@162 Tata Cara Jenius Menulis ( Kupas Buku Karya Ali Rif'an )

Assalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

 >> Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidk menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. ( Pramoedya Ananta Toer )
>> Rata-rata kebiasaan di nergara maju memiliki waktu baca delapan jam dalam sehari, sementara di negara berkembang, termasuk Indonesia, hanya dua jam setiap harinya. ( Suherman, 2010:128 )
>> Di Malaysia rata-rata pertahun terbit sekitar 6000 sampai 7000 judul buku baru. Sementara di Indonesia baru terbit sekitar 4000 sampai 5000 judul buku baru. Padahal Jumlah penduduk di Indonesia jauh lebih besar sekitar 10 kali lipat dibandingkan Malaysia.
>> Novelis ternama Dewi D. Lestari, setelah novel pertamanya laris, untuk novel sekuelnya ia dibayar 400 Juta, walaupun pada saat itu ia belum menulis satu huruf pun. Bahkan Prof. Dr. Komarudin Hidayat juga pernah menulis satu buku dibayar 500 juta.
>> Dengan anda menulis buku bermutu dan mencerahkan, Anda sesungguhnya sedang menggiring bangsa ini menuju kejayaan.
>> Berawal dari kata, peristiwa besar bisa terjadi. berawal dari kata, perubahan-perubahan mengejutkan bisa mengguncangkan hati.
>> Simbol-simbol itu diwariskan dari generasi ke generasi, lalu berpross dan ditafsirkan secara terus-menerus dalam konteks ruang dan waktu hingga berubah menjadi peradaban.
>> Itulah kenapa para ulama dan tokoh terdahulu gandrung menulis. sebab mereka yakin, menulis adalah kerja keabadian karena namanya akan selalu dikenang dalam tinta sejarah.
>> Syarat menulis artikel : @ Doyan Baca Koran/Buku
                                            @ Memahami Bahasa Juranalistik
                                            @ Memiliki Sensitivitas
                                            @ Punya Perspektif
>> Dengan banyak membaca koran, ide serta gagasan akan segera bergelayutan memenuhi kepala anda. Sebab di media cetak itulah Anda akan dapat menemukan ide serta isu-isu aktual.
>> Jika anda ingin menghasilkan tulisan yang berbobot, gunakanlah rujukan-rujukan yang otoritatif dari buku (sumber) asli dan pakar di bidangnya.
>> Langkah menulis artikel : (1) Prewriitng, persiapan menentukan topik dan tema tulisan. (2) Outlining, membuat judul dan outline. (3) Writing, Menulis. (4) Rewriting, Menulis lagi. (5) Editing, bari edit tulisan anda.
>> Waktu-waktu seperti habis subuh ataupun setelah bangun tidur sangat tepat untuk melakukan pengeditan.
>> Agar artikel tembus ke media : (1) Judul Unik (2) Lead ( kepala pembuka dalam tulisan ) menarik (3) Aktual dan Faktual ( sarat data ) (4) Gagasan Segar (5) Mengerti Tipologi Media/ aliran dan genre media.
>> Bahkan, meskipun tulisan anda tak terlalu bagus, tapi jika gagasannya dianggap segar dan mencerahka, redaktur biasanya akan membantu sekuat tenaga untuk mengedit tulisan anda.
>> Tulisan anda harus mengandung 4 unsur jika mau diterima di media cetak : (1) Aktual (2) Bahasa Mengailr (3) Sesuai dengan misi media yang Anda tuju (4) Anda seorang pakar, maksudnya adalah, tulislah dengan tema dimana anda dan tema anda bersahabat, satu aliran dan satu background, maka hal itu bisa membuat anda menjadi seorang pakar.
>> Tugas penulis menulis, tugas redaktur memuat, jadi jangan dipusingkan masalah tulisan anda dimuat atau tidak, tugas anda hanyalah menulis dan mengirimkannya ke media.
>> Setebal apapun dinding redaktur, jika kita serang dengan tulisan secara terus menerus, dinding itu akan roboh juga!
>> Jangan lupa kisah inspiratif teman sang penulis, dimana ia biasa membuat kara tulisa sebulan sebanyak 10 karya, lalu ia kirim semuanya dan tidak ada yang diterima. Bulan kemudian, ia melakukan hal yang sama, namun ada kemajuan, di antara 10 karya yang ia kirimkan, ada satu karya yang diterima oleh media, Dan begitu seterusnya pada bulan selanjutnya, dan sekarang, setiap kali ia mengirim pasti diterima, bahkan acapkali redaktur meminta tulisannya. Itulah bukti kesungguhan!
>>

Wassalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Komentar

Google + Follower's