Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Menikah? Belum Waktunya!

Hari ini keluarga besan dari saudara perempuan saya tiba, melangsungkan ramah tamah pasca idul fitri 1436 H di rumah. Segala kebutuhan disiapkan, karpet, tikar, sayur asem, buah-buahan, dan macam-macam tetek bengek lainnya. Semua harus dipersiapkan dengan matang dan istimewa, karena yang akan melawat adalah keluarga istimewa dan jarang-jarang pula kita berjumpa, begitu batin kita.
Setibanya disini kami bersalam-salaman, melepas kangen, membuka pintu maaf antar sesama jika ditemukan kekhilafan yang terbangun di antara kita selama berinteraksi mewarnai kehidupan.
Kemudian mangan-mangan, bergegas menyambut meja makan, mencangkul nasi dengan sendok, mengeruk lauk, menimba sayur asem, serta menaburinya dengan sedikit sambal. Mantap, semua sigap dan lahap. Kemudian kenyang yang bergantian menyusul, mengubah keadaan. Ngobrol-ngobrol jadi kembali bersemangat, karena perut sudah tidak lagi mengkeriut meronta-ronta meminta siraman gizi.
Saya saksikan, mengapa kedua keluarga yang berbeda ini …

Tentang Cahaya, Cinta dan Canda Quraish Shihab (Biografi Quraish Shihab) Karya

Judul : Cahaya, Cinta dan Canda Quraish Shihab Penulis :Mauluddin Anwar, Latief Siregar, Hadi Musthofa Penerbit : Lentera Hati Tempat : Jakarta Tahun : 2015 Cetakan : 1 Tebal : 340 hal Harga : 149.000 Waktu Membaca : 5 Hari 
_________________________________________________________________________________
Di usia 22 tahun, Quraish telah menulis buku berbahasa Arab, al-Khawathir, setebal 60 halaman. Hingga usia 70 tahun, Quraish menghasilkan puluhan buku yang seluruhnya berjumlah 24.251 halaman. Jika sebelum masa akli baligh (usia 14 tahun) tidak dihitung maka setiap harinya ia menulis rata-rata 1 ¼ halaman.
Sebagian besar bukunya berkali-kali cetak ulang dan menjadi best seller. Karya Quraish Shihab yang monumental adalah Tafsir al-Misbah setebal 10.000 halaman, terbagi 15 volume. Sebanyak 14 volume dituntaskannya dalam waktu kurang 3 tahun, saat Quraish menjabat Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Somalia, dan Jibuti.
“Popularitas di mata manusia bukanlah tujuan. Siapa yang …

Sekilas Tentang Novel "Ayah" Karya Andrea Hirata

Judul               : Ayah Penulis             : Andrea Hirata Penerbit           : Bentang Tahun              : 2015 (Mei) Tempat            : Yogyakarta Cetakan           : III Tebal               : xx+412 hal Peresensi         : Ja’far Tamam _____________________________________________________________________
Novel ini saya beli pada hari Selasa 14 Juli 2015 malam hari di Gramedia Bintaro Plaza dengan harga 74.000, uang adalah THR Lebaran 1426 H dari ibu terkasih Nuryamah, buku langsung saya lahap dan bisa terselesaikan pada Kamis 16 Juli 2015 jam 11:21 pagi menjelang siang. 2 hari saya mengunyah nya.
Novel Ayah mengisahkan tentang seorang Sabari, ayah luar biasa, dengan seorang Zorro, anak yang cerdas dan gemar membahagiakan ayahnya. Dan kisah tentang seorang Marlena, ibu dari Zorro dan cinta sebelah tangan Sabari. Semua dikemas dengan gaya yang tidak membosankan dan dihiasi bahsa yang lugas dan berwibawa! _____________________________________________________________________
Saba…

Tentang Rantau 1 Muara

Di sore ini aku tuntas membaca Novel Rantau 1 Muara, lunas sudah mengarungi trilogi yang ditulis oleh Ahmad Fuadi sang Pewujud Mimpi ini. Semoga menjadi pelecut semangat, pemantik nyala bara perjuangan. Apa yang ditorehkan di dalam lembar demi lembar buku ini benar-benar membuat bulu kuduk merinding, bukan karena takut, indahnya susunan bahasa dan padatnya makna serta pesan perjuangan yang tak kenal lelah tertuang dengan detail di dalamnya-lah yang mampu menggetarkan.
Berangkat dari kata-kata bijak yang dihafalnya di pondok, Alif sang tokoh utama berusaha menerjemahkannya ke dalam langkah nyata. Barangsiapa bersungguh-sungguh maka dapatlah ia. Barangsiapa yang bersabar, maka ia akan beruntung. Barangsiapa berjalan di atas jalannya, maka sampailah ia.
Dengan harapan yang bersemai dalam hati, ditingkahi semangat yang meletup-letup, dihiasi dengan energi raksasa hasil peragian kalimat-kalimat bijak dari kyai di pondoknya dengan keyakinan yang membara, Alif mampu menggapai cita-cita yang…

Ketidakjelasan, Semoga Ada Hikmah-nya..!

Dengan perasaan biasa-biasa saja aku bertanya kepada seorang gadis di malam Senin  yang gelap memberangus alam. Mengapa laut berwarna biru? Ia menjawab karena pantulan dari langit. Aku terkejut, karena yang kusangka ia akan menjawab karena itu adalah bukti nyata kedalaman laut. Aku berpikir, keduanya sama-sama benar dan bisa diterima akal sehat. Jadi tak ada yang dipermasalahkan. Namun setelah kutanya kepada Ayah, jawaban yang lebih masuk akal adalah jawaban yang menyatakan bahwa langit menjadi biru lantaran mendapat pantulan dari langit. Karena air sifatnya adalah jernih, dan ia mudah menerima pantulan dari benda-benda yang ada di hadapannya. Sedang laut semakin dalam akan menghitam, bukan membiru. Sekian. 
Warung berkah, 19 Juli 2015, 21:04
Ini adalah salinan dari chat bersama A _ _ _  demi menghilangkan penat yang bercokol di kepala.



Tiada Hari Tanpa Menulis

Tiada hari tanpa menulis. Sesibuk apapun anda menjalani aktivitas, tetap curahkan sedikit waktu untuk sekedar menggoreskan pena, untuk mencipta kata-kata. Kepandaian menulis adalah hal yang menjadi barang primer buat kaum akademik. Bagaimana setiap harinya akan selalu ada tugas yang bertautan dengan dunia kepenulisan. Maka akademikus siapapun, yang tidak gemar untuk menulis, patut dipertanyakan, seberapa serius ia menjajaki bangku perkuliahan?
Menulis tidak lengkap tanpa membaca. Merangkai kata seperti tubuh yang bergerak, untuk melahirkan gerakan butuh asupan tenaga berupa makanan dan lain sebagainya. Maka, dalam hal ini membaca merupakan gzi terbaik yang wajib dikonsumsi untuk kawula yang merasa memiliki jiwa kepenulisan. Baris tulisan di buku-buku yang kita baca memberikan penyegaran pola pikir. Untaian bahasa dan kalimat yang memukau yang kita konsumsi saat membaca amat membantu kita dalam menggalakkan pengindahan serta pengayaan kata-kata saat menulis.
Beberapa kali saya dapati,…

WRITING IS AMAZING!

Seni menulis adalah kehidupan setelah kehidupan. Manusia siapa saja, yang tekun menenggelamkan dirinya dalam samudra kepenulisan, maka ia akan memasuki pagi dalam keadaan tubuh berisi dua nyawa. Ia menjadi kuat dan kekar. Hari yang datang dihadapinya dengan tidak memikul duka. Guratan senyum adalah kawan terbaik sepanjang masa. Itu adalah kekuatan kata-kata. Betapa ia mampu untuk menggugah jiwa, memancal selera kehidupan!
Salah satu penikmat bidang ini adalah sosok fenomenal bernama Quraish Shihab, alumnus Al-Azhar Mesir, ini begitu menggilai dunia membaca dan kepenulisan. Sepanjang hidupnya ia padati dengan semangat yang membara menjajaki dalamnya ilmu pengetahuan yang tertuang dalam kitab-kitab karya bijak bestari. Dan hebatnya, semua ilmu yang beliau serap mampu ia curahkan ke dalam karya-karya yang cerdas nan brilian. Ia tidak ingin pintar sendiri. Ia ingin berbagi kebaikan kepada semesta alam lewat dunia tulis menulis yang ia geluti. Dan dia ingin menjadi awet muda selamanya, ka…

Catatan Bijak Dari Andrea Hirata

Seorang penulis tidak boleh berharap bahwa tulisanbya kelak harus terkenal dan tersohor. Tulis dengan hati yang tulus dan biarkan ia lepas mencari peruntungannya di alam bebas sana (Andrea Hirata, Talkshaw novel “Ayah”)
Cara pandai mnejadi penulis adalah terus belajar dengan cara yantg benar dan berguru kepada orang yang benar pula.dan perluaas wawasan. Serta harus mempunyai tendensi untuk menajdi pengamat kehidupan yang sejati.
Cara agar tulisan menajdi keren adalah yang “filmis” yakni menggamabr kan dalam tulisan dengan detail perhal keadaan. Misalnya naik mobil, jelaskan merk mp=obilnya apa, warna, serta siapa yang mengendarainya. Jadi seorang pembaca seakan ikut main ke dalam tulisan.
Yang pertama adalah tanyakan dalam diri anda, apakah benar-benar cinta menulis? tanyakan dalam diri apakah dia bisa hidup tanoa menulis? jika masih mengatakan ia, maka ia tidak memiliki jwia penulis. Harus ada ghiah yang meletup-letup di dalam jiwa tentang semangat menulis. 
bagaiamana sebuah tuli…

Khutbah Terakhir Ramadhan 1436 H

Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an :
“Barangsiapa melampaui batas dan mementingkan perkara dunia, maka neraka Jahim adalah tempat kembalinya. Barangsiapa takut akan posisi Tuhan-Nya serta pandai mengendalikan hawa nafsunya, maka surga adalah tempat kembalinya.” (An-Naziat : 37-41)
Melalui ayat singkat ini Allah Swt menjelaskan bahwa manusia pada akhirnya mereka akan kembali kepada dua tempat, yakni surga & neraka. Dalam dua ayat di atas pula diungkapkan ciri2 kedua penghuni surga & neraka.
Pada ayat pertama Allah menjelaskan ciri-ciri calon penghuni neraka adalah yang durhaka kepada Allah serta mencintai dunia dengan amat berelbihan.
Melampaui Batas merupakan perbuatan yang tidak terpuji dan beberapa kali diwanti-wanti di dalam kitab suci al-Qur’an. Dikisahkan dalam beberapa ayat kisah-kisah tentang mereka pada pendusta ayat-ayat-Nya.
Bisa kita saksikan sosok Fir’aun yang dengan pongahnya mengatakan bahwa dia adalah Tuhan yang merajai bumi. Semua harus tunduk pda kekuasanya …

Harapan, Harta Berharga Milik Manusia

Jangan pernah berhenti berharap. Karena harapan merupakan salah satu kekayaan terbesar yang dimiliki manusia yang harus dijaga dan dilestarikan sekuat tenaga. Harapan yang selalu bersemayam di dalam jiwa, diikuti semangat yang menggelora, maka akan melahirkan karya nyata dalam hidup
Seorang pemenang yang berhasil menjinakkan ribuan tantangan dalam hidupnya adalah berawal dari harapan. Harapan yang mendekam dalam hatinya memacu dia agar terus bergerak membanting tulang dengan segenap kemampuannya. Hal itu dikarenakan dia sadar, ada secercah cahaya menggantung di kejauhan di sana yang harus disongsong dengan perjuangan berat nan menguras bulir keringat.
Para penemu, seperti Newton, Alexander Graham Bell, Avicena, Averost, Ibnu Khaldun, Alfa Edison, Wright bersaudara, Enstein, dan lain sebagainya juga memulai menggoreskan sejarah dari harapan yang bersemai dalam jiwanya. Harapan yang tumbuh subur di dalam dirinya disirami dengan air jernih, ditaburi rabuk, disiangi, dihempaskan hama yang …

Demi Masa!

Di pagi yang bersih udaranya ini biarkan aku menoreh kata-kata, menggurat hitam di atas putih.
Waktu adalah kekayaan terbesar yang dimiliki manusia. Layaknya kekayaan, ia bisa membuat kita hebat dan bersinar, namun kerap melemahkan dan menciptakan temaram. Maka, kualitas seseorang ditentukan dari seberapa hebat ia mengatur waktu, mengendalikan dan mengapresiasikannya ke dalam kegiatan yang bernilai positif dan memiliki laba!
Ambillah sebuah contoh, yakni Issac Newton, seorang pakar fisika abad 19 yang namanya terpagut di deretan no 2 di antara 100 tokoh berpengaruh sepanjang sejarah menurut sejawan ternama Michael Hart, namanya yang kini membumbung tinggi adalah berkat kerja keras dan upaya kesungguh-sungguhanya dalam menggunakan waktu.
Pagi ia isi dengan membaca, siang menulis, malam melakukan eksperimen hasil temuannya. Semua dilakukan dengan konsisten, keringat mengucur berkesinambungan, semangat yang menyala terus membuat dirinya bergerak layaknya mesin uap yang dipadati tumpuka…

Ayok, Semangat Lagie...!!!

Di pagi yang bersih udaranya ini biarkan aku menoreh kata-kata, menggurat hitam di atas putih.

“Waktu adalah kekayaan terbesar yang dimiliki manusia. Layaknya kekayaan, ia bisa membuat kita hebat dan bersinar, namun kerap melemahkan dan menciptakan temaram. Maka, kualitas seseorang ditentukan dari seberapa hebat ia mengatur waktu, mengendalikan dan mengapresiasikannya ke dalam kegiatan yang bernilai positif dan memiliki laba!
Ambillah sebuah contoh, yakni Issac Newton, seorang pakar fisika abad 19 yang namanya terpagut di deretan no 2 di antara 100 tokoh berpengaruh sepanjang sejarah menurut sejawan ternama Michael Hart, namanya yang kini membumbung tinggi adalah berkat kerja keras dan upaya kesungguh-sungguhanya dalam menggunakan waktu.
Pagi ia isi dengan membaca, siang menulis, malam melakukan eksperimen hasil temuannya. Semua dilakukan dengan konsisten, keringat mengucur berkesinambungan, semangat yang menyala terus membuat dirinya bergerak layaknya mesin uap yang dipadati tumpuk…

HASIL BACA ZIARAH PSQ KAMIS 02 JULI 2015 (Wajah Peradaban Barat, karya Adian Husaini & Argumen Pluralisme, karya Abdul Muqsith Ghazali)

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
Wajah Peradaban Barat :
Homoseksual, sebuah realita masyarakat barat yang kontroversial. Pihak kristen awal seperti St. Agustine dan lain sebagainya amat membenci dan mengutuk perbuatan ini. Akan tetapi banyak pastur modern, yang begitu mengetahui bahwa kegiatan ini sudah merebak di Barat, dan agar Injil tidak dicap sebagai kitab kuno, maka mereka membuat legitimasi dari Gereja, membuat tafsiran-tafsiran yang amat tidak masuk akal.
Meski dalam Bibble  di Kitab Kejadian 19:4-11, disbebutkan bahwa Tuhan melaknat kaum Sodom dan Gomorah, namun gereja Anglikan tetap mengangkat Gene Robinson sebagai Uksup New Hampshire, yang mana beliau merupakan seorang Homoseksual terang-terangan. Ini adalah bukti kekacauan yang dihasilkan pihak Gereja. Ada legitimasi untuk melakukan kejahatan oleh Agama.
Dignity, sebuah komunitas gay katolik Internasional. Telah mempunyai 22 cabang yang tersebar di seluruh dunia, dan telah memiliki anggota sebanyak 5.000, serta rajin mene…

Hikmah Yang Tertabur Lalu Dihimpun

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
“Barangsiapa diberi hikmah, maka seakan ia diberi kebaikan tiada terkira” (Firman Allah Swt)
Terlepas dari ragam pendapat yang dikeluarkan oleh para ahli tafsir terkait interpretasi dari ayat ini, saya mengartikan bahwa hikmah adalah pelajaran yang bermanfaat. Jernihnya penglihatan, awasnya pendengaran, tajamnya penciuman, dan bentuk kemumpunian indera kita yang lainnya dalam menangkap hikmah yang ditaburkan oleh Tuhan merupakan sebuah karunia yang luar biasa.
Bukan dengan hampa makna dan miskin pelajaran Allah Swt membentangkan semesta dan menaruh di dalamnya kehidupan. Setiap yang bergerak dan segala yang terhempas semua telah tersurat di dalam perbendaharaan kitab-Nya lengkap dengan hikmah yang dikandungnya. Allah menghendaki sesuatu peristiwa lengkap dengan kehebatan subtantif yang dilahirkannya. Allah Swt merupakan Tuhan yang amat pengasih dengan hamba-Nya, curahan rahmat-Nya yang begitu meruah ditumpahkan kepada makhluk-Nya, yang dikehendaki berhak …

Nasihat Mas Mughaffar & Bang Salim Ghazali

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته 
Menghafal al-Qur’an adalah tugas mulia yang bisa dilakukan oleh seorang muslim, hanya segelintir dari padang luas jumlah manusia yang mampu melakukannya, dalam berbagai teks keagamaan juga diterangkan tentang keunggulan penggelut kajian ini. Sederhananya, menghafal adalah perbuatan terpuji dan insya Allah diridho’i.
Dan alhamdulillah  saya termasuk orang yang menekuni bidang ini. Allah menakdirkan saya untuk melanjutkan jenjang pendidikan tinggi di sebuah institusi yang memprioritaskan kajian menghafal al-Qur’an, bahkan mewajibkannya, yakni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta.
Senada dengan kemuliaan yang bisa digapai, meraihnya bukanlah perkara mudah, namun bukan berarti sarat akan kesulitan. Dinamika yang ditemukan di dalamnya amat beragam, ada senang dan sedih, ada suka dan duka, sebagaimana umumnya perjuangan, menikmati proses merupakan hal yang wajib untuk dicicipi demi menemukan manisnya keberhasilan. Dan selalu benar sebuah u…

Google + Follower's