Untuk Meraih Kemulian Dibutuhkan Perjuangan Yang Tak Murahan

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Biasakan untuk melakukan kebaikan, meski hati anda terkadang menolak untuk melakukannya. Jangan terlalu di risaukan jika dalam saat-saat kehidupan anda ada bisikan yang menyuruh anda mundur dan mendorong anda mengibarkan bendera putih. Terus melaju dengan teguh dan susuri bumi dengan semangat membara, sehingga yang melihatmu itu seakan tak percaya dengan apa yang kau lakukan, kau begitu nekad dan bergairah sekali dalam menebarkan kebaikan.

Kebaikan butuh keberanian. Kemuliaan itu barang mahal, maka untuk mendapatkannya juga dibutuhkan cara dan perjuangan yang tidak murah. Banyak kita dapati sebuah permasalahan yang cukup mengerikan hadir dalam kehidupan kita, wujudnya yang seram dan mencekam itu mampu membuat hati bergidik ketakutan. Masalah yang terus dibiarkan malah akan meraksasa dan akhirnya menghimpit hidup kita tanpa kesudahan. Dan itu, amat tidak nikmat.

Sebagai contoh, anda masuk ke sebuah perguruan tinggi berbasis al-Qur’an. Dan hebatnya, semua mahasiswa yang ada di sana diwajibkan untuk menghafal Al-Qur’an 30 Juz tanpa terkecuali. Anda selaku manusia yang normal bisa memilih dua jalan, maju atau berhenti.

Bagi mereka yang menginginkan kemuliaan dalam hidupnya maka ia akan memilih maju. Bagi mereka yang tidak terlalu tertarik dengan prestasi kemuliaan hidupnya, akan lebih memilih mundur. Orang yang memilih maju akan banyak menghadapi macam-macam tantangan dari arah yang terduga, namun kelak ia akan reguk kemuliaan hidup, ia bakal dikenang dan namanya akan selalu menyala di sanubari sejarah. Begitu dengan yang memilih mundur, ia akan merasa tenang dan rintangan hidup amat jarang mengunjunginya, sehingga hidupnya seakan terasa nikmat tiada tara, karena dengan demikian mungkin ia bisa menertawai atau setidaknya duduk di atas dipan-dipan sambil mengobrol bersama teman se pemikirannya, sambil sesekali memperhatikan mereka yang memilih maju dan sibuk dengan tugas yang melimpah ruah. Tapi amat disayangkan, yang memilih mundur ini tidak menyadari dan tidak peka dengan nikmat waktu, kesenangan yang ia geluti itu sebentar lagi akan sirna ditelan masa, ia tak ubahnya tengah membesarkan singa di dalam rumahnya, dan ketika singa tersebut besar dan dewasa, ia akan menerkam penguninya. Nikmat waktu yang disediakan disia-siakannya dengan hal yang tak membawa manfaat sedikitpun.

Dan masih banyak contoh lainnya. Seperti anda, yang tengah menjadi mahasiswa, mau tidak mau harus tampil berbicara di depan publik, hati dan nafsu busuk anda pasti bakal menghasut dan menjerat anda agar tidak usah tampil, biarlah orang lain saja yang unjuk suara. Maka dengan demikian, jika memperturuti hawa nafsu, anda akan terkcuilkan dan hanya akan didik menjadi seorang pengumpat ulung, yang hanya bisa mengeluh di belakang panggung, namun kelu tatkala berdiri di podium.

Tapi, jika anda memilih untuk mencoba, meski rasa takut begitu mengungkung dan meremukkan mental, bergetar dan bahkan ter-kencing-kencing, itu tidak menjadi masalah, karena yang terpenting anda sudah berani mencoba.


Coba, coba, dan coba terus. Meski lidah sering kelu, wajah kadang tersipu, kaki kenyang akan tubrukan undakan, terserimpung dan terjerambab, bahkan bukan hanya bersimbah peluh,  sekalpun dahi anda yang mulus itu pernah mencium tanah keras di jalan, maka jangan berhenti untuk berusaha, berusaha untuk mencoba.


 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's