@79 Dua Tipe Orang Yang Dibenci


“Dua hal yang dibenci orang; yaitu orang yang berbicara tentang dirinya sendiri dan membicarakan orang lain” (Ulama)

Semua tentunya akan langsung dengan cepat menanggapi apa yang dimaksud dari ungkapan diatas, dan saya rasa kalian semua pernah dan bahkan sampai sekarang masih memiliki teman dengan tipe seperti saya barusan, percayalah saya pun masih juga punya teman dengan seperti itu,  terasa menyakitkan dan sungguh ia adalah sebuah teman!

Berikut akan saya uraikan satu persatu tipe-tipe yang murninya sangat dibenci oleh semua orang, bahkan bagi seorang bijak bestari sekalipun.

Orang Yang Sibuk Berbicara Tentang Dirinya Sendiri

Yah, tentunya tentang kehebatan dan segelintir pengalamannya yang “dirasa” menakjubkan, ia sibuk berbicara dan berkoar tentang ke-jumawa-an dirinya di depan karib maupun kerabatnya, bahkan kepada orang yang baru ia kenal sekalipun mungkin ia akan berkelakuan seperti itu, ini merupakan sebuah tindakan satu pihak, ia tak mengerti benar kenapa ada pembicaraan ringan antar teman, mengapa kita harus melakukan basa-basi guna mempererat dan mencairkan kegalauan dengan teman, itu tiada lain adalah karena kita seharusnya mengerti apa yang mereka mau, sibuk membicarakan dan membantu memecahkan masalah orang lain tentunya akan lebih berguna dariopada sibuk berkoar gak jelas berbicara tentang kualitas dirinya sendiri maupun sering bercuap tak tentu arah mengungkapkan “begini loh saya..!!!”

Silahkan jika anda merasa mempunyai teman dengan genre seperti ini sadarkanlah ia bahwa apa yang ia
perbuat malah nantinya akan mengundang petaka bagi pertemanan itu sendiri, teman akan merasa jenuh
dengan seluruh kata-kata yang akan ia lontarkan.

Orang Yang Sibuk Membicarakan Orang Lain

Berbicara tentang dirinya sendiri dan membicarakan orang lain adalah tipe yang sama-sama bisa membuat
jengkel siapapun, setelah ia dengan fasih menguasai  tipe yang pertama yaitu berbicara tentang dirinya sendiri,
ia malah melengkapinya dengan sambungan yang me-muak-kan! Yaitu ‘’membicarakan orang lain’’, hal ini
tentu menjurus pada cela orang yang ia bicarakan, sibuk mencerca dan memaki siapa dan apa yang tak ia
sukai walau itu benar, sibuk menggunjingi  reputasi orang, mencari cacat yang akan menjadi topik hangat
untuk diperbincangkan. 

Hal ini juga turut mengundang kerisihan bagi seorang kawan dengan tipe barusan, ia
takut dirinyalah nantinya yang akan menjadi ‘bulan-bulanan’ selanjutnya, ia khawatir dirinya akan dijadikan
santapan empuk kala ia mendera sebuah cacat di kemudian hari, hal ini sangat jauh dari kaidah pertemanan
yang sesungguhnya, dimana seharusnya teman itu ada disaat temannya yang lain membutuhkannya,
membantu mengangkut beban yang diderita sahabat terdekat, bukan malah mempersulit!

sekian yang bisa saya sampaikan, semoga ini menjadi teguran bagi siapapun yang terlibat dalam rotasi
masalah sejenis ini, semoga kita semua menemukan makna yang  sesungguhnya tentang arti pertemanan itu
sendiri.

Walau ia tak pernah membantu kita dalam suatu masalah, minimal ia harus mengerti apa yang kita mau!

Karena sejatinya teman kita adalah mereka yang memahami kita…

Komentar

Google + Follower's