Tenangkan Hati, Kondusif-kan Situasi, Menulis-lah...!

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
  
Menulis adalah ritual suci yang bisa dilakukan oleh semua manusia dari berbagai lapisan. Untuk bisa menulis tidak ada syarat mutlak yang diwajibkan untuk memenuhinya. Siapkan pena dan gores sesuka jiwa, biarkan mengalir dengan deras, tumpahkan segala rasa yang selama ini hanya memendam di dada saja. Anda sudah menulis.

Mengapa saya katakan bahwa menulis adalah sebagai salah satu ritual suci? Menulis dengan keajaibannya yang dimilikinya bisa membuat manusia menjadi lebih abadi dari sekedar abadinya susunan tulang dan tumpukan daging yang melekat di tubuhnya.

Menulis yang juga identik dengan penyebaran ilmu mampu menjadikan kegiatan ini menempati posisi mulia, karena tanpa kita sadari sebuah peradaban tak akan mampu bersinar begitu gemilang tanpa ada sumber tulisan yang cemerlang dan autentik.

Islam misalnya, kalaulah tidak ada al-Qur’an sebagai tulisan yang sarat inspirasi sebagai rujukan dan pedoman kehidupannya, maka tak akan berkilau begitu secemerlang saat ini. Susunan kata dan kalimatnya yang penuh kekuatan mampu menggelorakan semangat bangsa Arab yang mulanya hanya dikenal sebagai orang gurun yang tak dikenal sejarah mampu berkuasa jauh sampai ke Spanyol dan Afrika.

Demikian, sekilas tentang tulisan. Tulisan yang indah dan penuh makna serta kaya daya pikat mempunyai nilai lebih di hati para pembaca. Ibarat kata-kata yang manis yang keluar dari bibir sang kekasih, ia akan melesak masuk ke dalam jiwa sang kekasih dengan lembut dan meninggalkan kesan mengasyikkan.

Atau ibarat seorang pimpinan pasukan, dengan kata-katanya yang lantang dan membahana, mampu menggetarkan hati pasukan untuk berjuang dengan semangat yang membara. Untaian kalimat yang keluar laksana cemeti yang mencambuk kesadaran prajurit agar terus maju melibas lawan sampai tetes darah terakhir demi membela negara dan tanah air.

3 Cara Memperindah Tulisan

Setidaknya ada 3 langkah yang bakal mempercantik tutur kata kita di atas kertas, merampingkan bentuk tubuh tulisan, meningkatkan daya rangsang pembaca saat mencoba menyetubuhi goresan pena kita yang hitam dan molek dipandang.

Pertama, Kondisi Hati yang tenang.

Menulis adalah rangkain kegiatan mengeluarkan suara yang aslinya bersemayam di dalam hati menjadi rentetan kata-kata. Inspirasi dan semua yang berkecamuk dalam hati bisa muncul ke permukaan sebagai tulisan dengan bentuk yang amat beragam. Ada yang menggelegar, mempesona, membangun, memikat, bahkan ada juga yang berwujud biasa saja tak indah dirunuti aksara-aksaranya dan hanya akan menimbulkan kebosanan semata.

Atas dasar ia keluar dari hati, maka pengkondisian warna hati agar memiliki tampilan semenarik mungkin merupakan bagian terpening yang tak bisa dilupakan. Panorama yang berlangsung di hati akan berpengaruh banyak atas rupa tulisan yang akan kita gubah. Semisal kita ingin mandi menggunakan air dalam tandon/drum di atas rumah, agar air yang sampai ke kita bersih hal yang terutama harus diperhatikan adalah bahwa sumber dimana kita mengambil air itu harus senatiasa dibersihkan dan dipelihara sebaik mungkin. Berikut selang penghubung yang rajin dibersihkan.

Singkapkan permasalahan yang mengganjal dan cari solusinya terlebih dahulu sebelum anda melakukan ritual suci menulis. Tebas jelaga-jelaga yang mendekam di sudur-sudut hati, kemudian berkaryalah. Dengan demikian Insya Allah rangkaian kalimat yang keluar pun menjadi lebih teratur dan lebih bisa diterima oleh hati banyak orang.

Kedua, Situasi yang nyaman.

Bisa berupa waktu, carilah momen yang pas dimana hati terdalam anda mengatakan siap dan mengangguki kesangupannya untuk membantu tangan-tangan anda menari di atas not-not keyaboard, mengruai rasa menjadi tulisan yang bermakna.

Bisa berupa tempat, carilah lokasi yang pas dan sreg yang menurut hati anda semua semesta akan mendukung kualitas tulisan anda jika anda melahirkan karya di tempat tersebut. Cari ketenangan situasi, jauhi hingar-bingar sekitar anda, kecuali jika anda adalah orang yang pandai bermeditasi di riuh-ramainya aktivitas manusia.

Adalah lebih utama kalau anda mau mengagendakan keduanya. Buat daftar dimana dan kapan anda akan menulis. Seleksi semua opsi yang ada dan cari yang terbaik dari yang berkualitas. Rutinkan dan ciptakan ketenangan saat anda berada di dalamnya, anda akan menjadi orang berbahagia.

Ketiga, Editing yang cermat.

Meski sudah melintasi dua langkah yang penting di atas, manusia tetaplah manusia, dentuman jiwa yang sudah digaungkan menjadi tulisan tidak semuanya dilakukan dengan penuh kesadaran dan kaya pengkhidmatan. Kemungkinan masih adanya kelalaian dalam rimbun kata-kata yang telah digubah masih terbuka. 

Entah itu kesalahan pengetikkan atau subtansi susunan kalimat yang kurang mengena.
Maka, solusinya adalah dengan memforsir kembali tulisan kita semenjak awal huruf tulisan kita bermulai, hingga akhir huruf yang menutup tulisan. Revisi jika ada kekeliruan, Rehabilitasi jika ditemukan kecacatan, dan balajar bijaksana menyikapi kekurangan.*

Perpustakaan Institut PTIQ Jakarta, Kamis 02 April 2015. 13:48

*Tulisan ini untuk pribadi. Mencoba menasehati diri sendiri. Yang sering khilaf dan susah berhenti meng-Khilafi diri. :)
 

 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's