@92 Keutamaan Berwudhu' Dalam Sabda Nabi

Berwudhu merupakan hal yang sangat akrab ditelinga umat muslim, meninjau bahwa ritual ini adalah sebuah syarat sahnya shalat yang dilakukan oleh seorang muslim, mengenai ini ada sebuah hadits yang menyinggung hal berikut 'Telah diriwayatkan dari Hammam bin Munabbih  bahwasanya ia mendengan Abu Hurairah  berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak akan diterima shalat seseorang yang berhadats hingga ia berwudhu.' (HR.Bukhori, hadits no. 135)

Ibnu hajar  menambahkan dalam fath al-baari' nya "Hadits ini dijadikan dalil batalnya shalat seseorang yang berhadats, baik hadats itu keluar atas kehendaknya maupun karena terpaksa."(1)

Hadits tersebut rupanya sangat sejalan dengan firman Allah "Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka dan tangan sampai siku. Dan sapulah kepalamu serta (basuh) kedua kakimu sampai dengan kedua mata kaki." (Al-Ma'idah : 6)

Jadi, tak usah diragukan lagi sebuah statement yang mengatakan bahwa "shalat tanpa wudhu itu tidak sah", karena telah termaktub di atas, dari dua kitab pusaka besar Islam yaitu Al-Qur'an dan Hadits tentang perihal barusan.

Nah, di samping itu semua, Allah juga menyimpan sebuah hikmah dan keutamaan dalam sebuah wudhu' yang di tasyri' (syariat) kan kepada umat muslim ini, adalah sebuah hal yang 'tak pantas' jika Allah Swt. Sang pmbuat hukum itu sendiri tak menaruh hikmah dan keajaiban tersendiri dalam wudhu', lewat lisan Rasulullah ada sebuah sabda yang mengulas masalah ini, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam shohihnya: "telah diriwayatkan dari Nu'aim Al-Mujmir, ia berkata, "aku pernah naik bersama Abu Hurairah ke atap masjid, lalu ia berwudhu' kemudian berkata, 'Aku pernah mendengar Nabi Saw. Bersabda, 'sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dengan cahaya di wajah, tangan dan kaki karena bekas wudhu. Barangsiapa di antara kamu ada yang mampu untuk memperpanjang (memperbesar) cahayanya, maka hendaklah ia melakukannya.'" (HR.Bukhori, hadits no.136)

So, mari kita jaga wudhu kita dengan sebaik2nya, terus konsisten dan jangan lupa 'jagalah hati', karena percuma saja jika kita terus menjaga wudhu kita seharian namun yang dilihat dan dikerjakan hanyalah hal-hal yang tak berguna dan bahkan sampai pada tingkat 'kemaksiatan', ingatlah janji Allah dalam hadits di atas, 'siapa yang menjaga wudhunya, maka ia akan diberi cahaya oleh Allah kelak pada hari Kiamat", syukur2 kalau kita bisa sambil melakukan hal yang sunnah seperti mengaji, dzikir, i'tikaf dan lain sebagainya.

Sekian dari saya, Wassalaamu 'ala manittaba'al huda...

---------------------------

(1) lihat "Fathul Baari' karya Al-Asqolani, II, hal.12 (versi indonesia)

Komentar

Google + Follower's