@106 Kisah Yang Lahir Dari Hujan

Hari ini (21/02/2014) di daerah rumah saya hujan. Jutaan bilur air turun merembes ke permukaan bumi, menghidupkan yang mati dan mungkin bisa saja mematikan yang hidup, ini semua adalah karunia Allah yang begitu besar, jutaan kubik air laut yang diserap oleh terik matahari, kemudian berkumpul bersatu di dalam gugusan awan, kini jatuh bagaikan ribuan meteor air yang kecil dan indah.

Subhanallah, atas hujan ini, sebagian orang mungkin mengatakan bahwa kejadian ini berpotensi menimbulkan bencana dan malapetaka, tapi sungguh, bagi saya ini merupakan berkah, karena sebagaimana alam mengajarkan kepada kita, bahwa semua kehendak Allah atas semua umat manusia ini tak ada yang bersifat buruk, Allah Maha Baik dan Maha Penyayang, itu yang saya tahu.

Subhanallah wal Hamdulillah...

Semua derap air menyatu ketika tiba di tanah, merebahkan diri dan bergabung bersama yang lain, bergerombolan menyapu jalan, membawa puing sampah ke parit-parit terdekat, geliur air akan terus mengalir, seperti kata teori ilmu alam, dia akan selalu mengalir dari atas ke bawah, tak pernah terhambat dan terhalang, begitu menemukan batu cadas yang menghadang ia langsung berbelok arah, ketika ia bertemu dengan benda2 keras ia menelikung mencari jalan lain yang lebih baik, sampai nanti bertemu dengan muara dari segala muara dunia air, yaitu Laut.

Disana air akan membuat sebuah kerajaan yang amat besar, ketika mereka bersatu semua penduduk bumi mengagumi ketangkasannya, ikan di laut beserta pernak-perniknya membuat seisi laut mempunyai dua wajah yang sungguh fantastis, di satu sisi Laut mempunyai wajah yang indah dan elok di mata siapapun yang ingin melihatnya, namun di sisi lain Laut mempunyai kepribadian yang garang bukan main, di birunya laut yang mengundang decak kagum, siapa sangka memiliki ancaman dan terkaman yang luar biasa! Taring Paus yang berkelindan, runcingnya muncung ikan Gergaji yang selalu mengintai, atau bisa mematikan dari Gurita dan Kalajengking Laut selalu siap menanti para penentang yang dengan lantang mengibarkan genderang perang kepada mereka! Mereka yang mengaitkan fenomena ini dengan ke-Maha Elok-an Allah akan dengan mudah berseloroh "SUBHANALLAH..!"

Inilah sebuah kisah dan curahan hati yang ringkas dari saya, ia lahir secara alamiah karena hujan yang mengunjungi desa saya pada pagi yang masih harum di hari Jum'at tanggal 21 bulan Februari 2014, tepatnya sekitar pukul 07:00-07:15.

Sekian, Wassalaamu 'alaikum....

Komentar

Google + Follower's