@133 Pernyataan Albani Mengenai Batas maksimal Waktu Mengkhatamkan Al-Qur’an


Di dalam kitab “Sifat Shalat Nabi nya, Albani berpendapat bahwa batas minimal bagi seorang muslim untuk mengkhatamkan al-Qur’an adalah tiga hari, hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah saw. Yaitu hadits Nabi yang berbunyi, “tamatkanlah bacaan al-Qur’an dalam tiga hari” (HR. Bukhari dan Ahmad), kemudian beliau juga mencantumkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang berbunyi, “barangsiapa membaca al-Qur’an dalam waktu kurang dari tiga hari, maka dia belum memahaminya” (HR. Ahmad).

Sebelumnya beliau juga mencamtumkan batas minimal seorang dalam mengkhatamkan al-Quran yaitu ada yang mengatakan 7 hari dan ada pula hadits yang mengatakan bahwa batas minimal mengkhatamkan al-Qur’an adalah 5 hari, namun menurut hadits yang terakhir yang membatasinya adalah 3 hari, tidak lebih.

Pendapat Albani ini sekilas berselisih dengan ihwal ulama salaf yang saya ketahui, pernah saya membaca sebuah biografi tentang Imam as-Syafi’i yang bercerita bahwanya beliau jika di bulan Ramadhan bisa mencapai 60 kali khatam dalam sebulan, waw! Berarti jika dikalkulasikan beliau mengkhatamkan al-Qur’an sehari dua kali, mengenai cerita ini, okelah jika mungkin kitab yang saya baca mungkin sumbernya kurang kuat, pernyataan yang seperti ini sangat pas dengan apa yang dikatakan oleh Imam Nawawi dalam syarah muslimnya “kebanyakan ulama tidak menentukan batas minimalnya dalam hal itu, tetapi bergantung pada kekuatan dan semangat. Dengan demikian, ia berbeda sesuai dengan perbedaan kondisi dan orang”

Kemudia pada paragraf berikut berikutnya, masih di buku yang sama, albani menomentari, “pendapat ini bertentangan dengan tekstual hadits Rasulullah saw., barangsiapa membaca al-Qur’an dalam waktu kurang dari tiga hari, maka dia belum memahaminya.” Kemudian albani menimpali bahwa nash ini berlaku untuk umum dan dsana disebutkan bahwa batas minimalnya adalah tiga malam, dengan demikian, bagaimana bisa seorang ulama mengatakan bahwa tak ada batasan minimal dalam hal itu? Jadi, bahwasanya Rasulullah menyebutkan bahwa barangsiapa yang mengkhatamkan al-Qur’an kurang dari tiga malam maka dia belum memahaminya.

Dan hal itu sudahlah diisyaratkan dalam al-Qur’an surat Muhammad ayat 24 yang berbunyi, “Maka tidakkah mereka menghayati al-Qur’an, ataukah hati mereka sudah terkunci?”
Ibnu Mas’ud berkata, Barangsiapa menamatkan bacaan al-Qur’an dalam kyrang dari tiga malam, maka dia orang yang tergesa-gesa. Dia telah membaca al-Qur’an dengan cepat sepeti sedang membaca syair, dan seperti jatuhnya buah kurma yang kering dari batangnya.”
Sesunguhnya Mu’adz bin Jabal tidak menamatkan al-Qur’an dari tiga malam. Kedua pernyataan tersebut disebutkan oleh Ibnu Nashr (halaman 63)

Walhamdulillah, untuk selengkapnya silahkan merujuk ke kitab dengan judul Sifat Shalat Nabi karangan Nashiruddin Al-Albani edisi terjemahan yang diterbitkan oleh Gema Insani tahun 2008 cetakan kelima, mengenai pembahasanyya tercantum lengkap di halaman 288 sampai 290.

Sekian.

Komentar

Google + Follower's