السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Pak Syarif dalam mata kuliah Membaca Kitab Tafsir Selasa Pagi :

Manusia penuh dengan keterbatasan, ada beberapa hal yang tak mampu untuk dilakukan olehnya. Maka, jangan celakakan diri dengan kebodohan dalam hal ini, mengerjakan sesuatu yang sudah jelas tak akan mampu untuk menanggungnya. Rencanakan dan takar kemampuan anda dalam melakukan aktivitas yang akan anda lakukan. Sesuaikan.

Sebuah fatwa Mesir mengatakan bahwa : membawa hape yang di dalamnya terdapat aplikasi al-Qur’an digital adalah HARAM. Pernyataan seperti ini menurut beliau (Pak Syarif) merupakan sebuah keteledoran yang amat nyata! Bagaimana bisa aplikasi digital tersebut bisa disamakan hukumnya dengan mushaf.

Aplikasi tersebut berbentuk memori, sebagaimana memori yang dimiliki seorang hafidz, ia berada di dalam. Dia menjadi kalamullah yang sakral dan tidak pantas untuk dibawa ke kamar mandi atau sebagainya jikalau keluar dalam bentuk lantunan suara atau berbentuk mushaf yang bisa dipegang. Selebih itu adalah tidak terhitung. Jika memang hal tersebut dipermasalahkan, bagaimana bisa seorang hafidz pergi ke WC untuk membuang air!?

Albani dan bid’ah karpet bergaris : kekeliruan bersitidlal hadits.

Dosen PTIQ yang agak nyentrik dan cenderung buka-bukaan ini juga sempat melayangkan kritik kepada Albani, sang muhaddits kontemporer yang diklaim telah berlbihan dalam membuat sebuah keputusan. Albani dengan tegas mengatakan bahwa karpet yang bergaris yang kini dipakai di masjid-masjid di seluruh dunia itu adalah bid’ah, dengan bersandar kepada hadits shahih beliau melantangkan statementnya.

Rasulullah Saw memang tidak memakai karpet bergaris dalam ritual ibadahnya dulu, namun beliau sempat menyuruh makmum dibelakangnya agar meluruskan shafnya dan merapikannya. Hal ini jika ditarik kepada konteks kekinian, mengatakan bawha karpet bergaris itu malah membantu untuk mewujudkan apa yang Rasulullah Saw perintahakan, meluruskan shaf shalat.  Maka bukan sebuah kesalahan.

Begitulah ada suatu kaum yang terlalu bergantung kepada teks, dan ada pula yang melihat kepada semangat ajaran yang dibawa teks tersebut.  Dan yang dinamis menurut penulis adalah yang bisa memadukan antara keduanya, menyelaraskan esensi teks dan konteks yang ada.

>>> Riyadus shalilhin yang dikaji oleh kaum wahabi telah mengalami distorsi doktrin. Kitab yang dikarang oleh pemuka as-syafi’iyyah (Imam Nawawi) ini diterangkan ldengan ideologi wahabi yang anti syafi’i. Begitu pun dengan penerbit pustaka Imam syafi’i yang dalam realitanya justru menyebarkan wahabi. Sebuah paham yang mengatakan bahwa syafi’i keliru ketika mengatakan bahwa bid’ah dibagi menjadi dua.

Mengkaji al-Qur’an dengan efektif adalah dengan menyorotnya lewat tiga kacamata : Historis, Masa Depan, Empiris-Realistis.

Historis dengan cara mengkaji sebab-sebab turun (asbabun nuzul). Menyelami akar-akar permasalahan atas dasar peristiwa apa ayat-ayat diturunkan. Dengan demikian, terkadang ayat yang dirasa kurang bisa mengatasi sebuah peristiwa bisa lebih dipahami melalu konteks sebab-sebab turunnya, mengulas ulang konteks keadaan saat itu, sehingga bisa ditarik dan dianalogikan dengan peristiwa yang terjadi saat ini.

Masa depan, lihat masa depan, apa yang dikemukakan al-Qur’an mengenai hal tersebut. Keotoritatifannya dalam mengabarkan keghaiban membantu kita memahami isi dan kandungan al-Qur’an dengan sempurna. Matanglah sebuah asumsi yang menyatakan bahwa al-Qur’an bukan buatan manusia, ia murni dari Zat yang mengetahui keghaiban.

Empiris-Realistis. Al-Qur’an sengaja dalam banyak ayatnya menggambarkan sebuah kisah tanpa disebutkan waktu kejadian tersebut untuk mengabarkan kepada pembaca bahwa kisah tersebut mengandung sebuah pelajaran dan hikmah yang harus direnungi, tanpa harus terikat dengan konteks waktu.

Kisah Adam & Hawa yang diganggu oleh setan bisa diambil spirit nya oleh manusia sekarang. Manusia yang hidup di dunia ini tak bisa lepas dari gangguan setan. Setan akan selalu mengeluarkan seribu tipu dayanya. Kalau di al-Qur’an disebutkan bahwa tipuan tersebut berbentuk rayuan akan keabadian buah Khuldi, sehingga dengan dmeikian Adam terpengaruh dan memakannya, maka sekarang bisa saja ia berbentuk wanita, harta, tahta dan lain sebagainya.

Inti ajaran yang bisa diambil dari kisah tersbeut adalah bahwa apa-apa saja yang bisa menjauhkan kita dari Allah maka itu adalah ulah setan, ia akanmendatangi manusia dari kanan-kiri depan dan belakang, begitu janjinya dalam sebuah ayat!

(Syarif rahmat, PTIQ, Selasa 05/05/2015)

 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's