya tidak akan menelan ludah yang terlanjut saya lontarkan (menghapus dan me-remove tulisan ini), semoga saja justru dengan ini, dengan pernyataan betapa buruknya reputasi saya selama ini yang kemudian saya utarakan di atas lembar elekteonik ini malah saya akan tergerak untuk bergegas merubah diri, apalagi jika sampai ada orang yang tak sengaja berlalu-lalang di dunia google dan nyasar ke privat blog ini, lantas kemudian memberikan masukkan lewat komentar dan kontak lain malah saya akan merasa lebih senang lagi.

Tulisan ini memang bersifat sangat pribadi, menyangkut harga diri yang dipertaruhkan lewat ratusan aksara, tapi setidaknya kawan, jika kau lihat dari cara saya bertutur dan berkata lewat tulisan ini, sadarilah saya mengungkapkan semua ini  hanya untuk sebuah perubahan!

Akhir kata, selamat menyambut hari-hari cerah kedepan, jangan pernah kau pusingkan semua hal yang malah akan membuat kau sengsara, ingatlah kita semua pantas dan berhak menentang dengan tegas terhadap siapa dan apapun yang berusaha mengusik sungging senyum yang menempel di wajah kita, jangan pernah biarkan badai dan duri beranggapan bahwa kita merupakan korban yang tak leluasa melawan dan menentang!!!

Google + Follower's