Simpul Bacaan Kamis 14 Mei 2015

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته 

Pranata : Sistem sosial atau adat yang mengatur tingkah laku manusia

Partikular : mementingkan urusan diri sendiri / Individualistis

Futuristik : Visioner/ terarah dan menuju ke depan

“Dengan memahami masa lalu, engkau akan menguasai masa depan” (Lao Tse)

Empat pilar berbangsa-Bernegara : Pancasila, UUD, NKRI, Bhineka Tunggal Ika (Dikutip dari kata pengantar buku Titik Temu Sunni-Syi’ah, oleh Zuhairi Misrawi)

 “Pendapat saya benar namun ada kemungkinan salah, pendapat anda salah namun mungkin saja mengandung kebenaran” (Imam Syafi’i, dikutip dari kata pengantar buku Titik Temu Sunni-Syi’ah yang di editori oleh Musthafa Rifa’i, oleh Zuhairi Misrawi)

“Manusia adalah musuh bagi kebodohan dan ketidak tahuan mereka” (Imam Ali Kw.)

Bung Karno dalam menulis kata-kata sama kuatnya dengan gaya beliau berbicara (Komentar atas pidato beliau saat meresmikan patung Ronggowarsito di depan Museum Radyapustaka Sriwedari, Sala, 11 Nov 1953. Dikutip dari Zaman Edan karya Ronggowarsito, hal. Xix-xxv)

Mengapa lelaki jika menangis yang ditutup adalah matanya, sedang perempuan menutup mulutnya? Itu karena keduanya sama-sama memaklumi kekeliruan mereka dalam bertindak. Lelaki menyesal karena kelalaiannya dalam menjaga pandangan matanya yang sering jelalatan, maka mereka menutup matanya. Perempuan menyesal karena kecerobohan mereka saat mengumbar kata, maka mereka membungkam mulutnya tatkala menangis. (Diceritakan oleh Zain Hadi, mahasantri semester 2 Darus-Sunnah, Ciputat)


(Darus-Sunnah, Kamis 14 Mei 2015, 11:19)

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's