Kultum Nuzulul Qur’an

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته 


Hadirin yang dirahmati oleh Allah Azza Wa Jalla..

Islam datang ke muka bumi ini sebagai pelita yang menerangi kegelapan. Terekam dengan jelas dalam sejarah, bahwa dahulu, saat Rasulullah Saw diutus, dunia tengah dibalut oleh kegelapan yang amat pekat. Wujud kebenaran tersamarkan oleh topeng-topeng kebatilan.

Paganisme telah menjadi adat kebiasaan. Berjudi dan mabuk-mabukan kerap menemani keseharian. Yang kuat menindas yang lemah. Yang kaya mencerca yang miskin. Anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup. Dan lain sebagainya. Dengan kebiadabaan sikap yang mereka miliki, ditambah letak geografis tempat tinggal mereka yang berada di gurun pasir, telak menjadikan mereka layaknya sebuah komunitas kecil masyarakat manusia yang tak dikenal oleh sejarah. Bahkan,dua imperium besar saat itu, Romawi dan Persia, tak sedikitpun melirik untuk melakukan ekspansi kerajaan ke tanah Arab yang gersang nan memilukan itu.

Di saat-saat yang amat genting itu. Ketika mentari kebenaran tidak lagi terbit, tersapu oleh badai hitam yang mengaburkan pandangan. Dunia seakan terkungkung oleh atmosfer kegelapan yang dikirim oleh alien-alien jahat. Maka datanglah sosok pahlawan yang begitu gencar menggaungkan kebenaran. Risalah yang didekap erat di pelukannya kelak akan membawa manusia di sekelilingnya menuju sebuah peradaban yang gemilang. Hak Asasi Manusia adalah salah satu prioritas yang ada dalam ajarannya. Menebarkan ramat bagi semesta alam serta menggiring manusia menuju kehidupan ideal nan harmonis.

Ketahuilah wahai Jama’ah shalat tarawih sekalian, bahwa risalah yang dibawanya itu adalah al-Qur’an. Nabi Muhammad Saw datang dengan membawa al-Qur’an sebagai gumpalan cahaya yang akan menyibak kegelapan.

Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an :

Bulan puasa adalah bulan diturunkannya al-Qur’an. Sebagai petunjuk buat umat manusia dan sebagai pembeda (antara yang haq dan batil). (QS: 2:185)

Hadirin yang berbahagia...

Dari ayat yang dikutip di atas tampaklah kepada kita beberapa kesimpulan.

1.      Bahwasanya Ramadhan adalah bulan yang mulia karena di dalamnya diturunkan al-Qur’an yang mulia. Yang menjadi pelengkap di antara kitab-kitab

Al-Qur’an diturunkan dari Lauhil Mahfudz ke langit dunia pada bulan Ramadhan dalam jumlah yang 1 secara serentak. Sedangkan penurunan dari Langit dunia kepada Nabi Muhammad itu berangsur selama 23 tahun. Al-Qur’an turun mengikuti peristiwa yang terjadi dalam masa dakwah Nabi menyebar Islam, juga sebagai pelipur duka Nabi saat menebarkan ajarannya yang begitu sarat aral melintang.

2.      Al-Qur’an diturunkan sebagai petunujuk buat manusia secara kesleuruhan. Bukan hanya untuk umat islam, melainkan merata sebagai pedoman kehidupan bagi makhluk semesta alam.

Maka orang kristen, Budha, Konghucu, Sith, Yahudi, dan banyaka agama selainnya juga berpotensi untuk mengambil hidayah dari al-Qur’an. Al-Qur’an dengan keuniversalannya tak ada tendensi yang dikandung melainkan hanya untuk kebaikan umat manusia secara keseluruhan.

Saat ini tengah beredar kabar bahwa di Amerika maupun Eropa Islam tengah merebak bagai bunga merekah. Islam sedang berkembang pesat di dua benua yang sama-sama kita kenal bahwa Islam Phobia begitu kental di kalangan mereka. Hal ini setidaknya, menurut Koran Republika, disebabkan lantaran 3 hal ; 1. Masyarakat barat adalah tipe pemikir yang tak bisa diasupi berita-berita yang penuh dengan kebohongan. 

Stigma yang beredar yang mengatakan bahwa Islam adalah agama teroris mereka kaji dan akhirnya mereka menemukan kejelasan bahwa sebenarnya Islam adalah agama yang penuh cinta damai, tak ada kekerasan dan sikap radikal yang diajarkan di dalamnya, hal tersebut melainkan karena ulan minoritas umat islam yang tengah menjadi parasit saja. 2. Invasi militer barat ke daerah muslim membuat mereka insyaf bahwa umat Islam adalah umat yang ramah dan cinta kepada sesama manusia, bahkan kepada non muslim sekalipun, umat islam tidak seperti apa yang mereka dengar dari tetua mereka di negeri asal, terlalu banyak fitnah yang tak sejalan dengan fakta. 3. Faktor pernikahan lelaki muslim dengan wanita non muslim juga turut mempengaruhi. Lelaki sang kepala keluarga diharapkan agar menjadi mesin untuk memproduksi keturunan beragama Islam. Dan diharamkan jika terjadi hal kebalikan, wanita muslimah menikah dengan lelaki non muslim.

3.      Al-Qur’an juga hadir sebagai pemisah antara yang benar dan yang salah. Muncul di sisi manusia sebagai pembeda antara yang hitam dan putih antara yang keruh dan jernih.

Jika dahulu susah dibedakan antara yang putih dan hitam, antara yang keruh dan yang jernih, antara siang dan malam, maka saat al-Qur’an diturunkan semua menjadi jelas, garis pemisah semakin menegas satu sama lain. Mentari yang datang telah menyibak kesamaran yang menyelimuti.

 Maka sudah sepatutnya kita, di malam diturunkannya al-Qur’an ini, kira2 yang menurut sebagian ulana jatuh  pada tanggal 17 Ramadhan, dan untuk seterusnya agar senantiasa untuk merenungi dan menggali dalam-dalam pesan dan hikmah yang dikandung di dalam al-Qur’an. Untuk kemudian kita eksploitasi menjadi praktik amal keseharian kita.

Warung Berkah, 04 Juli 2015. 11:18

 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's