@131 Definisi Sahabat Dalam Ilmu Hadits

.....السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

 
#Menurut bahasa : sahabat itu betuk mashdar yang berarti ash-shuhbah (bersahabat). Dari situ muncul kata as-shahabi, as-shahib, bentuk jamaknya adalah ashhab.  Yang banyak digunakan adalah as-shahabat yang berarti ashhab (para sahabat)

#Menurut istilah : orang yang bertemu dengan Nabi Saw, muslim, dan meninggal dalam keadaan Islam, meski di masa hidupnya pernah murtad.[1]

Namun Imam al-Hafidz Abu Bakar Ahmad bin Ali memiliki pendapat yang berbeda, dan ini yang benar, yang mengikuti perkataan Sa’id bin Musayyab, bahwa beliau berkata, ‘ sahabat itu tidak kita perhitungkan kecuali orang yang pernh bersama-sama Rasulullah saw. Selama satu tahun atau dua tahun, dan pernah turut serta berperang dalam satu kali atau dua kali peperangan bersamanya’.[2]

Sedangkan al-Mazini berkata dalam syarah kitab al-Burhan mengenai definisi sahabat, “ kita tidak begitu saja mengatakan, bahwa sahabat yang adil itu adalah setiap orang yang menyaksikan Nabi Saw. Satu hari, atau menyaksikan beliau hanya kadang-kadang (sesaat). Atau berkumpul bersama beliau karena suatu kepentingan, setelah itu berpaling, melainkan orang-orang yang mengikuti dan bersama-sama beliau, menolong beliau, dan mengikuti cahaya yang diturunkan Allah. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.’[3]

Sedangkan seseorang yang hidup semasa dengan beliau namun tak pernah berjumpa dengan Rasulullah Saw. Maka disebut al-Mukhadlramun. Mahmud Tohhan berkata, “ Mukhadlram adalah orang yang hidup di masa jahiliyah, semasa dengan nabi SAW, memeluk islam, namun tidak pernah berjumpa dengan beliau saw.[4] Di antara mereka adalah Abu Utsman, an-Nahdi dan Aswad bin yazid an-Nakha’i.


[1] Mahmud Thohhan, Ilmu hadits Praktis, hal.257
[2] Taqiyuddin An-Nabhani, as-Syakhsiyah al-Islamiyah , juz III, hal. 310
[3] [3] Mahmud Thohhan, Ilmu hadits Praktis, hal.257
[4] Ibid,hal. 263
 



.....السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Komentar

Google + Follower's