@145 Go Darussunnah!

Dua macam Khobar :

» Mutawatir : hadits yang diriwayatkan oleh banyak perawi, yaitu angka minimalnya adalah 10 (menurut ijma' ulama hadits), yang menurut akal mustahil bagi mereka untuk berdusta. Syaratnya : 1. Minimal 10 perawi 2.setiap thobaqot 3. mustahil berdusta. 4. Kabar disandarkan kepada indra. Macam2 mutawatir : maknawi, lafdzi.

» Ahad : hadits yang tidak terkumpul syarat2 mutawatir. Ada 3 macam : 1.masyhur 2.aziz 3.gharib.

masyhur : diriwayatkan oleh 3 perawi lebih pda stiap thobaqot, dan tdk smpai mutawatir.

Mustafidh : sinonim masyhur: awal dan ujung sanad hrus sma jumlahnya.

Aziz : diriwayatkan oleh dia orang tiap thobaqot.

Gharib : hadits yang diriwayatkan sendirian oleh seorang perawi. Gharib mutlak (hadits yang diriwayatkan sendiri oleh awal sanadnya 'sahabat') dan gharib nisbi (hadits yang diriwytkan oleh banyak asal sanad, namun kmdian hnya drwytkan dri stu snad saja)

______________________

Khabar maqbul :

» hadits shahih : hadits yang sanadnya bersambung yang diriwayatkan oleh perawi yang adil, dhobith dari perawi semisalnya, tidak ada 'illat maupun syadz.

Bukhori : 7275 (4000, tasfiyah)
Muslim : 12.000 (4000, tasfiyah)

mustadrak al-hakim dianggap tasahul, kemudian disusul dengan shahih ibnu hibban yang agak mirip dengan mustadrak, akan tetapi yang paling bagus adalah shahih ibnu khuzaimah.

Kitab mustakhraj : hadits yang dielaborasi dari shohihain, akan tetapi ia memiliki sanad tersendiri yang lain dari sanad yang dimilki shohihain.

Mustakhraj atas shohihain:

Mustakhraj Imam Bukhari : oleh Abu Bakar Ismaili.

Mustakhraj Imam Muslim : Oleh Abu 'Awanah.

Mustakhraj Bukhari Muslim : Abu Nu'aim Al-Isbahani.

Paedah mustakhraj :

1) uluwwil isnad
2) melengkapi kelanjutan shohih, dan menaikkan dajatnya.
3) memperkuat jalur.

Syarat syaikhan : hadits yang diriwayatkan dari jalur para perawi yang terdapat pada dua kitab tersebut atau salah satunya, selain mmeperhatikan tata cara yang diambil oleh syaikhan dalam meriwayatkan hadits dari perawi itu. (Taysir, 50)

______________________

Hadits Hasan : hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkn oleh seorang yang adil, dengan derajat kedhabitan yang lebih rendah dari perawi semisalnya, tidak ada syadz dan illat.

Adapun orang yang mengatakan "hadits ini shahih/hasan isnad" maka semata2 ia hanya merujuk kepada ihwal sanadnya saja, dan tidak ke matan. Ia hanya memenuhi tiga kriteria shahih : sanad muttasil, rawi adil, rawi dhobit. Akan tetapi jika ia melirik ke matan, siapa tahu ada syadz (bertentangan dengan perawi tsiqoh) nya maupun illat (cacat).

Adapun yang dimaksud dengan "hadits hasan shahih" yang di buat oleh tirmidzi, maka itu berarti karena dua hal : 1) hadits ini mempunyai dua sanad, yang menurut si A shahih dan si B hasan. 2) hadits nya hanya mempunyai sanad, namun antar kelompok berbeda penilaian. Ini berarti merupakan penjelasn bahwa hadits ini statusnya diperselisihkan.

Hadits shahih lighoirihi : hadits hasan yang kemudian diperkuat dari periwayatan jalur lain, oleh orang yang lebih tsiqoh ataupun semisalnya.

Hadits shahih lighoirihi : hadits dha'if yang kemudian diperkuat oleh jalur lain oleh orang yang lebih kuat darinya.

______________________

Hadits ahad yang diterima, ada beberapa indikasinya :

1) riwayat syaikhan
2) hadits masyhur, selama memiliki beberapa jalur
3) musalsal diantara para imam yang mutqin dan hafidh, asalkan tidak gharib.

______________________

Hadits muhkam : hadits maqbul yang selamat dari pertentangan yang semisal.

Hadits Mukhtalif : hadits maqbul yang bertentangan dengan hadits lain yang semisal, namun memiliki peluang untuk di jama' (dikompromikan). Bisa berupa hadits shahih ataupun hasan.

Yang harus dilakukan jika ada hadits maqbul bertentangan :

1) jika memungkinkan untuk dijama', maka di jama' (kompromi)

2) jika tidak memungkikan untuk dikompromikan :

) dicari nasikh-mansukhnya, untuk kemudian diambil yang nasikh dan ditinggalkan yang mansukh.
)dicari yang paling rajih
) di-tawaqquf (tangguhkan) status haditsnya. Sampai benar2 ada yang rajih (kuat).

Diantara ulama yang ahli dalam hal ini adalah Imam As-Syafi'i dan Ibnu Qutaibah.

Hadits Nasikh-Mansukh : As-syari' (pembuat hukum) mengangkat hukum yang terdahulu (sebelumnya) dengan hukum yang lain (yang terakhir).

Tokoh terkenlnya : Imam Syafi'i

Dengan apa hadits Nasikh-Mansukh diketahui :

1. Melalui penjelasan Rasulullah saw. Langsung
2.melalui perkataan sahabat Nabi
3.melalui pengetahuan sejarah.
4.melalui ijma'

______________________

Penyebab hadits dha'if :

1. Sanad gugur
2. Cacat rawi

Hadits Dho'ief : hadits yang di dalamnya tidak terkumpul syarat2 hadits2 Hasan, entah karena hilangnya satu syarat atau lebih.

Sanad terlemah : Muhammad bin Marwan dari Kalbi dari Abi Shalih dari Ibnu Abbas. (Ibnu hajar)

Hukum meriwayatkan hadits dho'ief :

1) dibolehkan untuk fadhoil a'mal
2) tidak dibolehkan untuk masalah2 yang menyangkut : - akidah, seperti sifat2 Allah.
- tidak dalam posisi mnjelaskan hukum halal dan haram.

Termasuk diantara yang mempermudah periwayatan hadits dho'ief adalah Imam Ahmad, Sufyan Ats-Sauri, Abdurrahman bin Mahdi. (Lihat taysir, 77)

Adapun untuk pengamalannya maka boleh 2 saja untuk fadhail a'mal , dengan syarat :

1. Haditsnya tidak sangat dho'ief
2. Haditsnya termasuk dalam pokok2 cakupan hadits ma'mul
3. Tatkala mengamalkannya tidak dii'tiqodkan kepastiannya, hnaya untuk sekedar kehati2an saja.

Kitab :

1. Adh-Dhua'afa karya Ibnu Hibban
2. Mizan al-I'tidal karya Adz-Dzahabi.

______________________

Macam2 gugurnya sanad :

1. Gugur secara dzahir : ini termasuk gugurnya sanad yang bergabung dengan pengetahuan para imam hadits maupun al-muhadditsin.

2. Gugurnya secara tersembunyi : jenis ini tidak bisa diketahui kecuali oleh para imam muhadditsin yang crmat lagi teliti. Dalam hal ini termasuk dua jenis hadits dho'if yaitu mudallas dan mursal khaufi.
______________________

Macam 2 hadits dho'ief :

Hadits Mu'allaq : Hadits yang dibuang awal sanadnya, seorang perawi atau lebih secara berturut2.

Hadits Mursal : Hadits yang gugur sanadnya pada sanad terakhir setelah tabi'in.

Hadits Mu'dhal : Hadits yang gugur sanadnya dua orang perawi atau lebih secara berturut-turut.

Hadits munqathi : hadits yang gugur sanadnya dari sisi manapun.

Hadits mudallas : hadits yang di dalam sanadnya ada cacat namun disembunyikan dan ditampilkan yang bagus.

Ada dua tadliz : tadlis isnad, tadlis suyukh (mengganti nama syaikh dengan kunyah)

Hadits Mursal Khafi : hadits yang diriwayatkan dari orang yang pernah bertemu atau semasa dengannya, akan tetaoi tidak pernah mendengarnya dengan bentuk lafadz yang mengandung pengertian as-sima' atau yang sejenisnya.

Hadits palsu : suatu dusta yang dibuat dan direkayasa kemudian dinisbahkan kepada Nabi Saw.

Motivasi si pembuat hadits palsu :

1. Dlam rangka taqorrub ilallah.
2. Mendukung mazhab
3. Merusak ajaran islam
4. Mencari simpatik penguasa
5. Mencari penghidupan
6. Meraih popularitas.

Hadits Matruk : Hadits Yang di dalam sanadnya terdapat perawi yang dituduh berdusta.

Hadits munkar : hadits yang di dalam sanadnya terdapat perawi yang kelirunya parah, atau banyak lupa, atau menampakan kefasikannya. hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang dho'if dan bertentangan dengan perawi tsiqoh.

Perbedaan antara munkar dengan syadz :

) syadz : hadits maqbul yang brtentngn dngan yg lebih utama.

) munkar : hadits dh'ief yg brtentangan dngan tsiqoh.

Hadits Ma'ruf : Hadits Tsiqoh yang bertentangan dengan rawi dho'ief.

Hadits Mu'allal : Hadits yang jika dicermati terdapat cacat yang merusak keshahihannya, meski secara dzahir selamat dari cacat.

Syaratnya :

) samar dan tersembunyi
) terdapat cacat yang merusak kesahihan hadits

_____________________

Mukhalafat At-Tsiqot :

1. Hadits Mudraj : Hadits yang dirubah susunan sanadnya, dan matannya dimasuki sesuatu yang bukan bagian darinya, tanpa ada pemisah.

Mudraj sanad : hadits yang dirubah susunan sanadnya
Mudraj Matan : hadits yang matannya tercampur dengan bagian yang bukan darinya, tanpa pemisah.

Mudraj matan :
) pada awal hadits
) pertengahan hadits
) akhir hadits.

2. Hadits Maqlub : Hadits yang tertukar lafadznya, dengan cara mengakhirkan dan mendahulukan, dan semacamnya.

Maqlub sanad : penukaran yang terjadi pada sanad.
Maqlub matan : penukaran yang terjadi pada matan.

3. Al-Mazid Fi Mutthasil Asanid : bertambahnya rawi di tengah-tengah sanad yang secara dzahir sudah bersambung.

4. Hadits Muttharib : hadits yang diriwayatkan dari arah yang bermacam-macam, yang kekuatannya sama.

Syarat2 :

1. Riwayatkan tidak mmngkinkan untuk dikompromi.
2. Sama kekuatan riwayat haditsnya.

Mushtarbib sanad, Mudhtarib matan.

Hadits Mushahhaf : berubahnya kata di dalam hadits dengan kata selain yang diriwayatkan oleh rawi tsiqoh, baik lafaz maupun makna.

Imam daruquthni : jagonya.

Hadits Syadz : hadits maqbul yang menyelisihi orang yang lebih tsiqoh (ini mardud)

Hadits Mahfudh : Hadits tsiqoh yang menyelisihi rawi tsiqoh lainnya.

Hadits Majhul : hadits yang dalam sanadnya terdapat perawi yang tidak dikenal sosok dan identitasnya.

Hadits Mubham : orang yang namanya tidak dijelaskan dalam hadits.

Contoh : telah berkata kepadaku seorang yang tsiqoh.

Hadits Bid'ah : Hadits yang diriwayatkan oleh orang yag gemar menciptakan bid'ah.

Bid'ah : kejadian yang baru di dlam agama, setelsh sempurnya sariat Rasulullah, baik karena keinginan maupun perbuatan.

Ada bid'ah mukaffiroh dan Mufassiqoh.

Maka hadits nya adalah mardud. Jika bid'ahnya mukaffiroh.

Dan bisa diterima jika bukab mukaffiroh dengan dua syarat :

1. Tidak untuk propaganda b id'ahnya.
2. Tidak untuk legitimasi bid'ahnya.

Su'ul Hifdhi / buruknya hafalan, ada dua macam :

1. Jika sifat lupanya sudh ada dri kecil, maka dinamai syadz.
2. Jika sifat lupanya tdk mnntu (enth krn mendadak, atau faktor usia) maka dinamai mukhtalath.

Hukumnya :

Bagi yang syadz maka mardud, sedangkan bagi yang mukhtalath maka ada pertimbangan khusus.

______________________

Hadits Qudsi : hadits yang disampaikan kepada kita dari Nabi saw dengan sanad dari beliau sendiri kepada Rabb Azza Wa Jalla.

Perbedannya dngan Al-Qur'an :
1. Al_qur'an : makna dan lafadz dri Allah, sdngkan Qudsi : makna dri Allah,  lafadz dari Nabi.
2. Baca Al-Qur'an adalah ibadah, sedangkan Qudsi tidak.
3. Al-qur'an harus mutawatir, sdngkan Qudsi tidak.

Jumlah qudsi : +20 buah

Hadits Marfu' : sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw.

Jenisnya :

1. Marfu' Qauli
2. Marfu' Fi'li
3. Marfu' at-Taqriri
4. Marfu' al-washfi

Hadits Mauquf : sesuatu yang disandarkan kepada sahabat, baik perkataan maupun perbuatan dsb.

Jenisnya :

1. Mauquf qauli
2. Mauquf fi'li
3. Mauquf taqrir

Hadits Maqthu ' : sesuatu yang disandarkan kepada tabi'in ataupun selain mereka, baik berupa perkataan ataupun perbuatan.

Perbedaan hadits munqathi' dan mauquf :

» Kalau munqothi' itu terjadi pada sanad (terputus), sedangkan maqthu' itu sifatnya matan.

Musnad : hadits yang sanadnya bersambung secara marfu' kepada Nabi Saw.

Muttashil : hadits yang sanadnya bersambung, baik secara marfu' maupun mauquf.

Ziyadat ats-tsiqot : lafadz tambahan sebagian rawi tsiqoh yang kita lihat dalam riwayat hadits dari perawi tsiqoh lainnya.

Terjadi pada sanad dan matan.

I'tibar : menelusuri jalur2 hadits yang diriwayatkan secara menyendiri oleh seorang rawi, untuk mengetahui apakah terdapat rawi lain yang bersekutu dalam riwayatnya atau tidak.

Al-Mutabi' : hadits yang di dalam riwayatnya bersekutu pata perawinya dengan rawi hadits yang menyendiri, baik lafadz maupun makna, dan menyatu (sanadnya) pada sahabat.

As-Syahid : hadits yang di dalam riwayatnya bersekutu para perawinya dengan hadits yang menyendiri, baik secara lafadz atau makna, dan sanadnya berbeda2 pada sahabat.

Mutaba'ah : seorang rawi yang bersekutu dengan rawi lain dalam meriwayatkan hadits.

______________________

Tentang Perawi Hadits

Syarat-syarat nya :

1. Keadilan
2. Kedhabithan

Dengan apa mengetahui keadilan :

1. Dengan ketetapan ulama ahli ta'dil yang mengadilkannya, minimal dua orang.

2. Populer di kalangan ahli ilmu, seperti Imam yang Empat.

Dengan apa mengetahui kedhabithan :

1. Ia diketahui dengan kesesuaiannya dengan rawi tsiqoh di banyak tempat (periwayatan). Jika ada sedikit ketidaksesuaiannya maka itu tidak merusak kredibilitas kedhabitannya. Namun, jika ia banyak bertentang dalam masalah periwayatannya dengan rawi2 tsiqoh maka ia tidak bisa dijadikan hujjah.

Apakah jarh ta'dil dapat diterima tanpa poenjelasan :

1. Untuk ta'dil maka sah2 saja jika tanpa penjelasan
2. Untuk jarh maka harus dengan penjelasan.

Jarh dan ta'dil bisa ditetapkan oleh seorang saja.

Jika dalam satu rawi terhimpun jarh dan ta'dil maka yang diambil adalah jarhnya. Sedngkan pndpat lain, jika ta'dilnya lebih banyak ketimbang jarhnya maka ta'dilnya yg diambil.

Apakah orang yang menerima hadits disyaratkan muslim dan baligh?

Dalam masalah penerimaan hadits tidak disyaratkan muslim dan baligh, sedangkan untuk penyampaiannya maka diwajibkan muslim dan baligh.

Kapan dibolehkan mendengar hadits?

Pendapat yang benar adalah dobolehkan mendegar sejak usia belia. Dan itu berkisar sekitar 5 tahun.

_____________________

Jalan2 Penerimaan Hadits dan Penyampaiannya :

1. As-Sima' min Lafdzi syaikh : maksudnya adalah bahwa syekh membacakan hafalan ataupun catatannya kepada muridnya, dan muridnya mendengar dan mencatatnya. Menurut pendapat jumhur cara inilah ( as~sima') yang paling tinggi.

2. Al-Qira'atu ala syaikh : maksudnya sang murid membacakan hadits untuk kemudian didengarkan oleh gurunya. Ini juga bisa disebut dengan ardlan.

Derajatnya sama dengan as-sima'.

3. Ijazah : ijin untuk meriwayatkan, baik dengan ucapan maupun catatan. Contoh : ajaztu laka an tarwiya anni shahih albukhori. Hukumnya : sah2 saja penggunannya.

4. Munawalah : diirngi dengan ijazah, dan tanpa ihazah.

5. Kitabah : syekh mencatat (hadits) yang didengarnya kepada orang yang hadir maupun yang tidak hadir, dengan tulisannya sendiri atau perintah ( untuk mendiktekan kepada orng lain)

6. I'lam ; syekh memberitahu muridnya bahwa hadits tersebut atau kitab ini merupakan hasil pendengarannnya.

7. Wasiat : pada saat menjelang kematiannya atau kepergiannya, syekh mewasiatkan kepada seseorang berupa sebuah kitab ( catatan) dari kitab2 yang ia riwayatkan.

Hukum : tidak dibolehkan

8. Wijadah : murid mendapati hadits-hadits tulisan syekhnya, dan ia mengetahui hal itu, sementara ia tidak pernah mendapati hadits2 tersebut melalui assima' maupun ijazah.

Hukumnya : munqathi'

Sighot tahammul :

1. Lis-sima' : sami'tu atau haddatsani
2. Lil qiro'ah : akhbarani
3. Lil ijazah : anba'ani
4. Lissima' al-mudzakaroh : qoola li, atau dzakara li.
_____________________

Penulisan hadits, pemeiharaan dan pembukuannya

1. Hukum Menulis Hadits :

) tidak menyukai : ibnu umar
) menyukai : Anas, Umar bin Abdul Aziz
) setelah itu ijma' menyatakan tidak apa-apa.

Kompromi antara hadits yang melarang dan yang membolehkan :

) tidak dibolehkan karena takut tercampur dengan al-Qur'an, akan tetapi setelah al-Qur'an membumi maka diboleh meriwayatkan hadits.

Rihlah Tholabil Hadits : Karya Khatib Al-Baghdadi : buku inspiratif mengisahkan perjuangan ulama islam salaf.

Jenis penyusunan Kitab Hadits :

1. Al-Jawami' : kitab hadits yang penyusunannya terkait bab2 dan topik pembahasan. Contoh : Jami' Shohih Al-Bukhari.

2. Al-Musnad : yaitu kitab yang di dalamnya dikmpulkan riwayat2 setiap sahabat dalam bata tertentu tanpa terkait topik pembahasan. Contoh : Musnad Imam Ahmad.

3. As-Sunan : Kitab hadits yang susunannya terkait masalah pembahasan fiqhiyyah. Contoh : Sunan Abu Daud

4. Al-Ma'ajim atau Mu'jam : yaitu kitab yang penyusunannya mengmpulkan hadiys berdasarkan nama2 gurunya secara sistematis, umumnya berdasarkan huruf hijaiyah. Contoh : al-Ma'ajim Ats-Tsalatsah karua Imam Thabrani ( Kabir, Ausath, Shagir ).

5. Al-Ilal : kitab yang berisi kumpulan hadits cacat disertai dengan penjelas kecacatannya.

6. Ajza' : yaitu kitab2 kecil yang didalamnya terkumpul hadits2 yang diriwayatkan seorang rawi atay di dalamnya terkumpul hanya stu topik pembahasan. Contoh : Juz'u Raf'ul Yadain Fis Sholaat : karua Al-Bukhari

7. Al-Athraf : yaitu kitab yang penyusunanya menyebutkan ujung (permulaan ) setiap (matan) hadits yang menunjukkn sisanya. Contoh : kitab Tuhfatul Asyraf bi Ma'rifatil Athraf karya Al-Mizzi.

8. Al-Mustadrak : yaitu kitab yang terkumpul di dalamnya hadits berserakan diluar shahihain namun berdasarkan syaray shahihain.

9. Al-Mustakhrajat : kitab pencarian sanad hadits lewat jalur lain.

( taysir, 218)

______________________

Hadits Gharib : hadits yang di dalam matannya terdapat lafadz yang samar, jauh dari pemahaman, karena jarang digunakan.

______________________

Adab Muhaddits Dan Thalibul Hadits :

Adab Muhaddits :

1. Meluruskan niat dan ikhlas
2. Memberi perhatian yang amat besar atas hadits Rasulullah.
3. Tidak menyampaikan hadits kepada orang yang lebih utama darinya.
4. Menunjuki orang yang bertanya mengenai hadits.
5. Tidak menghalangi menyampaikan hadits kepada orang yang niatnya tidak lurus.
6. Hendaknya membuat majelis periwayatan hadits.

Komentar

Google + Follower's