@73 Say For Change..!

Apa yang bisa ditulis jika pikiran berhenti berimajinasi. Yah, itulah yang sedang terjadi sekarang dalam pikiranku, ketika seorang teman menyodorkan kepadaku sebuah tawaran untuk menulis di suatu buletin santri, tiba-tiba aku merasa shock, walau tanganku sudah agak licin merosot di ranah blog, tapi untuk masalah seperti ini, masalah menulis tentang hal yang bersifat serius ini membuat saya agak terperanjat juga,!

Bagaimana tidak, wong saya sehari-hari biasa menulis bertemakan curhat dan cerita pribadi, tak peduli seberapa penting resiko pembaca menuntut kadar sebuah tulisan yang saya lahirkan, karena menulis sesuatu tentang diri kita sendiri merupakan suatu pekrjaan yang menuntut adanya keselarasan antar kita dengan sebuah tulisan itu sendiri, itu saja.

 Tapi, menolak tawaran ini sama saja dengan saya membunuh peluang yang ada, menghilangkan dan menghempaskan jauh2 kesempatan yang mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya. Jadi, biarlah waktu yang menjawab. Haha,,, itu adalah jawaban iseng2 aja, bagaimana bisa prinsip yang membuat saya terpuruk di masa lampau itu datang kembali setelah berhasil menjerumuskan kepada keteledoran dalam menjalani hidup, tidak akan!

So, semoga saja datang suatu ide untuk dituliskan di atas kertas. Yah, setelah merenung sekian lama dan penuh kekhidmatan, saya simpulkan saya hanya butuh sebuah ide, ide yang akan membuat tulisan saya tidak bersifat seperti genre ‘curhatan’, yang sekiranya pantas dan enak dibaca untuk seluruh lapisan pembaca, tentunya dengan mengambil pertimbangan bahwa untuk kali ini sebuah resiko kadar tulisan sangat diperlukan, jangan bersikap acuh tak acuh mengabaikan respon penikmat kata, karena sebagaimana kita ketahui, yang mementukan baik-tidaknya sebuah produk perusahaan adalah konsumen!

 Semoga...

Komentar

Google + Follower's