@94 Bersabar, jalan menuju kemenangan!

Bersabar merupakan salah satu perintah Tuhan yang tertera dalam Al-Qur'an,

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung."  (Ali Imran:200)

Di lain waktu, Allah juga telah berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Az-Zumar:10)

Begitulah Allah menjelaskan perkara sabar lwat kalam suci-Nya. Pada ayat pertama kita mendapati bagaimana perintah Allah kepada kita untuk bersabar dan terus bersabar, Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan tentang ini "Al-Hasan al-Bashri berkata: : 'mereka diperintahkan untuk senantiasa bersabar dalam menjalankan agamanya yang diridhoi oleh Allah, yaitu agama Islam. Sehingga mereka tidak akan meninggalkannya pada saat sengsara maupun pada saat bahagia, pada saat kesusahan maupun pada saat penuh kemudahan, hingga akhirnya mereka benar-benar mati dalam keadaan muslim. Selain itu, mereka juga diperintahkan untuk memperkuat kesabaran mereka terhadap musuh-musuh yang menyembunyikan agama mereka.'" (1)

Dan pada ayat di atas juga disebutkan kata 'raabituu' atau dalam terjemah Indonesianya kita dapati artinya "teteplah bersiaga (di perbatasan negerimu"

Melihat ayat dan terjemahnya saja saya rasa anda tidak akan puas, berikut Ibnu Katsir menjelaskannya
"sedangkan 'Murabathah' berarti teguh dan senantiasa berada di tempat ibadah. Ada juga yang mengartikannya dengan tindakan menunggu shalat setelah shalat. Hal itu dikatakan oleh Ibnu Abbas, Sahl bin Hunaif, Muhammad bin Ka'ab al-Qurazhi dan yang lainnya. Disini Ibnu Abi Hatim meriwatkan sebuah hadits yang juga diriwayatkan Imam Muslim dan an-Nasa'i dari Malik bin Anas dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw., beliau bersabda: "Maukah kalian aku beritahukan sesuatu yang dengannya Allah akan menghapuskan dosa-dosa (mu) dan meninggikan derajat(mu)," para sahabat menjawab " mau, ya Rasulullah." Beliau pun bersabda: "yaitu, menyempurnakanwudhu' pada saat-saat sulit (seperti pada saat udara sangat dingin), banyak melangkahkan kaki ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Demikian itu adalah 'ribath' (menahan diri dari ketaatan yang disyari'atkan)" (2)

Dalam tafsir kontemporernya, Ahmad Musthafa Al-Maraghi berkata : "bersabarlah kalian dalam menghadapi berbagai kekerasan dan kesengsaraan hidup di dunia seperti penyakit, kemiskinan, dan takut." (3)

Sungguh sebuah ajaran yang mengandung beribu hikmah ilahi, apalagi jika kita sandingkan dengan ayat kedua, ayat yang lebih mengklasifikasi kan kesabaran lewat fadhilah dan karomah nya...

Ibnu Katsir menafisrkan "Firman Allah Ta'ala ' Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas' Al-Auza'i berkata: 'mereka diberi tanpa ditimbang dan ditakar, mereka diberi secara melimpah.' Ibnu Juraij berkata: 'Telah sampai berita kepada ku bahwa pahala amal mereka sama sekali tidak akan dihitung. Akan tetapi mereka diberi tambahan.'" (4) 

Dan Mufassir ternama Bapak Quraisy Syihab berkata dalam 'al-misbaah' nya :  "sesungguhnya hanya orang-orang sabar yakni yang mantap tekad dan kesabarannya-hanya mereka itulah- yang disempurnakan pahala mereka tanpa perhitungan, yakni dianugerahi pahala yang sangat banyak sehingga tidak dapat terhitung bahkan tidak terbatas, karena sesuatu yang tidak dapat terhitung berarti tidak terbatas."(5) 

Demikianlah sekilas ayat yang menerangkan tentang "kesabaran", mari kita berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dengan tema 'sabar' ini, semoga apa yang kita lakukan di dunia ini dari segala kebaikan menjadi pundi pahala kita kelak di yaumil mahsyar...

Amien...

Wassalaamu 'ala man tamassaka bil 'urwatil 'wutsqo (al-qur'an)..

__________________

(1) Lubabut-Tafsir Min Ibnu katsir, II, hal. 222 'indonesian edition', Pustaka Imam As-Syafi'i.

2. (Lubabut-Tafsir Min Ibnu katsir, II, hal. 222-232 'indonesian edition', Pustaka Imam As-Syafi'i.)
3. (Tafsir Al-Maraghi, IV, hal. 307)
4. (Lubabut-Tafsir Min Ibnu katsir, VII, hal. 95 'indonesian edition', Pustaka Imam As-Syafi'i.)
5. (Lihat Tafsir Al-Misbaah karya Quraisy Syihab, XII, 198, Lentera Hati)

Komentar

Google + Follower's