@117 Tafsir Al-Manaar (Tafsir Pembaharu)

Tafsir Al-Manaar, merupakan tafsir pembaharuan. dikarang oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha' . dalam beberapa kesempatan, beliau muhammad Abduh, sempat mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh mufassir salaf sudah tak relevan lagi dengan keadaan islam sekarang, mereka yang hanya sibuk membahas masalah i'rab, fiqih, balaghoh dsb dari segi penafsirannya. umat islam butuh perubahan pola pikir, rasio dibutuhkan untuk menjabarkannya, jangan hanya berkutat pada "karya klasik" saja, gunakan akal dan ke-relevan-an zaman, Muhammad Abduh menganjurkan kepada generasi selanjutnya untuk berani 'berijtihad" sendiri guna memajukan islam dalam segi kualitas dan kuantitasnya...

walau paham ini dikritik oleh Dr. Fahd al-Rumi, yg mengatakan bahwa paham sperti ini mirip dengan Muktazilah (neo-muktazilah), namun sungguh Allah itu Maha Adil, kritikan ini dijawab oleh seorang ilmuwan Dr. Muhsin Abd. Hamid yang mengatakan bahwa rasionalitas yang menggerakan nilai2 islam dan menghancurkan rasionalitas material adalah dua hal yang berbeda..

maka manhaj rasional ala 'Abduh ini merupakan sebuah konsekuensi logis dari perkembangan zaman yang menuntut jawaban yang bersifat logis dan rasional juga. dan metode penafsiran sperti ini sunguh merupakan :berkah: dari pemikir2 islam yg ada saat ini.

Muhammad Abduh berdiri sebagai pembaharu dunia Islam abad 20, bersamaan dengannya jasa bliau bisa disamakan dengan orator handal milik islam yaitu Jamaluddin Al-Afghani (dalam kisahnya dia sering dibuang dari satu negara-ke ngara yang lain, dan dengan amat bangga dan tidak kecewa, beliau menganggap semua ini sebagai "rihlah gratis")

#sekian

Komentar

Google + Follower's