@142 Jalaluddin Rakhmat dan Tafsir Sufinya

Jalaluddin Rakmat berkata dalam "Tafsir Sufi Al-Fatihah" mengenai tata cara penafsirannya, "untuk pertama kalinya, dalam tafsir bahasa Indonesia, saya akan banyak mencantumkan hadis-hadis dari Ahli Bait Nabi as. Bukankah Ahli Bait as. Adalah pasangan Al-Qur'an, salah satu dari pusaka yang ditinggalkan Nabi Saw?" (1) Bukankah Ali bin Abi Thalib, imam pertama Ahli Bait berkata, "tanyalah kepadaku tentang kitab Allah. Demi Allah, tidak ada satu ayat pun kecuali aku lebih tahu apakah ayat itu turun malam atau siang, di dataran rendah atau pegunungan?" (2)

Namun belakangan, kira2 sepuluh menit usai membaca sedikit buku Jalaluddin ini, saya menemukan buku "Studi Islam"nya Hamka, yang menyebutkan bahwa hadits yang mengutarakan bahwa kedua pusaka itu Adalah Al-Qur'an dan al-Hadits (Sunnah Nabi-nya) ternyata juga diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Ibnu Abbas dalam Mustadrok nya. (3)

Sampai batas ini, saya hanya bisa bergumam bahwa Jalaluddin Rakhmat adalh bagian dari Syi'ah.

Perpus PTIQ, 23 April 2014, Jam 09:15

________________

(1) kemudian beliau (Jalaluddin Rakhmat) mengutip hadits yang mengatakan bahwa Rasulullah meninggalkan dua pusaka kepada umatnya, yaitu Al-Qur'an dan Ahlul Bait, hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi ~5:329~ dan lain-lain. Kemudian beliau mengatakan bahwa hadits yang mengatakan bahwa dua perkara tersebut adalah Al-Qur'an dan hadits adalh tidak ditemukan di dalam 'kutubusiittah' ia hanya ada di dalam 'al-Muwattho'' itupun tanpa sanad, dan hanya ditemukan dalam ktab-kitab tarikh dan hotbah para ulama indonesia. (Jaluddin Rakhmat, "Tafsir Sufi Al-Fatihah", (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1999) hal. xvii

(2) lihat "Muhibb Al-Thabari, Riyadh 2:198; Fath al-Bari' 8:485; Tarikh Khulafa' 124

(3) Hamka, "Studi Islam", (Pustaka Panjimas:1983) hal. 115

Komentar

Google + Follower's