Mencata Apa Yang Baru Anda Ketahui Barusan!

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Saya telah jauh hari beritikad kepada diri sendiri untuk menulis/mencatat ilmu dan pengetahuan-pengetahuan baru di atas lembaran kertas atau sejenisnya. Hal ini saya lakukan karena beberapa faktor :

pertama, karena tulisan tersebut kelak yang akan mengingatkan saya jika saya melupakan ilmu tersebut. Dan dengannya mungkin saya bernostalgia.

Kedua, karena dengan cara tersebut ilmu bisa tersimpan dengan bagus. Ilmu itu bagaikan buruan, maka tulisan adalah tali kekangnya. Maka, agar tidak terlepas dan kabur, kita harus mengikat buruan yang kita tangkap tersebut dengan tali kekang yang kuat dan kokoh.

Ketiga, karena ilmu yang sudah kita bungkus rapi dengan tulisan tersebut bisa menjadi investasi masa depan. Kelak, ketika ada anak atau murid kita yang menginginkan sebuah ilmu yang telah kita pelajari dulu, maka tinggal kasih saja lembaran yang telah tersimpan itu. Ataupun kelak, ketika kita sudah tiada, ia bisa menjadi saksi bahwa kita telah belajar dengan giat semasa hidup, ya buktinya dengan adanya tulisan tersebut.

Yang ketiga ini yang amat bernilai harganya. Pramoedya seorang penulis yang legendaris berkata bahwa “Menulis bisa menjadikan kita abadi”. Begitupun Hamka dalam sebuah rekaman ceramah nya beliau mengatakan bahwa manusia jika telah tiada maka yang sisa adalah kesannya. Di antara salah satu cara kita memberikan kesan yang baik, kata beliau, adalah dengan membuat bekas tangan (tulisan) bermanfaat buat orang lainnya.

Subhanallah...

Mari melihat dengan mata yang jernih. Mendengar denga  telinga yang tajam. Saksikan, perhatikan, dan simak. Lalu catat. Abadikan. J


Kampus PTIQ, Rabu 18 Februari 2015. 08:12

 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's