Teruslah Menulis . . .

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Mengapa aku terkadang malu untuk membubuhkan kata lalu dipertotonkan kepada khalayak. Padahal aku ini masih ber-satus sebagai pelajar, yang jelas, kekeliruan dan kesalahan masih akan terus melekat. Dan, selama kita masih menyandang gelar manusia tampaknya akan selalu menjadi yang tak sempurna. Insyafi kelemahan, maka dengannya bisa diraih kemuliaan.

Menulislah, dan jangan hiraukan apa yang akan orang katakan terhadap tulisanmu. Perhatikan yang kau anggap sebagai masukan dan mungkin bisa menjadi motivasi untuk lebih baik, namun tertawai saja mereka yang hanya mampu mengkritikmu padahal ia tidak lebih beruntung dari nasibmu. Dan ingat,sebuah keniscayaan bahwa orang yang baik akan bisa memperlakukan karya orang sesuai dengan porsinya.

Teruslah menulis, karena dengan menulis kau telah mengenalkan ide kepada dunia. Coretan tangan yang kau gubah di atas kertas itu adalah ide-ide yang sebenarnya masih abstrak dan tak bisa dibaca orang, namun kau telah berbaik hati mau mengeluarkannya sehingga ia menjadi terang dan benderang.

Pahami sebuah proses, sadari bahwa tak ada yang instant dalam hidup ini. Akan terus ada tahap-tahap dimana manusia akan jatuh dan bangkit kembali, lalu trejatuh dan bangkit kembali, sampai akhirnya akan benar-benar tiba di puncak yang diimpikan.

Mulai lah mengirim gagasan ke media, agar manfaatnya bisa lebih merata. Dunia mungkin menunggu orang-orang seperti anda keluar dari tempat persembunyian-nya. Tajamkan mata pedang lalu libas apa yang dirasa hanya akan menjadi penghalang saja.

Menulis, dan jangan ada harapan untuk berhenti. Kata-kata akan selalu berkembang setiapharinya. Semakin anda menulis, itu berarti semakin banyak ide yang bercokol di balik tempurung kepala anda. Terus menggoreskan jari-jemari di atas tuts-tust keyboard, ciptakan komposisi kalimat yang bermakna, maka anda akan menjadi berharga.

Dan, semoga saja iktikad ku terus berjalan semestinya. Meski untuk menjadi mulus tidak bisa, tapi semoga saja usaha dan tekad yang membaja bisa memperkokoh ghirah untuk terus melibas rasa malas. Membungkam rasa sungkan dan malu untuk terus tampil dan unjuk tulisan (karena unjuk gigi sudah lumrah).

Diantara target ku yang harus kupenuhi setiap harinya, salah satunya adalah dengan menulis minimal satu halaman setiap hari. Menulis entah apa saja. Mau puisi, cerpen, berita, atau sekdar catatan harian yang ringan-ringan semisal ini juga tidak apa-apa. Intinya menulis, dan jangan melewati hari tanpa-nya.

Memang dibutuhkan banyak bahan bacaan plus kosa kata yang akan memperkaya bobot tulisan, dan kini aku tengah menyelaraskannya. Menyamai laju tulisan dengan melimpahkan tenaga untuk mengais kosa-kata dalam lembar-lembar pustaka. Semoga saja aku bisa mendapatkannya. Meski saat ini masih tidak tampak buahnya (sebenarnya sudah ada, namun kurang memuaskan), namun suatu saat kelak, saya yakin, bahwa apa yang telah kusemai akan membuahkan hasil juga, tentunya dengan izin-Nya.


 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's