@125 11 Fatwa Ibnu Taimiyyah Yang Agak "Nyentrik"

1. Orang yang berwudhu, kalau merasa khawatir akan tertinggal untuk shalat berjama'ah, boleh tayammum, meskipun ada air.

2. Sujud Tilawah tanpa wudhu sah hukumnya.

3. Musafir yang perjalanannya tidak mencapai jarak minimal yang ditentukan ulama boleh meng-Qasar salat bila ia merasa kesulitan menyempurnakan jumlah raka'at shalat.

4. Boleh tidak melakukan puasa Ramadhan bila ia merasa kesulitan untuk berpuasa, tetapi ia harus menggantinya di luar bulan Ramadhan.

5.tidak patut memberi zakat kepada orang yang suka melakukan maksiat, terutama orang yang tidak shalat.

6. Cukup sekali sai bagi haji Tamatuk, sebagaimana juga cukup sekali sai bagi haji Kiran dan Haji Ifrad (Haji dan Umrah).

7. Orang islam berhak menerima warisan dari pewaris yang kafir "Dzimmi", tetapi sebaliknya orang kaffir "zimmi" tidak boleh menerima warisan dari kerabatnya yang muslim.

8.orang yang berikrar hendak menalak istrinya, kemudian tidak melaksanakannya (tidak menjatuhkan talaknya), talaknya tidak jatuh, tetapi suami yang berikrar tersebut harus membayar kafarat yamin (denda pelanggaran sumpah).

9. Tiga talak yang dijatuhkan sekaligus, hukum talaknya tetap hanya jatuh satu kali.

10. Harta wakaf (termasuk masjid) yang sudah kurang/tidak bermanfaat boleh dijual atau ditukar dengan benda lain, bahkan lebih baik dijual atau ditukar jika penggantinya lebih berfungsi dan bernilai.

11. Boleh mengangkat beberapa khalifah dunia islam. (1)

Mendengar ungkapan yang agak "nyentrik" seperti ini, saya teringat sebuah hadits riwayat Bukhori yang berbunyi,

Dari Abu Hurairah Rasulullah saw. Bersabda, "sesungguhnya agama (islam) itu mudah. Tidak seorangpun mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agamanya kecuali akan terkalahkan (tidak dapat melaksanakannya dengan sempurna). Oleh karena itu, berlakulah lurus, sederhana (tidak melampaui batas), dan bergembiralah (karena memperoleh pahala) serta memohon pertolongan (kepada Allah) dengan ibadah pada waktu pagi, petang dan sebagian malam." (2)

_____________________

(1) Dahlan, Abdul Aziz, "Ensiklopedia Hukum Islam" (PT. Ichtiar Baru van Hoe, Jakarta, vol. V, tahun 2001) jil. II hal. 625

(2) Albani, Mukhtashar Shahih Bukhari, I, hal. 35 bab "Agama Itu Mudah"

Komentar

Google + Follower's