Blog sepi, kasihan pengunjung setia!

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته


Sudah lama saya tidak memposting tulisan di blog yang kece ini dikarenakan beberapa kesibukan yang tidak mungkin saya tinggalkan. Huft, belum berumah tangga saja sudah sibuk, apalagi nanti jika ada istri dan anak-anak yang juga ikut meramaikan kegiatan dan mempersibuk aktivitas? Bagaimana? Nah, mumpung masih muda, mumpung masih ada waktu sibuk untuk belajar, nanti kalau sudah menikah tak akan lagi bisa belajar se leluasa masa-masa mereguk ilmu di bangku kuliah. Sibuk belajar itu urgen! J
Tidak mengisi konten blog bukan berarti berhenti menulis, membiarkan tangan tidak lagi melompat gesit di atas tut-tut keyboard, tidak. Se pekan ini saya sibuk dengan makalah kuliah yang datang bertubi-tubi menyita waktu. Se pekan ini saya sibuk dengan ini dan itu, sehingga membuat saya tidak sempat membuka dashboard blogger kemudian menambah entri lalu mem-publish­ nya, saya tetap menggoreskan coretan-coretan di atas lembar-lembar yang beragam. Karena ini sumber keabadian saya. Dengan menulis saya seakan meneken sebuah kontrak perjanjian yang bakal mengabadikan eksistensi saya di muka bumi. Lain hal jika saya tidak menulis sama sekali, apa yang akan dikenang!?

Setidaknya kemarin saya baru diberi kesempatan untuk menjadi presentator di mata kuliah Sejarah Tafsir Indonesia, tepatnya kebagian mengulas seputar tafsir H.B. Jassin yang berjudul “Al-Qur’anul Karim Bacaan Mulia”. Presentasi tidak sekedar presentasi, ditambah dengan menyajikan sebuah makalah ringkas berjumlah 10 lembar sebagai suguhan istimewa buat audien di kelas agar pemahaman yang dicita-citakan bisa sampai ke hati pembaca dengan maksimal!

Dan benar, H.B. Jassin, Sastrawan yang sekaligus menjadi mufassir ini telah tenggelam dalam nikmatnya samudra al-Qur’an. Dikarenakan beberapa peristiwa yang kian menghimpit hidupnya, meninggalnya istri tercinta dan intimidasi kaum komunis dengan Lekra-nya saat itu, telah membuat dia lari untuk menjemput obat dan penawar kegelisahan, yakni al-Qur’an.

Ia pula yang lantang membantah ungkapan kaum komunis bahwa novel Hamka Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk sebagai hasil plagiat karya orang barat (kalau tidak salah nama karya tersebut adalah Magdalena). Karena itu ia menjadi buruan anak panah kaum komunis yang saat itu diberi keleluasaam bernafas oleh Soekarno.

Al-Qur’an yang kaya hikmah ia selami, ia langlangbuanai, ia renungi kedalamannya, ia takjubi dan ia saluti, ia kagum dan terpukau, ia yang sastrawan terkesima dan termangu menyaksikan betapa sastrawi nya al-Qur’an, kemudian ia keluar dari gua perenungan, beranjak ke muka bumi setelah berasyik masuk dengan alam pikirannya dengan membawa sebuah terjemah-kalau enggan disebut tafsir- berwajah puitis! Terobosan yang indah dan patut diperbincangkan!

Sebelumnya juga ditugaskan untuk mengkaji wacana tafsir kontemporer terkait pembahasan Radikalisme Negara Islam dalam bentuk power point. Dan sekian-sekian lagi.

Rajinnya saya mendapat cobaan hidup membuat saya terpaksa menulis sebuah catatan pribadi yang tak mungkin disebarkan di ruang publik seperti blogger. Saya bukan lah Raditya Dika yang pede menampilkan slide-dilde kehidupannya dengan bangga sampai ke akar-akarnya di atas board di dinding internet. J ini masalah privasi.

Akhirnya, sebagai penutup kata, saya meminta maaf jika ada pengunjung yang telah kian lama menunggu update-an terbaru blog ini. Intinya saya tetap menulis. Semoga bisa konsisten. Menulis tak butuh teori, ia hanya butuh latihan yang sering saja. Tak ada kaidah yang baku yang mampu mengalahi kokohnya istiqomah dalam menghancurkan dinding penyekat, dia hanya sebagai pembantu saja, bukan penentu! Semoga bisa dimaklumi.

Dan, teruslah membaca! Dan, Teruslah menulis!*

Darus-Sunnah, Kamis 30 April 2015, Pkl 18:55.


Oiya! Ini juga sebagai tulisan penutup bulan April tahun 2015. Semoga bulan depan bisa lebih giat dan bisa tambah rajin. Dan yang dibahas bisa bertambah serius, semakin memiliki esensi yang urgen, semakin bisa membawa angin pembaruan, semkin bisa bermanfaat banyak buat pembaca sekalian! (ini yang terpenting). Khariun Naas Anfa’uhum Linnaasi.

Dan semoga, termasuk menjadi yang beruntung, yakni menjadi golongan yang memasuki harinya dengan kiprah lebih baik dari hari kemarin! Amien... J

#Ibid, 19:01
#Sebetulnya tulisan yang tertulis "J" itu adalah emo :) di Mc.Word, namun Blogger tidak mengindahkannya, biarlah! :)


السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's