Mengedepankan Penyesalan

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته


“kata banyak orang penyesalan itu datangnya dibelakang, namun saya mengatakan, apakah tidak bisa untuk dikedepankan tanggal mainnya, sehingga bisa dilihat gambarannya, dan kita bisa menyadari betapa pahitnya penyesalan?

bisa. caranya adalah dengan menyaksikan saksi sejarah penyesalan itu sendiri. kita cermati dalam-dalam dan hayati dengan saksama, bagaimana generasi sebelum kita telah banyak musnah ditindas kejamnya kancah perjuangan hidup, banyak dari mereka raib dilindas roda perlombaan yang amat sengit dan memunculkan ribuan kubik keringat dan darah kesungguh-sungguhan. Mereka kewalahan menghadapi masa depan, karena lalai mempersiapkan hari kemudian, lupa akan betapa ketatnya senjata dan medan perang yang harus dihadapi.

Masa muda yang senggang dan penuh dengan energi gemilang luput mereka gunakan untuk ditabung dan disalurkan menjadi sebuah perbendaharaan masa tua kelak. Jutaan detik dicecer begitu saja, tandas nyaris tanpa sisa, terbuang cuma-Cuma. Mereka bisa dikatakan kalah dalam pertarungan ini, berleha-leha dan sedikit daya juang membuat mereka kelelahan menghadapi masa tua, maka tugas kita untuk mengambil pelajaran dari semua! 

Sebagai misal adalah apa yang di alami salah seorang yang dekat dengan saya. Ia yang kini tengah berumur 50 puluhan tengah giat-giatnya belajar ayat suci al-Qur’an kepada saya. Dasar orang tua, laksana kata pepatah, “belajar di masa tua bagai melukis di atas air”, ia belajar memang dengan penuh semangat, tapi usia yang tak lagi muda itu seakan menghilangi greget aksi belajarnya. Maka kemudian dia bisa, tapi perlahan. Jauh jika dibanding dengan mereka yang mampu “mengukir di atas batu.” Maka gunakan waktu dengan baik mulai dari sekarang.

Kita yang masih muda, masih begitu banyak waktu yang bisa dijual dengan harga setinggi-tingginya, mari gunakan untuk perniagaan yang amat menguntungkan ini. Musuh hebat tengah menyiapkan pedang dan kuda-kuda lincahnya untuk menerjang kita, tugas kita adalah mempercantik strategi, menghunus pedang, melatih prajurit bermental baja, lalu serang dan tebas mereka di subuh buta!

Allahu Akbar!”

Jakarta, 04 Januari 2015. 08:50



 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's