Konsep Kehancuran Bangsa (al-Isra’ ayat 16)

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Setidaknya ada 3 konsep yang menjadi ciri khas Al-Qur’an saat mengabadikan sebuah kejadian berupa azab yang menimpa kaum-kaum terdahulu. 3 komponen yang amat penting dan berkumpul menjadi sebuah keutuhan konsep. Konsep tersebut adalah Waktu, Sebab, dan Tokoh sebuah peristiwa penghancuran Bangsa.

Sebuah sampel, mari kita tarik surat al-Isra’ ayat 16 sebagai bahan kajian kita kali ini. Akan kita urai satu persatu dari 3 komponen tersebut terkait ayat ini.


Ayat yang berada di bagian awal juz 15 ini mengisahkan tentang pengazaban sebuah kaum lantaran mereka enggan untuk diajak berdialektika bersama, mengagungkan titah Tuhan untuk mewujudkan kehidupan yang ideal dengan balutan tauhid yang bersih lagi jernih. Mereka membangkang dan melawan.

Waktu yang ditampilkan dalam ayat tersebut adalah bahwa ia terjadi pada masa-masa setelah Nabi Nuh As. dikarenakan pada masa sebelum Nuh belum turun Syari’at, dan syari’at itu berkaitan erat dengan Rasul, sedangkan Nuh adalah Rasul Allah yang pertama kali. kejadian ini berlangsung di berbagai masa-masa yang pada intinya semua itu terjadi pasca Nabi Nuh As.

Sebab mengapa adzab itu diturunkan adalah karena mereka enggan ketika diajak untuk mnegesakan dan mengagungkan Allah Swt. Fafasaqu Fiha, mereka membangkang dan mendurhakai perintah dan ajakan Allah. Dikarenakan kesombongan yang melekat dalam dadanya, maka buram mata hati memandang, semuanya rabun tak terlihat, cahaya hidayah menjadi kabur, tak terjangkau. Maka adzab datang menyambutnya, dengan tampangnya yang seram lagi mencekam!

Tokoh yang tengah diajak berkutat dalam ayat ini adalah al-mutraf (orang-orang kaya) dalam tataran sebuah kaum. Saat seorang Rasul menegur kekeliruan yang mereka perbuat, mengajak mereka untuk menggunakan harta mereka untuk didistribusikan ke jalan yang benar, mereka malah miring dan berbelok menuju jalan yang dimurkai-Nya, menghamburkan berliannya demi memuasi rasa hedonisme nya yang tinggi. Namun demikian, harta dan kuasa telah menyulap mereka dari seorang hamba yang seharusnya merasa lemah dan hina, menjadi makhluk kecil yang sok menjadi raksasa!


Begitulah Allah memuat sekian kisah yang amat berharhga dalam antologi kalam-Nya. Semua dikemas bukan tanpa maksud dan tujuan. Semua hendaknya diambil pelajaran buat kaum-kaum setelahnya.

Kita tarik sebab dan tokoh-tokoh yang terjadi pada kisah pengazaban tersebut. Mengapa si Fulan mendapatkan perlakuan seperti itu dari Tuhan-nya. Sebab apa yang membuat mereka menerima pukulan telak seperti itu? Dan orang-orang yang diberi mata hati yang jernih akan bisa menangkap semuanya, ia akan berkonsentrasi dan berkontemplasi atas peristiwa tersebut. Lantas meraup emas dari bentangan tanah coklat di hadapan kita.

Semoga kita bisa termasuk di antara mereka. Amien... J

#Disarikan dari uraian Pak Husnul Hakim saar mata kuliah Studi Naskah Tafsir, terkhusus saat membahas Konsep Kehancuran Bangsa (Al-Isra’ : 16), di Institut PTIQ Jakarta, 11 Mei 2015.


*Darus-Sunnah. Senin, 11 Mei 2015, 23:10

 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's