@58 Obat Hati


Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS: Isra':82)”

Sudah tidak diragukan lagi, berapa banyak kebaikan yang terkandung dalam Qur’an itu sendiri, semua tergapai olehnya, meliputi berbagai aspek sosial sampai maslah kebatinan, Al-Qur’an datang sebagai As-Syifa’ (Pernyembuh) kehampaan jiwa dan batin manusia. Selain berpahala dan membuat hati kita tenteram, Al-Qur’an juga berfungsi sebagai obat hati seperti yang dilantunkan dalam lagu Opick tersebut, mengobati kemarau yang menguasai hati kita dengan curahan hujan yang menyejukkan hati.


Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS: Isra':79)

Mengisi waktu malam dengan Tahajjud (shalat malam) juga bisa menjadi obat bagi kekerontangan yang melanda jiwa kita, menjadi penawar dari segala racun yang mematikan hati kita. Momen dimana kita bisa menatap langsung Allah SWT. dengan penuh kekhusyu’an dan khidmat, mengadu kepada-Nya tentang masalah yang mendera kita selama ini, menangis meminta iba ke haribaan-Nya, mengakui kelemahan dan kekotoran kita sebagai hamba-Nya yang gemar melakukan dosa dan maksiat. Ya Allah, ampunkan hamba dan seluruh umat muslimin seluruhnya . . . .


“Demi masa, sesungguhnya manusia kerugian, melainkan mereka yang beriman dan berbuat amal saleh serta saling menasehati dengan kebenaran dan kesabaran (QS:Al-'Ashr:1-3) ”

Sudah barang tentu jika kita bergaul dengan tukang penjual parfum, kalaupun kita tidak diberinya parfum tersebut, kita masih mendapat cipratan wewangiannya sehingga membuat kita menjadi harum pula. Dan pula sebaliknya, jika kita bergaul dengan seorang pandai besi, sekalipun kita tidak terkenal jilatan bunga apinya, kita tetap akan terkena bau gosong asapnya sehingga membuat kita ikut terbawa kepada hal yang beraroma demikian.

Sebuah perkumpulan yang bukan hanya bisa membuat kita menjadi orang soleh pula, namun hati kita juga senantiasa terobati di saat kita berada bersama manusia yang jelas-jelas jiwanya terlihat amat sehat.


“Puasalah, maka kalian akan sehat (Hadits)”

‘Berpuasa yaitu menahan lapar dan dahaga serta apa-apa yang dapat membatalkan puasa’, itu adalah definisi umum yang sering kita dengar dari guru-guru atau buku pelajaran disekolah kita, sebuah pernyataan yang amat dasar untuk perkara puasa. Namun, ternyata banyak sekali aksi penelitian yang mengabarkan bahwa puasa mengandung berbagai faidah yang baik bagi manusia, dimulai dari masalah kesehatan sehingga kepada masalah kebatinan seseorang yang bisa dipengaruhi oleh puasa itu sendiri.

Puasalah, dimana dengan itu kita bisa merasakan pahitnya hidup sebagai seorang papa, mengunjungi ‘lapar’ yang banyak disenandungkan itulah kunci menuju surga, membiasakan diri untuk mengekang hawa nafsu yang berkembang dalam diri kita.


“Bukankah dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang (QS: Ar-Ra'd:28)”

Wah, untuk yang satu ini tampaknya tidak usah diuraikan lagi manfaat dan kegunaanya dalam kehidupan kita lantaran banyaknya faedah tersebut yang mengisi ruang kosong ilmu kehidupan manusia. Dzikrullah adalah sebuah refleksi yang sangat dianjurkan bagi mereka yang merasa punya penyakit dalam hati maupun jiwanya, merasa kesepian tiada tempat untuk mengadu perihal dukanya di dunia ini, penawar bagi mereka yang terdzolimi dan terintimidasi oleh kedigdayaan kuasa manusia yang berhati setan, menjelma siluet cahaya bagi mereka yang hatinya terlanjur hitam oleh geliat nafsu setannya.

Google + Follower's