Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

@117 Tafsir Al-Manaar (Tafsir Pembaharu)

Tafsir Al-Manaar, merupakan tafsir pembaharuan. dikarang oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha' . dalam beberapa kesempatan, beliau muhammad Abduh, sempat mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh mufassir salaf sudah tak relevan lagi dengan keadaan islam sekarang, mereka yang hanya sibuk membahas masalah i'rab, fiqih, balaghoh dsb dari segi penafsirannya. umat islam butuh perubahan pola pikir, rasio dibutuhkan untuk menjabarkannya, jangan hanya berkutat pada "karya klasik" saja, gunakan akal dan ke-relevan-an zaman, Muhammad Abduh menganjurkan kepada generasi selanjutnya untuk berani 'berijtihad" sendiri guna memajukan islam dalam segi kualitas dan kuantitasnya...walau paham ini dikritik oleh Dr. Fahd al-Rumi, yg mengatakan bahwa paham sperti ini mirip dengan Muktazilah (neo-muktazilah), namun sungguh Allah itu Maha Adil, kritikan ini dijawab oleh seorang ilmuwan Dr. Muhsin Abd. Hamid yang mengatakan bahwa rasionalitas yang menggerakan nilai2 islam dan mengha…

@116 Israiliyyat Menurut al-Showi

berbicara tentang banyaknya kisah israiliyyat yang masuk dalam tafsir salafussaleh, al-Shawi (penulis tafsir "Hasyiyah Al-Shawi" yg merupakan syarah tafsir jalalain dan peringkas tafsir "Futuhat al-Ilahiyyah" karya al-'Ujaili) berkata : "riwayat 2 tentang Harutdan Marut ini sangat beragam dan di kalangan ulama sendiri terdapat banyak perselisihan mengenai shahih dan tidaknya. misalnya Ibnu Hajar lebih memilih shahih, karena terdapat banyak 'thariqah' (jalur periwayatan) yang berasal dari Imam Ahmad bin Hanbal. sementara al-Badhawi lebih memilih yang kedua, yaitu tidak shahih, sebab hampir tidak ada satu riwayat pun, tentang kisah-kisah Isra'iliyyat, kecuali berasal dar kamu Yahudi" (1)perlu diketahui disini, bahwa kisah2 israiliyyat yang banyak mewrnai dunia tafsir Qur'an ini merupakan kisah yang bersumber dari ahlul kitab yang telah masuk islam, perawi kisah israiliyyat yang trkenal adalah Wahb bin Munabbih dan Ka'ab al-Akhbar (mr…

@115 Perdebatan Tentang Wujud Tuhan

Ada sebuah perdebatan antara seorang Mu'min lagi Faqih dengan seorang Pendusta dan Ceroboh:Pendusta berkata kepada yang Mu'min : "apakah kamu percaya dengan wujud Allah?"Mu'min berkata : " iya, tidak bimbang dan tidak ragu"Pendusta : "apakah kamu melihatnya?"Mu'min : " Tidak"Pendusta : " apakah kamu mendengarnya?"Mu'min : " Tdak"Pendusta : " apakah kamu mencium atau menyentuhnya?"Mu"min : "Tidak"Pendusta : " Maka bagaimana bisa kamu beriman pada-Nya?"Maka sang Mu"min balas berkata kepada sang pendusta ; "apakah kamu berakal?"Pendusta : " Iya"Mu"min : "apakah kamu melihat akalmu?"Pendusta : "Tidak"Mu'min : "apakah kamu mendengarnya?"Pendusta : "Tidak"Mu'min : "apakah kamu mencium atau menyentuhnya?"Pendusta : "tidak"Kemudian, pada akhir dialog sang Mu'min yang Faqih ini be…

@114 Biografi Imam At-Thobary (penulis Tafsir At-Thobary)

Nama Lengkap al-Thabari adalah Abu Ja'far Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib al-Thabari. Beliau dikenal seorang Ulama' yang mumpuni, khusunya di bidang sejarah dan tafsir. Beliau lahir pada akhir tahun 223 H, di Amal, Ibukota Tibristan, Iran.Al-Thabari tumbuh di keluarga yang agamis dan cinta ilmu. Pada usia 7 tahun, beliau sudah hafal al-Qur'an dan sudah mengimami shalat. Bahkan, ketika usianya masih belum genap 9 tahun, beliau sudah menulis hadits. Al-Thabaru juga dikenal sebagai ahli Qira'at, balaghah, fikih, mufassir, khusunya yang terkait dengan ayat-ayat hukum, ahli hadits dan rijal al-hadits (perawi-perawi hadits). Dan, ada tiga cabang ilmu yang selalu menyertai al-Thabari setiap kali beliau menjelaskan sesuatu, yaitu, tafsir, tarikh, fikih.Dami menimba ilmu, al-Thabari tidak segan-segan melakukan perjalanan (rihlah) ilmiah ke beberapa daerah, seperti Tibristan, Irak, Syam, Mesir, dan daerah-daerah lain yang diyakini sebagai pusat peradaban dan i…

@113 Perubahan Total Seorang Pecundang!

"Muslim yang :1-Mu'min
2-Pedagang
3-Guru
4-Hafidz
5-Qori'
6-Penulis
7-Bermanfaat Bagi Lingkungannya " (1)Do'a Que... (2)
_____________________(1) ungkapan ini ditulis dan digubah oleh saya sendiri (Ja'far Tamam), sebagai pelecut dan penyemangat di kala malas, penerang di kala gulita menyerang.(2) Ya Allah Bantu Hamba Menjalankan Semua Ini.... Amien....

@112 Tertib Surat Menurut Az-Zarqoni (pengarang kitab "manahilul 'Irfan")

Syubhat Pertama : apakah tertib surat itu adalah 'taufiqi' (disandarkan kebenarannya langsung kepada Nabi saw.) Sedangkan mushaf para sahabat itu berbeda2 satu sama lain?Jawaban: sesungguhnya pernyataan  kesyubhatan ini yang mengatakan bahwa semua tertib surat itu adalah 'tauqify' adalah sebuah hal yang tak terelakkan, Diantaranya ada yang mengatakan bahwa semua tertib surat itu adalah ijtihady, dan sebagian lagi ada yang mengatakan bahwa tertib surat ini bersifat tauqify, diantara jawabannya yang mudah mengenai kasus ini adalah bahwa ikhtilaf (perbedaan pendapat) yang terjadi di antara para sahabat itu adalah bagian dari 'ijtihady' bukanlah tauqify, sedangkan mereka yang berkata bahwa tertib surat itu adalah tauqify seluruhnya, maka jawaban yang memungkinkan baginya adalah bahwasanya mereka berbeda pendapat terhadap apa yang mereka perdebatkan, sebelum mereka mengetahui apa sesungguhnya yang 'tauqify' di dalamnya (dari ayat tsb, penj), dan ketika terj…

@111 Tentang Asbabun Nuzul (Terjemah bebas karya Azzarqoni:Manahilul 'Irfan Fi 'Ulumil Qur'an)

Sebab nuzul adalah adalah ilmu yang berkaitan dengan turunya sebuah ayat atau beberapa ayat yang (turunnya itu) disebabkan karena suatu kejadian atau sebagai sarana penjelas hukum berkenaan dengan waktu peristiwa tersebut terjadi, yang dimaksudkan di atas adalah kejadian yang trjadi pada Zaman Nabi saw. Atau sebuah pertanyaan yang dihadapi oleh nabi (entah itu memang benar untuk kemaslahatan, atau hanya sebagai tantangan dari kaum Quraisy saja dalam rangka menjatuhkan martabat nabi, penj) maka turunlah ayat atau beberapa ayat dengan penjelasan hal yang berkaitan dengan kejadian tersebut, atau itu merupakan sebagai jawaban dari sebuah pertanyaan yang dilontarkan kepada nabi saw. barusan. dan hal itu juga selaras dengan kejadian Khosumah Dabbat, sebuah pertikaian yang terjadi antara suku Aus dan Khazraj, dengan desisan (yang mengompori pertikaian ini) dari musuh Allah yaitu kaum Yahudi, dengan seruan mereka "Senjata, senjata!" (Pernyataan ini merupakan sebuah ajakan untuk sege…

@110 Tentang William T. G. Morton (Dokter Penemu Obat Bius)

William T. G. Morton, seorang dokter spesialis penemu obat bius yang lahir pada tahun 1819 sungguh mempunyai peranan yang penting dalam kacamata sejarah! betapa tidak? Dengan penemuannya yang amat gemilang dalam dunia kedokteran ini, yaitu penggunaan 'anesthesia', semacam obat bius yang menghilangkan tradisi yang "tak kenal ampun dalam sejarah kedokteran" telah mengangkat dia menjadi tokoh berpengaruh sepanjang sejarah nomor 56 di dunia (1), bayangkan saja, dahulu kala, jika seseorang pasien ingin melakukan pembedahan, maka sakit yang didera oleh seorang pasien sungguh luar biasa, Michael Hart dlam bkunya menggambarkan tentang ini "pembedahan tak kenal ampun di jaman lampau sementara si pasien terpaksa dalam dalam keadaan sadar tatkala tabib bedah menggergaji tulangnya adalah sesuatu hal yang tak terbayangkan" (2)Namun, sungguh sial nasib tokoh kita yang satu ini, pada akhir hayatnya, semua karya temuan ini sangat tidak dihargai oleh masyarakat luas! Ongkos…

@109 Dua Fase Dakwah Kenabian (Terjemah bebas kitab Ar-Rohiq Al-Makhtum)

Kehidupan Rasulullah saw. -Yangdimuliakan oleh Allah swt dengan kenabian dan risalahnya- dibagi menjadi dua fase kehidupan, yang mana antara satu dan lainnya memiliki nilai kelebihan tersendiri, yaitu : 1. Fase Kehidupan di Makkah, sekitar 13 tahun kenabian
2. Fase kehidupan di Madinah, sekitar  Sepuluh Tahun.Dan diantara kedua fase di atas juga meliputi beberapa periode kenabian yang ada, yang mana pada setiap periode memiliki keunggulan masing-masing, dan hal itu tampak dengan sangat bagus dan sangat membekas di beberapa tempat yang dilalui oleh jalur dakwah pada masa kedua fase tersebut (makki, dan madani)Dan Fase kehidupan Nabi di Makkah terbagi menjadi 3 bagian: 1.Periode Dakwah secara Sembunyi2 (selama 3 tahun)
2.periode pengumuman dakwah kepada penduduk Makkah (dimulai dari tahun ke 4 kenabian, sampai hijrah ke Madinah)
3. Periode dakwah di luar Mekkah, (dimulai dari akhir tahun kesepuluhkenabian, terus berlanjut sampai fase kehidupan di Madinah, sampai berujung kepada wafatnya…

@108 Berbuat Baik Kepada Sesama Merupakan Jalan Menuju Kesempurnaan Iman

Dari Anas RA. Dari Nabi Saw. Bersabda, "tidaklah sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya (sesama muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhori no. 13)
Imam Nawawi berkata "Cinta adalah kecendrungan terhadap sesuatu yang diinginkan. Sesuatu yang dicintai tersebut dapat berupa sesuatu yang diindera, seperti bentuk, atau dapat juga berupa perbuatan seperti kesempurnaan, keutamaan, mengambil manfaat atau menolak bahaya. Kecendrungan disini bersifat 'ikhtiyari' (kebebasan), bukan bersifat alami atau paksaan. maksud lain dari cinta disini adalah cinta dan senang jika saudaranya mendapatkan seperti apa yang dia dapatkan, baik hal yang bersifat indrawi atau maknawi." (1)Jadi bukanlah hal yang disenangi oleh Allah jika kita hanya gemar membuat orang geram dan mengelus dada saja (karena ulah jahat kita, pen), akan tetapi marilah kita tumbuhkan rasa kasih sayang persaudaraan kita, saling mengasihi sesama teman dan sali…

@107 Belajar dan Mengajarlah...

Belajar dan mengajar adalah satu kesatuan!Keduanya adalah keterkaitan yang memang tak akan sreg dipandang jika terpisahkan, belajar tanpa mengajar bagaikan seorang yang dengan semangat 45 mencari dan menimba harta sebanyak-banyaknya hanya untuk dipendam saja, semua akan habis tanpa ada faedah sedikitpun, semua akan sia-sia dan tak berguna, karena sungguh sebuah tindakan yang amat culas ketika kita hanya bisa mencari harta sebanyak-banyaknya kemudian ditimbun dalam sebuah kamar kemudian dibiarkan mengendap dan basi/hancur dimakan zaman! Itulah perumpamaan orang hanya belajar dan meninggalkan ritual "mengajar",  Namun berbeda halnya jika kita mengajar, kita bisa berbagi rasa dan ilmu lewat wacana pengajaran kita, kita bisa lebih memanfaatkan semua apa yang ada dalm diri kita dengan sebaik2nya, tanpa harus memendamnya dan kemudian ditinggal dan membasi begitu saja!Bukankah sebaik2nya kalian adalah yang bermanfaat bagi sesamanya?

@106 Kisah Yang Lahir Dari Hujan

Hari ini (21/02/2014) di daerah rumah saya hujan. Jutaan bilur air turun merembes ke permukaan bumi, menghidupkan yang mati dan mungkin bisa saja mematikan yang hidup, ini semua adalah karunia Allah yang begitu besar, jutaan kubik air laut yang diserap oleh terik matahari, kemudian berkumpul bersatu di dalam gugusan awan, kini jatuh bagaikan ribuan meteor air yang kecil dan indah.Subhanallah, atas hujan ini, sebagian orang mungkin mengatakan bahwa kejadian ini berpotensi menimbulkan bencana dan malapetaka, tapi sungguh, bagi saya ini merupakan berkah, karena sebagaimana alam mengajarkan kepada kita, bahwa semua kehendak Allah atas semua umat manusia ini tak ada yang bersifat buruk, Allah Maha Baik dan Maha Penyayang, itu yang saya tahu.Subhanallah wal Hamdulillah...Semua derap air menyatu ketika tiba di tanah, merebahkan diri dan bergabung bersama yang lain, bergerombolan menyapu jalan, membawa puing sampah ke parit-parit terdekat, geliur air akan terus mengalir, seperti kata teori il…

@105 Sekilas Tentang Ibnu Taimiyyah (1)

Sekilas Tentang Ibnu Taimiyyah"Dia adalah. Ahmad Taqiyuddin Abul
'Abbas bin Syaikh Syihabuddin Abil
Mahaasin 'Abdul Halim bin Syaikh
Majduddin Abi-l-Barakat 'Abdussalam
bin Abi Muhammad 'Abdlullah bin Abi
Qasim Al-Khudhri bin 'Ali bin Abdullah,
dan keluarga ini dikenal luas dengan
nama keluarga Ibnu Taimiyyah.
Dia dilahirkan pada tanggal 10 (1)
bulan Rabi'ul 'Awwal tahun 660 setelah
hijrah kenabian, adapun tempat
kelahirannya adalah di Kota Haran,
pusatnya ilmu Filsafat.(2)" (3)
___________________
(1) dalam banyak riwayat dijelaskan
bahwa ia dilahirkan pada tanggal 10,
sedikit dari para sejarawan yang
meriwayatkan bahwa beliau dilahirkan
pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal, mereka
mungkin ingin mengatakan
bahwasanya beliau (Ibnu Taimiyyah)
dilahirkan seperti hari dimana Nabi
SAW. dilahirkan, dikarenakan beliaulah
(Ibnu Taimiyyah) yang kelak
menghidupkan (kembali) Syari'atnya
(Syari'at Rasulullah saw berupa
sunnah2nya, penj).
(2) Muhammad Ab…

@104 Faedah Asbabun Nuzul

Faedah2 Asbabun Nuzul :1 : mengetahui Hikmah Allah swt.
Dengan sejelas~jelasnya terhadap
apa-apa yang diturunkan (yaitu al-
Qur'an, penj), dan dari sini
(mengetahui asbabun nuzul) seorang
mu'min dan non mu'min bisa mengambil
manfaat, sedangakn bagi orang
mu'min hal itu bisa menambah
keimanan mereka dan bisa menambah
tamak (dalam arti bisa lebih giat,
penj) dalam mengambil hukum2 Allah
dan pengamalan terhadap kitab-Nya,
dan ini adalah sebuah keistimewaan
dan kelebihan tatkala pengambilan
sebuah hukum itu dibarengi dengan
segi "tanzil" nya (asbabun nuzul), dan
adapun mengenai manfaat bagi orang
kafir yaitu betapa dalam dan bagusnya
hikmah yang ada pada asbabun nuzul
ini bisa membuat mereka memeluk iman
dan menggenggamnya, itu mereka
rasakan ketika dia (kafir) mengetahui
bahwa tasyri' (pensyari'atan) islam itu
diturunkan atas dasar kemaslahatan
manusia, tidak atas penyelewengan
hukum dan kedurhakaan semata,
khusunya ketika mereka mereka
menyaksikan syari…

@103 Dalil Wujud Tuhan

Dalil2 Tentang Adanya Tuhan
Tabaaroka wa ta'ala:Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
bagaimana bisa dia (manusia) meminta
dalil terhadap sesuatu yang (mana dia)
menjadi dalil atas segala sesuatu"(Ahmad Faried, "Aqidah Ahlussunnah
Wal Jama'ah", hal. 18, Maktabah
Fiyadh)

@102 Riwayah Bil Ma'na Wal Ikhtisor Hadits Fi Aqwalil Ulama'

Google + Follower's