@169 Besarnya Al-Qur’an

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته


Al-qur’an diturunkan sebagai petunjuk buat manusia, sebagai pelita dan sebagai pemecah solusi. Ia abadi dan tak akan pernah surut kemukjizatannya, mereka yang menentangnya adalah orang-orang yang  celaka, dan mereka yang ingin mendalaminya merekalah yang mampu mersakan betapa manisnya sari pati Al-Qur’an.

Al-Qur’an bukan hanya senandung lagu, ia juga bukan senandung puisi, atau ia bukan deretan syair, ia lebih dari itu semua dan mencakup segalanya, nada-nadanya yang begitu merdu mampu membuat mereka yng beriman wajilat qulubuhum, mereka seakan mengerti betul apa pesan yang ingin disampaikan oleh Al-Qur’an, Al-Qur’an yang tiada bandingannya itu bisa membuat kita terlena akan kebesaran-Nya, mampu membuat siapa yang berkonsentrasi untuk mencapai hakikatnya terjaru biru melihat keagungannya, itulah Al-Qur’an.

Umat-umat Islam terdahulu merupkan sample manusia terbaik sepanjang zaman, khusunya pada masa Nabi Saw. Allah berikan mereka sebuah kitb yang amat besar berikut sunnah yang sungguh mulia pengaruhnya untuk kemajuan bangsa mereka, mereka adalah umat yang mendengar lalu melaksanakan apa yang dia dengar dari kebaikan, merekalah umat yang benar-benar kan berjaya dunia-akhirat. Ya Allah jadikan kami seperti mereka.

Maka berbeda halnya dengan keadaan zaman belakangan ini, saya hidup di tahun 2014, dimana umat islam sudah mencapai umur 15 abad, dan penduduknya pun sudah 1 miliar lebih,  namun begitulah, dunia semakin lama semakin usang, bukan hanya dunia yang kita tinggali saja, manusia-manusianya pun sudah mulai usang dan rapuh imannya. Al-Qur’an yang dengan izin-Nya masih tetap sama seperti Al-Qur’an yang dulu dikaji dan diprektekkan oleh umat-umat terdahulu, hanya saja banyak sekali manusia muslim saat ini yang tidak mengenal lagi apa itu Al-Qur’an, yang mereka tahu hanyalah bahwasanya Al-Qur’an dalah sebuah kitb agama umat islam, ia diturunkan sebagai penuntun dan sebagai pemecah solusi umat, mereka mempercayai hal itu dan mereka tidak meyakininya. Mengapa saya mengatakan demikian karena begitulah realita mengatakn.

Paham materialistis yng asal-muasalnya disuung oleh kaum barat dan sayathinnya telah banyak merusak akidah umat islam, kita lebih suka mendengarkan acara-acara pertelevisian dari pada membaca kitab suci Al-Qur’an, kita lebih senang mendengarkan musik berikut alunan merdu suara penyanyi perempuan yang mendayu-dayu daripada duduk mengkaji itab suci Al-Qur’an, kita lebih bangga ketika mereka bisa menghafal lirik lagu group band ternama daripada bisa menghafal ayat-ayat suci nan indah dalam Al-Qur’an. Maka kebikan apalagi yang bisa kita harapkan?

Subhanallah, Maha Suci Allah Zat Yang Menurunkan Al-Qur;an tanpa cacat sedikitpun. Mari saudara-saudara, kita men-sadarkan diri kita kembali, sudah seberapa jauh jarak antara kita dengan Al-Qur’an, sempatkah kita untuk berdiam sejenak di pojok ruangan untuk menghafal Al-Qur’an, pernahkah kita terdiam sejanak untuk menikmati indahnya tilawatul Qur’an yang dilakukan oleh para imam-imam, pernah kita ketika tengah mmebaca Al-Qur;an hati kita tersentuh lantas trenyuh lantaran makna-maknay yang tesirat di dalamnya berhasil menohok hati kita, atau mungkin hati kita yang sudah mengeras laksana batu di pegungungan, yang jangan untuk menghafal, membacanya pun kita laksana baca koran saja?

Allahummar hamna bil Qur’an Waj’alhu lana imaman wa nuuran Wa hudan Wa Rahmah...


Warung Berkah, 19 July 2014. 17:51, sore menjelang maghrib yang semua makhluk tengah tunduk akan kebesaran-Nya.



 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's