@151 Membaca

Assalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Membaca adalah membuka cakrawala, ia laksana apa yang dirasakan oleh seekor anak ayam yang baru saja keluar dari cangkangnya, beranjak ke area yang lebih luas untuk menemukan dunia baru. Dengan membaca wawasan yang kita miliki akan bertambah lebar, dan semua apa yang kita hadapi di depan kita akan lebih berwarna, membaca adalah menambah ilmu di kepala kita, dan sebagaimana kata Imam As-Syafi'i dalam syairnya, bahwa ilmu itu adalah cahaya. Cahaya yang menerangi kegelapan.

Membaca juga merupakan ibadah jika kita niatkan untuk-Nya, dengannya kita bisa memperdalami ilmu agama untuk kemudian disebarkan kepada khalayak umum, ia bisa membuat kita sebagai penyambung lidah Rasulullah dalam menyampaikan haditsnya, dan kita juga bisa menjadi penyambung lidah dari para ulama' dan hukama' kita yang telah lampau, kita bisa ambil manfaat dari karya-karya mereka untuk kemudian kita elaborasi dengan pemikiran kita, sehingga nantinya terbentuk wawasan yang efisisien dan selalu relevan dengan zaman.

Di samping itu, membaca juga bisa menjadi salah satu tindakan " pembodohan diri " dimana dengn semakin kita banyak membaca, maka kita akan semakin menyadari bahwa ilmu kita ini amatlah sedikit, apa yang kita raih dengan sekuat tenaga itu tak berarti apa-apa jika dibanding dengan seluruh ilmu ilmu yang tersusun rapi di dinding perpustakaan, kita menjadi kecil dan tak berarti, maka untuk apa lagi kita menyombongkan diri?

Hal ini sebagaimana bunyi hadits yang ditakhrij oleh Imam As-Suyuthu dalam sebuah kitabnya, saya lupa nama kitabnya, yang berbunyi :

" Barangsiapa berkata bahwa "saya adalah seorang alim ( Pintar )"  maka sesungguhnya ia adalh orang yang bodoh "

Dan pernyataan ini memang sangat aktual, betapa tidak, seorang pakar tafsir yang handal sekalipun, semisal pak Quraish Shihab, jika ia mengalami kendala pada kendaraannya seperti mogok di tengah jalan, maka beliau pun tak akan bisa memperbaikinya sendiri.

Hal ini sangat sejalan dengan pemikiran salah seorang dosen Hadits di PTIQ yang bernama Pak Andi Rahman, bahwasanya beliau sellau mewanti-wanti kepada mahasiswanya agar selalu giat belajar dan jangan pernah sombong, lalu sebagaimana biasa beliau ingatkan kepada kami tentang teori "Tempurung Katak ".

Teori "Tempurung Katak " yaitu anda menyadari betul bahwa ilmu yang anda miliki itu sebagaimana halnya tempurung katak yang kecil, yang mana disamping anda terdapat lebih dari seribu tempurung yang lain, walau anda bisa menguasai sepuluh tempurung sekaligus, anda akan tetap saja terlihat kecil jika dibanding dengan keseluruhan.

Kembali ke laptop, dan juga di antara hal yang bisa membuat diri anda "bodoh" itu adalah dengan cara anda membaca biografi orang-orang hebat sebelum anda, misalnya, anda yang bisa menamatkan hafalannya ketika berumur 20 tahun, maka anda akan terlihat kecil sekali dibandingkan dengan Imam As-Syafi'i ( rahimahullah), yang bisa menamatkan hafalan Al-Qur'annya pada waktu beliau masih berumur 7 tahun, itupun belum lagi ditambah dengan hafalnya kitab Al-Muwattha' karya Imam Malik pada umur 10 tahun dan kiprahnya beliau untuk menjadi seorang mufti pada saat berumur 15 tahun, dan masih banyak sekali kisah-kisah inspiratif lainnya yang bahkan seorang ulama dulu saking memperhatikan masalah ini diantara merekaada yang membuat sebuah buku yang berjduul Ar-Rihlah Fi Tholabil Hadits , iya adalah Imam Khatib Al-Baghdadi, buku itu berisi tentang kisah dan perjuangan para pencari hadits nabi yang sungguh melelahkan dan penuh pelajaran, malam mereka habiskan untuk bermunajat kepada Allah dan siang mereka melanglangbuana ke seantero bumi guna mencari apa yang mereka ingingkan ( hadits ) dalam keadaan berpuasa, siapa yang tengah lemah dan tak semangat dalam mencari ilmu, maka bacalah buku tersebut, anda akan terpana melihat kegigihan mereka yang daya juangnya tiada banding, begitulah saran Dr. Mahmud Thahan dalam bukunya Taysir Musthalah Hadits. 
maka, siapalah kita dibanding mereka>>>>>>?

Membaca adalah anda berkaca tentang banyak nya kekhilafan anda dalam berlaku dan bermoral, maka siapa yang tak pernah membaca, maka sesunggunya ia adalah yang tak pernah mengaca, yang padahal di muka mereka terdapat banyak coret-moret yang menjadkan diri mereka menjadi bahan tertawaan seluruh manusia. Membacalah...


 Wassalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...




Komentar

Google + Follower's