@121 Perbedaan Makna Hadits Antara Dua Mazhab (Syi'ah dan Sunni)

Menurut Syi'ah Mengenai Makna Hadits :

Dalam kitab Wajizah Syekh Baha'i Menulis :
"Hadits adalah sebuah ungkapan yang bersumber pada perkataan, perbuatan, atau persetujuan (taqriri) seorang maksum. Menurut kami, penggunaan kata hadits pada sesuatu yang bukan dari maksum hukumnya boleh" (1)

Hadits dalam Ilmu-ilmu keislaman digunakan untuk perkataan, perbuatan dan taqrir seorang maksum. Bahkan sebagian berpendapat bahwa keterangan tentang sifat-sifat Nabi juga disebut sebagai hadits. (2) akan tetapi, meski penggunaan yang seperti ini dapat diterima dan dibenarkan pada tempatnya, namun kata hadits pada tingkatan pertama berkaitan dengan kalam yang dinukil dari Nabi Saw. Dan para imam Maksum, dan pada tingkatan berikutnya juga dapat digunakan pada perbuatan dan taqrir mereka. (3)

Menurut Sunni, mengenai definisi Hadits :

Tambahan dari penulis: menurut saya, pendapat Syi'ah mengenai makna sebuah hadits itu terlalu berlebih2an, bagaimana tidak? Mereka menambahkan "para imam maksum (12 belas imam suci) sebagai bagian dari hadits itu sendiri, hal ini tentu saja berbeda dari kalangan sunni, yang mengatakan bahwa hadits hanyalah "perkataan , perbuatan, ketetapan, dll yang disandarkan kepada Nabi Saw. Semata, bukan yang lain.

Adapun jika mereka menganggap perkataan Imam Ali itu adalah Hadits, maka sesungguhnya bagi kami (sunni) itu adalah "Atsar" saja.

Wallahu A'lam

______________________

(1) Ibnu Abil Hadid, Syarh Najh al-Balaghoh, juz 12, hal. 44-46

(2) Tarikh-e Hadits-e Syi'eh, hal. 32.

(3) Hasan bin Ali Syu'bah Harrani, Tuhaf al-'Uqul an ali al-Rasul, (Teheran:kitabfurusyie Islamiyeh, 1400 H. Q.) Hal. 253; Kulaini, Raudhah al-Kaafi, hal. 72

Komentar

Google + Follower's