Bahaya Hanya Ber-Orientasi Semata, Kosong Akan Tindakan Nyata!

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Entah apa yang terjadi pada hari-hari saya belakangan ini. Semua terasa begitu menyibukkan dan melelahkan. Seakan tak ada waktu luang untuk sejenak menyelonjorkan kaki menikmati rehat di tengah rentetan aktivitas yang bagai tak berksudahan ini.

Berbagai macam tugas, pribadi maupun kepanitiaan, yang tengah kusandang sontak menjadi kambing hitam mengapa saya menjadi seperti ini sekarang. Tumpang tindih kewajiban yang tak diiringi dengan kinerja membuat semua ini laksana bebatuan besar yang dilekatkan di balik punggung yang rapuh ini.

Rasanya berat dan meletihkan. Parahnya adalah bahwa keramaian jabat kepanitian ini terasa begitu memberatkan karena saya hanya berani berorientasi saja, tanpa kerja maksimal dan terencana.

Dengan dalih bahwa nama saya terpancang di sturkur kepanitiaan ini maka kemudian saya malah sibuk untuk memilih mana pekerjaan yang harus saya lakukan duluan. Mana yang lebih penting dari suatu yang lain. Yang mana yang harus diprioritaskan. Bagian mana yang amat urgen sehingga suatu kegiatan harus lebih diunggulkan untuk dikerjakan lebih dulu ketimbang yang lain. Dan terus demikian, tenggelam memikirkan, lupa merealisasikan.

Kesemuanya berputar mengitari akal pikiran. Keseluruhannya melanglangbuana beranjak ke sini dan ke sana. Dan semua itu masih dalam bentuk orientasi semata! Belum diberlakukan dengan mengambil langkah yang matang! Maka bagaimana hasil akan datang?

Buahnya adalah apa yang saya rasakan sekarang. Saat tugas dan kewajiban ditinggalkan justru ia akan menjadi tuntutan yang membengkak dan lama-lama akan menerkam alam bawah sadar kita.

Berpikir hanya sekedar berpikir, orang pengangguran yang kerjannya tiap hari nongkrong di area Gang Sate itupun juga bisa. Apalagi jika pikiran itu hanya bisa mengalir lebih jauh kepada pembicaraan, belum lagi mencapai kepada gerakan yang diperhitungkan! Sungguh, hanya akan menambah lelah saja. Berbicara sana-sini, dengan intonasi tinggi sarat kebanggaan, namun dalam kenyataan, ia hanyalah seorang pemalas yang berkedok pejuang berkat modal gaya pembicaraan, adalah hal yang menyakitkan dan hanya akan menarik kebinasaan semata!

Maka sungguh ini merupakan sebuah pelajaran yang berharga yang wajib saya imani hikmah yang lahir darinya. Betapa sebuah pemikiran harus direalisasikan ke dalam tingkah laku yang nyata dan bisa dirasakan di alam realita. Jangan hanya dibiarkan mendekam tenang bersemayam dalam pikiran saja, tanpa ada usaha untuk mensosialisasikannya ke dalam runut kehidupan nyata! Atau mungkin jangan juga hanya mmapu berkoar lewat kata-kata, mengatakan bahwa saya bisa untuk melakukan ini, dan saya ahli melakukan itu, namun kosong dalam merealisikannya ke dalam gebrakan langkah!

Tajamkan pikiran dan mari lakukan sesuatu! Berpikir dan laksanakan! Kurangi omong-kosong tak bernyawa, yang malah hanya akan menggiring anda menuju jurang kenistaan! Buat agenda, cicil sedikit demi sedikit kewajiban yang menjadi tanggung jawab anda. Dan mari, bersulang untuk mendayung perahu menuju pulau idaman!


Darus-Sunnah, Asrama kamar 4, Ahad 17 Mei 2015, 00:16

 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's