@165 Puasa Sebagai Media Pembelajaran Kesabaran

Assalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Puasa adalah menahan diri dari maakanan dan minuman dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Ia merupakan salah satu bagian dari rukun Islam, artinya ia turut menjadi salah satu tonggak agama Islam. Saking pentingnya puasa ini Allah berfirman dalam Al-Qur’n surat Al-Baqoroh ayat 183 yang secara umum menggambarkan bahwa puasa itu wajib buat semua orang beriman, dan syariat ini ternyata telah berlaku untuk umat-umat sebelum kita, Islam. Lanjutnya, Allah menegaskan dalam ayat tersebut bahwa dengan puasa yng kita lakukan dengan ikhlas dan semata-mata mengharap ridho Allah ini bisa membawa kit semua menuju derajat muttaqien atau orang-orang yang bertakwa.

Rasulullah Saw. bersabda, “ Barangsiapa yang berpuasa bulan ramadhan karena iman dan mengharap Ridho Allah maka akan aku ampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari) melihat dua dalil yang diungkapkan di atas yang mana keduanya sama-sama kuat ( Kitabullah dengan kemutawatir-annya dan Riwayat Bukhari dengan ke­-tsiqoh-annya ), Allah Swt. Memberikan informasi kepada umat manusia sekalian, khususnya umat islam ini tentang besarnya fadhilah yang bisa diperolah dari puasa bulan Ramadhan ini. Dua keistimewaan itu adalah Jaminan menjadi orang bertakwa dan jaminan terampuninya dosa-dosa kita yang telah lampau.

Namun, disamping itu, tampaknya ada dua poin besar yang sangat berperan untuk menjadikan puasa kita ini menjadi optimal dan meraih hasil yang memuaskan, yaitu jika amalan puasa tersbeut dilakukan karena IMAN dan MENGHARAP RIDHO ALLAH SEMATA, inilah dua poin besar itu yang harus kita praktikkan dalam puasa kita, agar nantinya puasa yang kita jalani menjadi puasa yang bisa la’allakum tattaqum dan gufira lahu ma taqoddama min dzanbihi. Mengenai penjelasan dua poin tersebut, berikut penjabarannya ;

1.      Iman, yang dimaksud dengan kita berpuasa karena Iman adalah kita mempercayai betul bahwa puasa yang Allah wajibkan kepada kita umat Islam ini itu datangnya mutlak dari Allah, kita harus percaya betul bahwa Allah telah menurunkan syari’at ini dengan melalui perhitungan yang amat rinci dan sarat akan kemaslahatan buat manusia. Maka kita sebagai manusia, harus menerima dan menjalankannya dengan sepenuh hati.

2.      Mengharap Ridho Allah, artinya kita melkukan ibadah puasa ini karena hanya mengharap ridho Allah semata, percayalah bahwa jika kita melakukan semua ini dengan ikhlas dan semata-mata karena Allah, maka kelak Allah akan menggantinya dengan ganjaran pahala yang besar dan sangat membhana! Semua amalan itu pahalanya buat manusia, kalkulasi ganjarannya pun bis diketahui oleh kita lewat beberapa nash, akan tetapi Puasa itu adalah untuk-Ku, dan kelak Aku-lah yang akan membaslasnya. Begitu firman Allah dalam sebuah hadits qudsi.

Kemudian diantara hikmah yang bisa kita petik lewat puasa ini adalah kita bisa belajar untuk mengenal lebih dalam makna KESABARAN. Tidak-makannya kita dari pagi hingga sore itu memerlukan kerja dan niat yang ekstra, menahan diri dari musuh terbesar kita yaitu hawa nafsu itu bukan pekerjaan yang ringan, maka dari itu, berpuasalah dan belajarlah bersabar!


Darussunnah, 16 Juli 2014. 17:36, Sore yang diiringi bulir hujan membasahi tanah pesantren.


 Wassalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Komentar

Google + Follower's