Tafsir Ayat Nyamuk Dalam Surat Al-Baqoroh Perspektif Pak Blankon Hitam

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته


Sebagaimana lazimnya, segenap mahasiswa Ushuluddin Prodi Ilmu Qur’an dan Tafsir semester 4 pada hari Selasa terdapat mata kuliah Membaca Kitab Tafsir dengan Pak KH. Syarif Rahmat, SQ, MA. Sebagai dosen pembimbingnya.

Pada kesempatan kali ini, ayat yang dibahas adalah ayat ke 26 dari surat al-Baqoroh, dengan bunyi redaksi sebagai berikut :

Innallaha La Yastahyyi An Yadhriba Matsalan Ma Ba’udhotan Fama Fauqoha...

Dengan tafsiran bebas seperti ini : Bahwasanya Allah tidak segan untuk memberikan perumpamaan kepada manusia yakni berupa seekor nyamuk atau selainnya. Dari perumpamaan ini orang-orang yang beriman mengetahui bahwasanya dalam perumpamaan ada hikmah dan kebenaran yang dikandungnya, karena itu datangnya dari Allah, tidak mungkin Allah menurunkan kesia-siaan buat manusia. Namun, orang-orang yang kufur dan menentang akan mengatakan bahwa Allah telah berbuat kesia-siaan dengan perumpaan itu.

Dalam hal ini Pak Syarif amat menyayangkan tindakan orang-orang kafir yang mengatakan bahwa perumpamaan itu merupakan tindak ke sia-sia an belaka yang diperuntukkan manusia dari Allah Swt.
Kemudian beliau dalam menguraikan tafsir ayat ini mengungkapkan faidah-faidah apa yang bisa kita ambil dari perumpamaan nyamuk yang dituangkan oleh Allah dalam kalam-Nya.
Adapun hikmah dan pelajaran-pelajaran yang bisa didapatkan dari perumpaan yang Allah berikan untuk manusia adalah :

1.      Nyamuk adalah seekor makhluk yang mencuri hak selainnya dengan ilegal. Ia menghisap darah manusia tanpa izin yang punya. Dalam hal ini Allah ingin memberitahu kepada manusia bahwa diantara sifat-sifat yang dimiiliki manusia itu ada yang serupa dengan nyamuk. Maka, hal yang seperti ini, yang bisa merugikan orang lain adalah hal yang harus dihindari oleh mereka yang tengah menempuh jalan menuju keselamatan. Jangan tiru nyamuk (dalam hal ini) jika anda ingin sampai di tujuan!

2.      Nyamuk jika sudah gemuk, perutnya penuh hasil hisapan darah, maka ia akan sulit untuk terbang. Tubuh yang ia punya bertambah bebannya, membuat sayap-sayap kecilnya tak kuasa untuk membawanya mengangkasa. Hal ini sama dengan manusia, manusia yang gemar memenuhi ruang dalam perutnya maka akan menjadikan dirinya malas dan takaran nafsu yang ada dalam dirinya semakin berkembang tak terkira. Jika sudah demikian, ia akan selalu dicengkeram nafsu birahinya, dan susah untuk men sakral kan diri, naik menuju rabb-nya. Maka dari itu agama menganjurkan manusia untuk berpuasa. Puasa bisa mengosongkan diri dari beban-beban nafsu buruk, dengan demikian, ibaratnya nyamuk yang belum menghisap darah, ia akan bergerak lincah dan mampu terbang dengan tinggi menuju sumber poros ksejatian hidup di semesta alam, Allah Swt.

3.      Nyamuk dengan segala sikapnya yang menggangu membuat kehadirannya tidak diharapakan. Sama dengan manusia yang sering berbuat keonaran dan tdak pernah melahirkan kebaikan buat sesama, maka kemunculan batang hidungnya tidak dibutuhkan sama sekali. Buat apa coba?

4.      Namun diluar dari kehadirannya yang membuat resah banyak orang, ia justru melahirkan sebuah kemanfaatan buat manusia, menciptakan lapangan usaha yang cukup produktif. Bayangkan, ada berapa perusahan yang lahir untuk sekedar membasmi bintang kecil yang nakal ini, sudah berapa manusia yang bekerja dan meraih peruntungan di dalamnya. Apa yang Allah lakukan untuk hamba-hamba-Nya selalu mengandung hikmah tak terduga.

5.      Bahaya yang dihasilkan nyamuk yang paling berbahaya adalah aedes aegypty atau demam berdarah. Untuk terkena penyakit ini tidak ditentukan, entah itu rakyat miskin atau orang paling kaya, semuan kena. Sekali nyamuk hitam-putih yang berbahaya itu hinggap di kulit, kemudian menyuntikkan serumnya, mengejanglah ia. Terkaparlah dirinya.

Saat menguraikan jalan hidupnya, Pak Syarif Rahmat memberi kami sebuah nasehat bijak bahwa kita harus ikhlas dalam mengabdi, tak usah pamrih jika diminta bantuan, tak usah memilih mana yang lebih besar dan mana yang kecil, selama itu bermanfaat buat orang lain maka lakukanlah! Allah akan memberikan ganti yang besar tak terkira, ia datang melalui jalur yang tak terduga!

Mushalla PTIQ Jakarta, Selasa 28 April 2015.

Dilengkapi di Darus-Sunnah, 04 April 2015, 19:00

 
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's