@164 Majelis Ilmu Itu Laksana Majelis Surga ( Ibnu Taimiyyah )

Assalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Majelis ilmu itu menjadi majelis surga jika di dalamnya selalu didengungkan kalimat Allah, kira-kira begitulah kalimat pelengkap yang cocok disandingkan untuk seorang Imam besar Ibnu Taimiyyah ketika mengumpamakan majelis ilmu dengan surga yang nikmatnya bukan main. Satu hal yang kemudian menjadi pertanyaan buat kita semua, mengapa ilmu begitu besar posisinya di sisi para ulama agama ini, dan mengapa pula Allah memberikan jaminan bahwa orang yang senantiasa menyibukkan dirinya dengan ilmu maka akan dingkat derajatnya? Dan bukankah dalam firman yang lain Allah berfirman bahwasanya orang yang takut kepadaku hanyalah Ulama?  Berikut jawabannya, insya Allah akan kami paparkan dengan penjelasan yang ringan namun mengena, tidak menggunakan bahasa yang njelimet dan dijamin memuaskan...

Pembaca yang budiman, perlu diketahui bahwasanya telah banyak dalil yang menegaskan masalah kemuliaan ilmu berikut mereka yang disibukkan dengannya, entah itu dari Al-Qur’an maupun hadits, sebut saja ayat yang membahas tentang bahwasanya orang yang mencari ilmu maka akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt,  dan pula banyak ayat yang mengisyaratkan tentang urgensi sebuah ilmu pengetahuan, contohnya adalah banyak di dalam ayat dalam Al-Qur’an menyebutkan kata-kata “ Afala Ta’qiluun?” “ Afala tatafakkarun?” “ Afala Tadzakkarun?”, bunyi ungkapan ayat diats memang tidak langsung menyatakan tentang betapa besarnya peran ilmu dalam memehami kehidupan ini, namun jika kita teliti lebih dalam dan lebih sekasama disana tersirat tentang beberapa ungkapan yang sangat mengandung makna tersebut, kata2 “berakal” “berfirkir” “Mengingat” adalah sangat identik dengan keilmuan, kata-kata tersebut adalah sinonim maknawi yang ingin diungkapkan oleh bunyi ayat tersebut, yaitu khususnya tentang fadhilah mencari ilmu.

Dan dari hadits pun banyak yang menceritakan tentang keistimewaannya, sebut saja tentang sebuah hadits yang mengatakan bahwa seluruh makhluk yang ada di laut itu akan mendo’akan para pencari ilmu, dan malaikat pun membentangkan kedua sayapnya untuk menaungi sang pencari ilmu agar terus terlindungi, dan tentunya semua ini adalah kehendak Allah Swt.

Tidak hanya itu, jika kita menilik kepada peribahasa Arab yang sangat terkenal yaitu yang berbunyi, “ Jikalau bukan karena ilmu, maka manusia akan seperti binatang”,  kita yakin bahwa apa yang diungkapkan oleh pepaatah tersbut memang sangat pas dengan urgensi sebuah ilmu dalam kehidupan manusia, orang yang tidak mempunyai ilmu, hidup di dunia ini hanyalah laksana mayit yang hidup, yang tidak mengetahui mana baik dan buruk, yang buta akan kebenaran dan mana kepalsuan, yang tuli akan mana suara sapi dan mana suara kereta api, begitulah perumpamaan orang yang menjalankan hidup ini tanpa sebuah ilmu yang mengiringnya. Adakah ia akan selamat sampai tujuan, jika jalan yang ia lalui itu banyak aral melintang, jalan curam di pinggir tebing yang dalam, duri membentang di setiap langkah di depan, malam yang penuh dengan kegelapan dan hampa rembulan, sedangkan ia berjalan tanpa alat bantu dan alat penerang sama sekali?


Darussunnah, 16 Juli 2014. 21:29, Malam yang dingin di lantai 3 asrama pesantren.


 Wassalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Komentar

Google + Follower's