@123 Surat Untuk Kawan...

Surat Buat Kawan Di Sebarang Sana...

Dari penjara suci,,,,

" hei kawan, sungguh betapa benar apa yang orang katakan, di tempat ini banyak sekali hal yang menyenangkan yang tak bisa kita lakukan, kami semua laksana di kurung di sedekap dengan sekeras-kerasnya dari semua kenikmatan, kami tak boleh melakukan ini dan itu, kami disuruh begini dan begitu dst...

Pagi2 sekali kami harus bangun dan melakukan aktivitas, belajar mandiri sambil berusaha mengontrol diri, kami ditempa dan dididik sedemikian rupa, kami di beri makan ilmu dan diminumi cinta ilahi, sungguh, kami tak pernah mendapatkan hal yang demikian seperti saat kami diluar kemarin,

Sampai ada seorang paruh baya yang berkata kepada kami, di sebuah surau yang asri dan penuh kedamaian, beliau berkata dngan aura yang sangat jumawa, "kalian semua yang ada disini adalah sang pemenang, apa yang semua manusia cari itu letaknya disini, kalian mencari ketentraman disini tempatnya, kalian mencari kesejukkan disini pula tempatnya, bahkan kalian menemukan "hakikat" kehidupan yang sejati pun disini tempatnya,! Sungguh kalian amatlah beruntung", sambil menutup pembicaraan, wajah itu sangat indah dan begitu tenangnya ketika dilihat.

Hei kawan, sungguh, apa yang kami dapati disni bagaikan bulir hujan di tengah gersangnya padang pasir, dingin dan begitu menyejukkan kulit, apa yang kami temukan disini laksana pelita di tengah gulitanya raksasa malam, ia menerangi kami dan mengantarkan kami sampai ke tujuan...

Sungguh, ini merupakan keajaiban dari Tuhan...

_____________________

Kisah ini dibuat untuk menyemangati seseorang yang ingin memutuskan diri belajar ke Pondok Psantren, namun orang tua nya terlihat ragu lantaran pernah mendengar cerita bahwa di suatu pondok pesantren sana, para santrinya terpaksa harus melompati pagar dan mereka mengeluh bahwa mereka tak diberi makan!

Mendengar kisah ini saya begitu tertikam, selaku alumnus ponpes, sya sngat tdak terima dengan kejadian ini.

Sungguh, betapa karena ini saya hanya bisa mengambil dua pemikiran yang kritis terhadap persoalan ini,

1. Mungkin karena para pengasuh dan pengurus nya memang tidak becus dalam mendidik para santrinya, sehingga dengannya, ia menelantarkan para santrinya dan tidak pula menghiraukannya. (Ini merupakan sebuah perbuatan yang sangat memalukan!)

2. Mungkin karena para santrinya memang nakal dan tidak bisa diatur, sehingga untuk melakukan sebuah pelanggaran yaitu kabur sambil melewati pagar pun mereka harus membuat alasan yang sangat masuk akal, yaitu "Tidak Diberi Makan" di dalam pondoknya, kejadian ini sangat penulis pahami (eit" bukannya karena penulis pengalaman yah!!).

Kesimpulannya adalah, alasan yang pertama itu memang kadang2 terjadi di beberapa tempat, namun alasan yang kedua itu menurut penulis lebih mendominasi angka kemungkinan yang menyebabkan terjadinya sebuah pelanggaran, itu semua karena satu hal (sebagaimana yang saya gambarkan dalam sebuah surat kecil diatas) bahwa, yang ada di pikiran mereka itu pondok adalah hal yang patut untuk dijadikan "momok" kehidupan yang sungguh menyeramkan,,,

Namun itu semua hanyalah sebuah tuduhan yang tanpa alasan, apa yang penulis dpati disana merupakan sebuah keistimewaan tersendiri bagi penulis pribadi.

Komentar

Google + Follower's