@84 Maraknya Kasus Ke-Jahiliyahan Di Era Modern

Saat ini saya menyaksikan banyak sekali kasus dan masalah yang sangat memalukan khusunya di Indonesia, seperti maraknya kasus kericuhan yang terjadi di sekitar kampus UI pasca penggusuran ruko perdagangan, pertikaian antar pemerintah, saling berebut tahta kepemimpinan, sampai masalah yang sangat lumrah terdengar di media yaitu kasus tindakan asusila.


Sungguh sebuah proses yang mengantarkan negeri kita menuju ambang kehancuran! Bagaimana bisa sebuah bangsa yang didominasi umat islam namun mereka berbuat hal yang jelas-jelas dilarang oleh Islam sendiri, kita kalau seperti ini seakan kembali kepada masa-masa kejahiliyahan bangsa Arab dulu sebelum datang Islam sebagai sarana pencerahan. Dimana setan-setan berkeliaran lalu menyelinap diantara khalayak tanpa kita mengetahui hakikat dan trik-trik busuknya dalam mengelabuhi umat manusia.

Sungguh! Sendainya seluruh dunia berbuat maksiat pun, Tahta dan Keagungan Allah tak akan lengser sedikitpun, dan pula sebaliknya, seandainya seluruh makhluk di muka bumi ini beribadah mengagungkan Keesaanya tak akan bertambah sedikitpun kerajaan-Nya, toh ia tetap Ghaniyun Hamid (zat yang kaya dengan pujian). Permasalahannya adalah malah manusia yang membutuhkan Rahmat-Nya, membutuhkan ganjaran pahala yang mampu menyelamatkan kita dari gemuruh api neraka serta agar kita mampu bertandang ke surganya yang luas.

Indonesia memang butuh sebuah perubahan, yah tentunya perubahan akhlak dan moral, agaknya kita harus menengok masa lalu dimana para Walisongo sibuk mendakwahkan ajaran mulia ini ke tanah Jawa namun sekarang hanyalah tinggal sebatas nama, kita harus berjuang mati-matian bagaimana supaya Islam masuk ke dada kita lantas menjadikan kita pribadi-pribadi yang berakhlakul karimah dan mampu mengubah negeri kita ini menjadi tanah yang penuh keberkahan.

Semua ini menurut saya terjadi lantaran sedikitnya minat masyarakat dalam memahami kehidupan beragama yang idealis, mereka sekarang sudah banyak yang enggan menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah berbasis Islam, enggan mengkaji setiap peristiwa dengan kacamata Islam, bahkan sangat banyak mungkin diantara kita yang masih belum mampu mengaji Al-Qur’an, maka bagaimana kita akan mempraktekannya dalam hidup jika membacanya saja kita sudah kelimpungan…?

Maka sekarang serasa tiada bedanya dengan masa kejahiliyahan yang berlangsung 15 tahun silam jikalau kita masih mengedepankan hawa nafsu menyetir seluruh kehidupan kita, marilah mulai sekarang kita berbenah diri lalu ajak orang lain untuk melakukan kebaikan, ajak semua kerabat dan handai taulan anda agar menyegerakan diri untuk berkecimpung di jalan Allah . . .

Komentar

Google + Follower's