@137 Kesimpulan Buku “Hadits-Hadits Palsu Seputar Ramadhan” karya Prof. Dr. K.H. Ali Musthafa Ya’Qub (tinjauan ulang pengamatan pembaca)

Assalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...


 1.       Ramadhan Diawali Rahmat

Ø  Teks Hadits ini secara sempurna berbunyi, “permulaan bulan Ramadhan itu rahmat, pertengahannya maghfirah, dan penghabisannya merupakan pembebasan dari Neraka”  .

Ø  Rawi dan Sanad Hadits : hadits ini diriwayatkan oleh al-Uaqili, Ibnu ‘Adiy, al-Khatib al-Baghdadi, ad-Dailami dan Ibnu Asakir. Sedankan sanadnya adalah Sallam bin Sawwar, dan Maslamah bin al-Shat, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw

Ø  Kualitas Hadits : Imam as-Suyuthi mengatakan bahwa hadits ini adalah dho’if sedangkan Al-Albani mengatakan bahwa Hadits ini adalah Munkar, pernyataan al-Albani ini tidak bertentangan, karena sejatinya hadits munkar adalah bagian dari hadits dho’if. Sedangkan hadits munkar adalah hadis dimana dalam sanadnya terdapat perawi  yang pernah melakukan kesalahan parah, pelupa, atau ia seorang yang jelas melakukan maksiat (fasiq)

Ø  Sumber ke-Munkar-an : di dalam sanadnya terdapat seorang dua orang perawi bernama Sallam bin Sawwar dan Maslamah bin al-Shalt. Menurut kritikus Hadits Ibn ‘Adiy  “Sallam bin Sawwar-adalah munkar al-hadits (haditsnya munkar), sementara Ibn Hibban mengatakan bahwa Sallam bin Sawwar tidak boleh dijadikan pegangan (hujjah) kecuali apabila ada rawi lain yang meriwayatkan haditsnya. Sedangkan Maslamah bin al-Shalt adlaha matruk (haditsnya ditinggalkan). Hadits Matruk adalah hadits dimana dalam sanadnya terdapat perawi yang dituduh sebagai pendusta.

Ø  Riwayat lain : memang ada hadits dari riwayat lain yang erat hubungannya dengan hadits di atas, yaitu apa yang dirwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shohih-nya, silahkan merujuk kepada shohih ibnu khuzaimah, editor: Dr. Muhammad Musthafa Azami, al-maktab al-islami, beirut/damaskus, 1400/1980 III. 191-192, namun sangat disayangkan bahwasanya hadits yang diprediksikan akan memperkuat hadits Sawwar di atas yaitu riwyat Ibnu Khuzaimah ternyata juga dha’if  alasannya karena di dalam sanad riwayat ibnu khuzaimah terdapat nama Ali bin Zeid bin Jud’an, yang mana menurut kritikus hadits Imam Yahya Bin Ma’in bahwasanya Ali bin Zeid bin Jud’an adalah laisa bi hujjah (tidak dapat dijadikan hujjah).

Ø  Penting : perlu diketahui bahwasanya jika ada di dalam semua kitab hadits baik musnad maupun mushannaf jika ada label shahih nya maka itu tidak menjadmin bahwa semua kualitas hadits yang ada di dalamnya adalah shahih secara keseluruhan. Akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi Shohih bukhari dan shahih Muslim yang mana para ulama seperti Ibnu Shalah dan Imam Nawawi serta umat islam secara keseluruhan sepakat atas keshahihan kedua kitab shahihain tersebut. Kecuali Al-Albani ! :D



 Wassalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Komentar

Google + Follower's