@157 Kenikmatan Yang Diabaikan

Assalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Manusia secara keseluruhan memang seringkali terlena dengan berbagai kenikmatan dan kelezatan yang mengungkungnya, membiarkan dirinya terbuai dengan indah dan gemerlapnya tipuan setan yang selalu membayangi dirinya, kita adalah makhluk yang memang diciptkan dengan background yng ganas semisal demikian, syetan dan kawan-kawannya sebagaimana tercantum di dalam Al-Qur'an telah bersepakat dan mengadakan perjanjian kepada Rabbul "Alamien untuk selalu berusaha menyesatkan manusia dari arah dan melalui cara apapun.

Namun, Allah tentunya, Sang Pemilik Kehidupan, tidaklah membiarkan manusia untuk tenggelam dalam perkara yang menghancurkan tersebut, Dia Yang Maha Bijaksana tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya terlantar dan tersasar di kegelapan ini begitu saja. Maka dari itu, Allah turunkan Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai dua pusaka yang akan menuntun jalan kita sebagai umat muslim, Nabi bersabda yang isinya mengatakan bahwa seorang manusia tidak akan tersesat selamanya selama mereka masih memegang dua kitab utama ( Qur'an dan Hadits ).

Singkat kata, diantara mereka yang mendapat nikmat Allah yang begitu besar adalah bisa membaca Kitab Suci Al-Qur'an, yang mana selain itu adalah kitab petunjuk, dia juga bisa menjadi amalan yang penuh dengan pahala jika kita melakukannya. Mereka yang bisa membacanya dengan benar sesuai dengan kaidah tajiwid dan apalagi sampai bisa mengkhidmatinya plus mengamalkannya. Maka itu merupakan sebuah hikmah yang tiada bandingannya, maka sesiapa yang diberi hikmah, maka seakan-akan ia telah diberikan kebaikan yang banyak. ( QS. 2:269 )

Maka konsekuensinya dari hal demikian adalah dengan maarknya orang yang dengan gigihnya memperbaiki bacaan Al-Qur'annya, mempelajari tajiwid, mengkaji kitab tafsir dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan agar ia bisa mendapatkan fadilah dan maziyyah dari Al-Qur'an itu sendiri, maka sungguh apa yang mereka lakukan itu amatlah disenangi para malaikat dan semesta alam. Untuk lebih dalam mengetahui masalah keutamaan membaca Al-Qur'an, bisa dirujuk ke tulisan saya berikut : Kumpulan Hadits tentang Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Namun, disamping itu ada sebagian orang yang tidak megindahkan apa yang Allah berikan ini. Yaitu berupa kemampuan mereka dalam membaca Al-Qur'an, namun ia enggan untuk membacanya plus merenungkannya. Mereka sudah mendapati apa yang orang-orang cari, namun mereka enggan menggunakan fasilitas tersebut lantaran satu dan lain hal.

Inilah yang menjadi inti pembahasan kita pada tulisan ini, yaitu mereka yang diveri kelebihan oleh Allah berupa pemahaman mereka dalam hal membaca Al-Qur'an, yang namun alangkah meruginya mereka ketika mereka meninggalkannya lantaran beberapa hal yang justru sangat remeh jika dibandingkan denga membaca Al-Qur'an.

Semoga kita bisa dimasukkan ke dalam golongan yang " Yastimi'unal Qoula Fayattabi'una Ahsanahu " yaitu mereka yang mendengarkan sebuah perkataan lalu mengikuti kebaikan yang terkandng di dalamnya.

Wallahul Muwaffiq Ila Aqwami Thoriq...

 Wassalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Komentar

Google + Follower's