@59 Lisan

Lisan. Hampir semua orang mengetahui betapa pentingnya sebuah lisan dalam kehidupan bersosial kita, sebuah sarana untuk bertukar informasi dan kabar berita antar sesama, sebuah alat untuk memudahkan kita berinteraksi antara sesama makhluk hidup. Namun, diluar itu semua rupanya banyak bahaya dan resiko yang mengancam jikalau kita tidak berpandai-pandai menjaga lisan kita, jikalau kita mengabaikan nafsu setani kita memegang kendali organ tak bertulang yang satu ini. Berikut akan saya jabarkan ungkapan bunga rampai ataupun beberapa pepatah arab yang  yang menyinggung tentang bahaya lisan:


keselamatan seseorang ada dalam penjagaan lisannya. Ungkapan yang begitu bijak ini menyimpan arti yang dalam untuk kita renungkan. Sebaiknya kita merenung lebih lama jika hendak melontarkan sebuah pembicaraan kepada orang lain walau sekata, perhatikanlah baik-buruk bentuknya, timbang dan pikirkan apa yang harus kau bicarakan, jangan sampai karena kita tidak memberi penilaian terhadap pembicaraan kita terlebih dahulu malah terjadi sebuah kerisuhan dan kesalahpahaman antar kedua pihak, ingat, orang yang terkena imbas serpihan kata-kata penghinaan terkadang lebih menyakitkan dari pada sebuah goresan pedang yang melukai tubuh. Sekali lagi, keselamatan seseorang terletak pada bagaimana caranya ia memilih kata dalam pembicaraannya dan memilah kalimat yang pantas dilontarkan kepada lawan bicaranya.

Seringkali perkataan itu lebih tajam daripada mata pisau. Ya memang, saya kira kalian semua pernah merasakan efek negatif penbicaraan orang kepada kita, biasanya itu berupa penghinaan yang amat kejam, atau mungkin bisa berupa paduan dari pandangan sebelah mata mereka kepada kita dengan kata-kata yang hendak dilontarkan kepada kita, yang jelas semua tindakkan mereka itu menjadikan kata-kata bukan hanya berwujud huruf dan aksara, melainkan telah bertransformasi menjadi sebuah tombak yang tajamnya melebihi mata pisau sekalipun, dan ironisnya, tombak tajam itu melesakkan dirinnya ke ulam jantung kita, tepat mengenai organ perasa manusia yaitu hati, membuat kita merasa sesak dan teramat miris dengan kehadirannya. Aduhai, betapa hebatnya ketika kata sudah berubah makna!




Perkataan itu bisa menembus apa yang tak bisa ditembus oleh jarum. Lanjutan dari pembahasan sebelumnya, ya itulah efek dari sebuah kata. Ia bisa menembus apa yang tak bisa diterobos oleh sebuah jarum, alat menjahit yang tajam dan mengerikan (kalau dicolek ke kulit). Terlepas dari topik, juga banyak perkataan yang baik dan menyejukkan mampu menembus ke hati manusia, menjadikan hati tersanjung dengan rayuan serta pujian adalah contoh kongkritnya. Menghadapi realita bahwa kata mampu melesat hingga ke jiwa kita, maka alangkah bagusnya jika kita telah menyiapkan beberapa persiapan untuk menghalaunya, siapkan tameng dan segala atribut yang diperlukan untuk menepis datangnya tombak karat dan tajam barusan, caranya dengan melatih diri agar tidak terbawa emosi ketika ada orang yang melemparkan caci-maki kepada kita, melatih diri agar tidak mudah terpengaruh dengan kata-kata busuk seseorang kepada kita. Sabar dan pura-pura tidak mendengar perkataan mereka adalah langkah yang efektif untuk menepis tombak musuh, di tambah perasaan seakan-akan mereka tak berbicara kepada kita. Rasain lo!


Saya pikir setiap orang pasti memiliki harimau yang harus dipelihara baik-baik, karena karena kalau tidak, bersiaplah mendapat ‘senjata makan tuan’, dimana semua apa yang kita keluarkan untuk orang lain pasti akan berbalik melakukan resonansi pantul kepada kita, jika kita mau menjadi pribadi yang mulia dan familiar di mata manusia berkatalah yang baik-baik dan penuh perasaan, bukankah seperti itu seharusnya kita hidup di dunia ini  . . . ? dan jangan sampai terkejut ataupun kaget ketika kau tidak berhias diri dalam berkata, ngomong seenaknya tanpa perlu melihat kondisi perasaan seseorang, jika suatu saat kau akan mendapat ganjaran yang setimpal, menuai hasil buah yang selama ini kau tanam lewat perkataan ‘Harimau’-mu . . . 

Google + Follower's