@158 Go Darussunnah (2)

Assalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

#Tulisan untuk diajukan kepada panitia Orasi Di Darussunah dengan tema : pengalaman menuju Darussunnah.


Awalnya adalah keinginan yang membara tentang pencarian hakikat hidup yang sebenarnya. Saya merasa bahwa semua yang terjadi di mata saya adalah ini hanyalah kepalsuan belaka, apa yang saya baca dari banyak khazanah keislaman itu seakan nol dalam kenyataan yang berlaku di masyarakat, ini mungkin karena saya hidup di daerah Jakarta, kota metropolitan yang memang padat dengan keburukan dan kepalsuan. Dimana moral dan etika dibuang jauh-jauh demi kepentingan material.

Saya terus mencari dan mencari, dan ternyata diantara banyaknya kegiatan keagamaan yang telah saya lakukan selama ini sendiri, ternyata banyak dari amalan tersebut yang tak berdasar dan tak berdalil, jadi bisa dikatakan, selama ini saya melakukan semuanya ( ritual keagamaan) hanyalah berdasarkan ngikut-ngikut semata, memang sih dalam menjalankan ritual keagamaan tanpa kita harus tahu dalilnya, dan initinya kita manut kepada ulama sekitar yang dinilai mampu menguasai ilmu keislaman, maka itu tidak apa-apa. ( begitu yang saya baca dalam buku  Ahlussunnah Wal Jama'ah Dalam Persepsi Dan Tradisi NU . )

Maka berangkat dari alasan di atas, dan didukung oleh beberapa alasan lain, seperti maraknya ustad-ustad berkalung sorban yang ngomong seenaknya masalah agama, berfatwa tanpa ilmu dan bertindak tanpa dalil, maka saya merasa ingin belajar kembali bukan hanya kepada mereka, yang ingin belajar ke sumbernya, yaitu Al-Qur'an dan Al-Hadits. Untuk masalah Al-Qur'an, Alhamdulillah saya diberi kesempatan oleh Allah untuk masuk PTIQ, dan untuk masalah pengkajian lebih dalam tentang hadits ini, saya merasa harus segera mencari tempat yang strategis dan menjanjikan! Maka setelah diusut-usut, akhirnya saya menemukan sebuah sebuah tempat yang pas, yang dijamin psti memuaskan! Dia adalah " Darussunnah " !

Ketika dibuka pendaftaran SPMB Darussunnah, saya langusng melamarkan diri menjadi peserta dan Bismillah! saya berangkat. Sebuah langkah baru saja saya pijakkan, ini bukan tentang perpindahan antara "Bintaro-Ciputat" saja, melainkan ini merupakan sebuah langkah saya untuk menuju hidup yang lebih berkualitas dan menjanjikan. Dengan ini saya yakin bahwa perubahan itu penting, perubahan yang membawa saya dari tidak tahu menjadi tahu, dari buta menjadi melihat, dari tuli menjadi mendengar, dan lain sebagainya.

Kemudian, yang saya lakukan adalah bekerja keras untuk mencapai tujuan. Semua tenaga dan upaya dikerahkan semaksimal mungkin sehingga nantinya sayapun bisa memetik hasil yang optimal. Saya mulai dari membuka buku yang berkaitan dengan materi yang akan diujikan berupa ilmu hadits dasar, nahwu, dll. Saya kurangi tidur dan kurangi makan, semua tak lain hanyalah agar saya bisa lebih banyak memiliki waktu untuk belajar lebih fokus. Saya adakan dikusi kecil-kecilan yang pesertanya adlah saya dengan ayah saya saja, dan tentunya dengan ditemani buku-buku pelajaran. Garis besarnya, saya melakukan semua ini dengan perasaan bahagia dan dengan semangat yang menggebu-gebu. Karena pada dasarnnya saya selalu ingat sebuah pepatah bahasa Arab yang berbunyi : "Man Yazro' Yahsud " " barangsiapa menanam pasti akan menuai ". Apa yang kau tanam maka itulah yang akan kau petik. Begitulah. Sampai tiba pada hari H Tes Tulis SPMB Darussunnah 2014/2015.

Dan akhirnya benar, Alhamdulillah dengan izin Allah, saya bisa menjawab soal-soal yang diujikan itu dengan mudah dan sesuai dengan apa yang saya pelajari kemarin. Thanks For Allah.

Setelah dinyatakan lulus dalam ujian Tulis, maka masih ada satu ujian lagi yang harus saya sukseskan, yaitu Ujian Lisan. Nah, hal inilah yang mau tidak mau memaksa saya agar terus membanting kitab-kitab untuk kemudian dimsukkan ke dalam otak, karena di dalamnya banyak sekali pelajaran yang lebih menggigit dan lebih mencekam! Mereka adalah Nahwu, Fahmul Maqru', Al-Qur'an, Hadits, Psikologi, dan Bahasa Inggris! Yang terakhir inilah yang membuat saya kelimpungan, dan memaksa saya agar mengorek-ngorek materi  yang sebenarnya saya agak kurang menyukainya. Dan begitulah sampai tiba hari H ujian Lisan pada tanggal 22 Juni 2014.

Tibalah hari H dan saya masih deg-deg-an untuk menghadapi semuanya. Namun, selalu saya bisikkan ke dalam hati saya tentang mantra ajaib " Man Jadda Wajada ! " Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mencapai hasilnya ! Dan saya yakinkan dalam diri saya bahwa sejak seminggu yang lalu saya telah melakukan yang terbaik dlam persiapan ini.

Maka dengan sangat antusias dan penuh ketegangan saya melewati semua rangkaian acara dengan sempurna, saya merasa bangga karena saya bisa menjawab sebagian besar soal yang diujikan oleh sang penguji, Alhamdulillah, La Hawla Wala Quwwata Illa Billah.

Alhamdulillah, akhirnya saya diterima dan pintu kesuksesan itu semakin terbuka saja. Ya Allah, semoga dengan lulusnya saya ke Darussunnah ini bisa menambah kedekatan hamba kepada-Mu ya Rabb! Begitulah lirih saya begitu mengetahui bahwa pada pagi hari Kamis tanggal 26 Juni 2014 saya dinyatakan lulus SPMB Darussunnah. Alhamdulillah.


Bintaro, 27 Juni 2014, Yayasan An-Naml.

Wassalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Komentar

Google + Follower's