Daya Menulis Yang Meledak-Ledak Menghasilkan Jutaan Serpih Manfaat!!!

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Meluangkan waktu kosong dengan menulis memang mengasyikkan. Dengannya kita bisa melatih kata dan mengisi makna. Banyak manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan menulis, di era modern dewasa ini, kegiatan menulis merupakan bahasa komunikasi antar sesama yang amat jitu selain dengan oral. Maka satu hal yang bisa mengantarkan kita mendapatkan komunikasi sosial yang efektif saat ini  adalah dengan memperbaiki daya dan esensi kekuatan tulisan kita.

Menulis adalah bagaimana cara kita menggambarkan sebuah gagasan yang bersarang di kepala di atas sehelai kertas, menuangkan ide yang bergejolak di dada ke atas lembar putih, atau mengeluarkan yang bergejolak di dalam hati lewat guratan pena yang menggaris aksara untuk kemudian ditilik lebih lanjut bagaimana perihal rasanya.

Seorang penulis adalah sosok yang bisa berarti banyak. Ia bisa menjadi pahlawan, penjahat, penolong, pendobrak, dan lain sebagainya. Dikatakan bahwa di negeri Adidaya Amerika Serikat  bahwa komunitas jurnalis merupakan sosok yang ditakuti keberadaanya, karena lewat tangannya berjuta rahasia milik Negara bisa dobongkar hanya dengan menorehkan beberapa kata saja di atas media pemberitaan. Kicaunya begitu menggema dan mampu mendirikan bulu roma.

Seorang penulis seperti Michael Hart, penulis 100 Tokoh Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah, telah berani dengan lantang mengumandangkan satatement penilaian para tokoh dunia dengan berurutan sesuai pengaruh dan hasil sumbangsihnya kepada sejarah, beliau dengan kepiawaiannya dalam ilmu sejarah melakukan dengan rentetan argumentasi yang menakjubkan! Maka, sontak saja buku tersebut selain menjadi buku ensiklopedi tokoh sejarah dunia yang laris di pasaran, juga mendapat sambutan pujian, plus protes kontroversial dari berbagai pihak.

Seorang penulis Dewi Lestari dengan kelihaiannya bisa menggabungkan sebuah kisah percintaan, persahabatan, perjuangan, dan kesetiaan menjadi satu tertuang dalam Perahu Kertas-nya. Maka ketika novelnya yang begitu laris itu diangkat ke layar lebar, jutaan pengunjung ikut terseret ternhanyut menyaksikan kisah tersebut. Belum lagi dekat-dekat ini, masih dengan penulis yang sama dan novel berbeda, Supernova. Gabungan cinta dan sains yang merupakan tema besar perfilman novel ini telah menjadi mahakarya yang mampu menarik minat jutaan pasang mata insan Indonesia untuk sekedar menghayati jalannya kisah tersebut.

Begitu juga dengan apa yang dialami oleh penulis kesohor seperti Habiburrahman, Asma Nadia, Buya Hamka, Andrea Hirata, dan banyak lainnya. Yang dengan menulis akhirnya mereka bisa menciptakan kata-kata dalam hati yang tersembunyi, menjadi tontonan umum yang bisa dirasakan oleh semua pihak.

Masih banyak lagi kisah tentang kehebatan dan manfaat raksasa yang dihasilkan dari kegiatan menulis. Apalagi jika kita mentakzimi betul apa yang dikatakan Pramoedya Ananta Toer bahwa tulisan bisa mengabadikan kita!

Maka menulis kiranya amat berguna bagi mereka yang tengah berada dalam kekosongan, gunakan waktu dengan mengalirkan kata-kata menjadi sebuah makna yang terbentang di atas lembaran cerita!
Maka bisa dibayangkan, jika saja kita diberi waktu 3 bulan untuk melakukan liburan kampus, bisalah kita gunakan untuk mengasah naluri kepenulisan kita, atau mempertajam ujung pena kita agar setiap kata yang keluar darinya bisa dengan mudah menghunjam dada pembaca, dan akhirnya keterkaparan mereka-lah yang menjadi harapan terbesar kita.

Terus berkarya bukan demi popularitas semata, tapi karena disanalah letak kesenangan dan timbulnya jiwa pengabdian kita, jadikan layaknya sebuah baju bagi tubuh manusia, yang tanpanya bisa menjai aib.


Menulis atau ditulis... untuk kemudian menjadi abadi...! J (An-Naml, 02 Januari 14, 16:34)


 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's