Busyra! Li Huffadzil Qur'an!

Seorang ulama salaf berkata : "Jadikanlah Al-Qur'an sebagai pedoman"

Dalam sebuah hadits disebutkan : "Tidaklah suatu kaum berkumpul si suatu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), mereka membaca kitab Allah dan saling belajar di antara mereka, kecuali Allah menurunkan ketenangan kepada mereka. Mereka diliputi rahmat, dinaungi malaikat, dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang di dekat-Nya ( malaikat)." ( HR. Muslim dan Ahmad )

Abdullah bin Mas'ud berkata, "hendaknya seorang pengemban Al-Qur'an : memperhatikan malamnya dengan qiyamul-lail di kala orang lain terlelap dengan buaian mimpi dan tidur , dan memperhatikan siangnya dengan shaum (puasa) di kala manusia berbuka. Memperhatikan sedih dan dukanya di kala oranglain bergembira ria dan rintihan tangisnya di kala orang lain tertawa terbahak-bahak. (Lebih banyak) diam membisu di kala orang lain bercengkrama. Khusyuk di kala orang laib larut dalam khayalan.

Fudhail bin Iyad berkata: "penghafal Al-Qur'an adalah pembawa bendera Islam. Sangat tidak layak baginya larut dalam senda gurau sebagaimana orang-orang yang bersenda gurau, dan tidak layak baginya larut dalam kealpaan seperti orang yang alpa. Tidak layak juga baginya larut dalam kelalaian dan permainan bersama orang yag lalai.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Jabir bin Abdullah ra. : bahwasanya Nabi Muhammad pernah mengumpulkan dua jasad orang yang syahid dari para syuhada Uhud dalam satu lahat. Beliau bertanya, "siapakan di antara keduanya yang paling banyak hafalan Al-Qur'annya?" Jika ditunjuk salah seorang dari mereka, maka beliau akan mendahulukannya ke liang lahat.

Dan masih banyak lagi.

Komentar

Google + Follower's