@130 Dua Perkara Yang Tidak Ada Bandingannya (Nashaihul Ibad)

.....السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Nabi bersabda, “ Ada dua perkara yang tidak ada sesuatu apapun melebih keutamaan keduanya, yaitu beriman kepada Allah dan bermanfaat bagi sesama muslim”

Dari hadits di atas sungguh ada sebuah pelajaran yang amat berharga yang bisa kita tangkap, yaknin, Rasulullah saw. Mengajarkan kepada kita bahwa ada dua amalan yang tak ada bandingannya terhadap keduanya, Iman kepada Allah SWT. dan bermanfaat bagi sesama muslim. Berikut akan saya terangkan secara rinci satu per satu agar lebih terang dan jelas menganai makna batiniah hadits tersebut.

    1-Iman Kepada Allah : ia merupakan rukun iman yang pertama dalam agama Islam, hal ini bukanlah omong kosong belaka, ungkapan “saya beriman kepada Allah” merupakan bentuk yang paling kongkrit untuk menegaskan keislaan seseorang, mempercayai bahwa Allah adalah Tuhan satu-satunya yang berhak kita sembah dan kita agungkan, kita selaku manusia yang lemah, haruslah percaya bahwa Allah Yang Maha Pengatur itu ada, dan Dia-lah yang mengatur segala peredaran di bumi ini. Maka beriman kepada Allah merupakan sebuah kepastian yang harus dijalankan, karena jika kita tidak percaya kepada Allah, dari mana kita berasal dan akan kemana kita kembali? Dan cba pikirkan, milyaran planet dan bintang yang terbentang di jajaran tata surya di atas sana siapa yang mengatur kalau bukan Dia Yang Mahabesar, Mahapengatur.

      2- Bermanfaat Kepada Sesama Muslim : yang dimaksud adalah kita bisa diambil manfaatnya oleh orang lain, baik dari segi harta, ilmu, maupun hanya sekedar tenaga. Karena hakikat kenapa Islam diturunkan, salah satunya adalah karena manusia butuh yang namanya gotong-royong dan kasih sayang  demi tercapainya kedamaian dan ketentraman di muka bumi. Sungguh amat celaka mereka yang hanya bisa berbuat kegaduhan dan keonaran di muka bumi, hal seperti ini bukan saja digembar-gemborkan oleh agama kita saja, melainkan PBB sekalipun menginginkan agar dunia ini senantiasa berada dalam lingkup kedamaian dan bisa saling mencintai dan mengargai satu sama lain. Nah, maka wajar saja, jika agama yang diturunkan oleh Sang Mahatahu Segalanya ini, mengharuskan kita bersikap demikian, yaitu sebagai rahmatan lil ‘alamien , bisa menjadi rahmat bagi alam semesta. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “seorang muslim adalah mereka yang menyelamatkan muslim lainnya dari lisan dan tangannya” maksudnya berupa godaan lewat lisan maupun perbuatan yang dilancarkan kepada muslim lainnya. Ini merupakan sebuah pelanggaran syar’i yang berakibat fatal yaitu seperti pertikaian dan bahkan sampai kepada titik peperangan, jadi sudah jelaskan? Jika bahwasanya Islam diturunkan memang pas dengan selera fitrah manusia yaitu menginginkan kedamaian dan ketentraman hidup. Maka jika anda mendapati hal yang berada di luar ini, yang mana itu dilakukan oleh seorang muslim, maka sesungguhnya mereka telah melampaui batas, dan ingat, Allah tak menyukai orang-orang yang sering melampaui batas dan berlebih-lebihan dalam melakukan suatu perbuatan.

#Hadits di atas diambil dari kitab Nashaihul Ibad karya Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi, pada bab Tsuna’i, Haromain:2005, hal. 4
#sedangkan Syarah (penjelasan) ditulis sendiri.

.....السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Komentar

Google + Follower's