Sekilas Tentang Novel "Ayah" Karya Andrea Hirata

Judul               : Ayah
Penulis             : Andrea Hirata
Penerbit           : Bentang
Tahun              : 2015 (Mei)
Tempat            : Yogyakarta
Cetakan           : III
Tebal               : xx+412 hal
Peresensi         : Ja’far Tamam
_____________________________________________________________________

Novel ini saya beli pada hari Selasa 14 Juli 2015 malam hari di Gramedia Bintaro Plaza dengan harga 74.000, uang adalah THR Lebaran 1426 H dari ibu terkasih Nuryamah, buku langsung saya lahap dan bisa terselesaikan pada Kamis 16 Juli 2015 jam 11:21 pagi menjelang siang. 2 hari saya mengunyah nya.

Novel Ayah mengisahkan tentang seorang Sabari, ayah luar biasa, dengan seorang Zorro, anak yang cerdas dan gemar membahagiakan ayahnya. Dan kisah tentang seorang Marlena, ibu dari Zorro dan cinta sebelah tangan Sabari. Semua dikemas dengan gaya yang tidak membosankan dan dihiasi bahsa yang lugas dan berwibawa!
_____________________________________________________________________

Sabari adalah seorang anak Belitong yang lahir dalam buaian seorang ayah bernama Insyafi. Sabari bin Insyafi. Rajin berpuisi dan sering menumpahkan suka dan duka dalam hidupnya ke dalam untaian puisi. Ia tamatan SMA, kemudian bekerja sebagai kuli serabutan yang memiliki integritas tinggi dalam bekerja. Semenjak SMP sudah mencintai seorang gadis bernama Marlena, gadis jelita yang satu atap sekolah dengannya. Sabari jatuh cinta kepada Marlena. Cinta pertama dan terakhir dalam hidupnya yang begitu besar dan membuncah sepanjang hidupnya. Meski nyatanya bagai bertepuk sebelah tangan, namun kebahagiaan terbesar yang dirasakan oleh Sabari bukan lewat realita bahwa ia harus memiliki Marlena dan menjadi pendamping hidupnya. Melihat Marlena bahagia saja, meski ia tengah asik bermain cinta dengan orang lain itu telah mampu membuat dirinya berlinang madu kehidupan. Bahagia tak keruan. Dan, untuk Marlena, ia sanggup menggapai apa yang dianggap takkan tercapai.  

Sabari pada akhirnya mampu menikah dengn Marlena, itupun lantaran terjadi satu peristiwa yang tak terduga yang dialami oleh Marlena. Akibat kebrutalan Marlena dalam bergaul itulah, Sabari merelakan diri untuk menjadi tumbal. Merawat Marlena yang hamil hingga melahirkan seorang anak cerdas. Anak yang kelak mampu mengisi kehidupan Sabari dengan canda tawa, menjadi pengganti Marlena yang pergi meninggalkan Sabari. Anak itu bernama Zorro.

Zorro adalah anak hasil perselingkuhan Marlena dengan seorang lelaki tak bertanggung jawab. Namun demikian, ia harus bersyukur karena pada akhirnya seorang yang trengginas dalam mengurus serta mampu memperjuangkan kebahagiannya hadir sebagai ayah yang istimewa. Zorro adalah anak Marlena dengan ayah Sabari. Semenjak kecil Zorro diasuh dengan siaga tinggi, diberinya perhatian laksana belahan hati yang tiada duanya. Pergi kesini berdua, berjalan ke sana berdua. Tak terpisahkan walau sesaat.

Hingga pada saat ibunya, Marlena, dengan tega merebutnya di suatu malam, saat Zorro dan Sabari tengah menenun kebahagiaan di suatu pasar malam. Dengan dikawani beberapa orang berperawakan besar, anak itu dihempas dari pelukan Sabari menuju dunia antah berantah. Sabari tak berkutik, ia terharu dan termangu, trenyuh dan pilu, Duka berbalut sembilu menohok dadanya.

Semenjak itu Sabari bagai seorang kehilangan harta yang amat berharga. Badannya tak terurus, wajahnya tirus, berjalan lunglai, sambil berkali-kali menyebut nama Marlena dan Zorro, dimanakah Engkau Berada...?! Sabari tercabik luka. Sabari disambar duka.

Usut punya usut, ternyata Marlena membawa Zorro untuk hidup bersamanya dengan lelaki lain. Manikam namanya, seorang berpendidikan tinggi (Drs. Adalah pendidikan tertinggi yang bisa diraih saat itu). Namun tak lama setelah itu keduanya cerai. Dan Marlena menikah lagi dengan Jonprijale, seorang musisi dari group band ternama di Medan.

Tak lama setelah itu, saat Marlena berhasil melabrak Jonprijale bercumbu dengan wanita lain di sebuah toko obat, maka Marlena mengajukan tutup buku ke meja hijau. Jonprijale amat terkejut dan bagai orang gila setelah itu. Namun untung, setelah setahun ia menggila datang Tamat dan Ukun, sahabat Sabari yang saat itu tengah melakukan ekspedisi mencari Zorro, yang memberinya semangat untuk kembali menjalani kehidupan sebagaimana biasa. Jonprijale sembuh, namun ia tak lagi bersama Marlena.

Kemudian mereka berdua terlunta-lunta di tanah Medan. Dua orang ibu-anak yang mengais kebahagiaan hidup di tengah hiruk pikuk kota, mencari tempat berteduh. Namun akhirnya ada seorang bernama Amirza yang bersedia menjadi ayah angkatnya. Pada akhir kisah, Zorro akhirnya mampu kembali menghambur ke pelukan ayah, Sabari, setelah 8 tahun lamanya berpisah!

Marlena, seorang gadis jelita yang dicintai oleh Sabari, pria buruk rupa namun berhati mulia, dengan cinta yang menggelora! Namun, rupanya Marlena tak mau lihat apa yang dibalik dadanya, ia cenderung menyaksikan tampilan Sabari yang kurang menguntungkan itu. Sejak duduk di SMA, Sabari melayangkan surat kepada Marlena, namun tak pernah terbalaskan. Sabari melempar lembing kerinduannya kepada Marlena, namun lembing itu kembali semburat ke arahnya tanpa mengenai sasaran. Benar-benar cinta bertepuk sebelah tangan.

Menikah dengan Sabari adalah hal terpahit yang dia jajaki. Itupun karena keadaan yang amat genting tak terperikan. Akhirnya, ayah Marlena menikahkan Marlena dengan Sabari. Dalam kisah dituturkan bahwa, Sabari hanya bertemu dengan Marlena sebanyak 4 kali. Kemudian Marlena minggat dari rumahnya, setelah terjadi perang keluarga dengan ayahnya yang begitu dahsyat tak terkira. Ia pergi ke Aceh, Medan, Bagangsiapiapi, dan daerah lain yang tak bisa kusebut semua. Pindah dari lelaki ini ke lelaki itu. Menikah, hidup bersama, merasa tak cocok, lalu berpisah. Menikah, hidup bersama, lelah bertengkar, kemudian cerai. Menikah, hidup bersama, ada yang tak setia, lalu tutup buku. Hingga pada akhirnya ia menikah dengan Amirza, dan bertahan hingga menutup napas di akhir 2014. Ia kemudian minta untuk dikuburkan di samping Sabari yang telah dahulu berkalang tanah pada pertengahan 2013.

Di makam Sabari dituliskan sebuah bait puisi yang amat menarik, Biarkan Aku mati dalam keharuman cntamu, atas prakarsa Amiru-lah ia memasukkan penggal puisi milik Sabari dlam bingkai nisannya. Juga makam Marlena, yang dibangun di samping pusara Sabari terpagut nama Marlena, dengan kalimat “Purnama Dua Belas” bersemayam di bawah namanya.

Ketika sang penutur kisah, Andrea Hirata,ditanya, apakah makam itu memang benar adanya? Andrea mengatakan bahwa ia memang pernah melihat dua nisan tersebut dengan mata kepala sendiri. Ia nyata, lengkap dengan riwayat kehidupan yang begitu mempesona, yang membuat sang Hirata mengatakan, “Kisah Cinta Sabari dan Marlena, kisah cinta paling hebat yang pernah kuketahui seumur hidupku.”

Buku ini buku yang indah mempesona. Masih banyak kisah lain yang menarik yang disajkan di dalamnya. Ada Tamat, Ukun, Toharun, sahabat-sahabat Sabari yang setia menemani Sabari berjibaku menjalankan kehidupan: gembira, getir, ceria, hambar, manis, pahit, surga, neraka, dan berbagai macam kombinasi rasa lainnya. Beragam kekonyolan kerap mewarnai kehidupan. Ada tukang juru antar surat pengadilan agama, yang mengajari Sabari teori gratifikasi punya Isaac Newton (meski yang benar adalah Gravitasi. Pelesetan). Ada Zuraida, sahabat pena Marlena yang juga menjadi penyambung rasa Sabari dengan Marlena, saat masa-masa sekolah dulu. Ada Izmi, laki-laki Belitong yang ingin menjadi Dokter Hewan. Izmi diam-diam menjadikan Sabari sebagai panutan hidupnya. Kegigihan Sabari dalam mendapatkan Marlena, serta perjuangan dan pengorbanan yang besar yang dilakukannya itu membuat Izmi semangat kembali berkutat dengan pelajaran setelah sebelumnya obor ghirah dalam jiwanya sempat memendar dan hampir redup sempurna.

Buku yang bijak, isnpiratif, dan wajib dimiliki oleh semua kalangan. Penulis novel Laskar pelangi yang sudah diterjemahkan ke dalam 36 bahasa ini begitu ringan dan nikmat untuk diarungi. Banyak pesan moral dan hikmah bertaburan yang dijajakan di dalamnya. Uang jajan anda yang anda sisihkan untuk merengkuh buku ini dari dekapan rak toko buku Gramedia tidaklah sebanding dengan kumpulan kata yang menjuntai indah di dalamnya, ribuah inspirasi tertuang mengalir bersama der nafas per aksaranya. Perasaan anda akan bergolak lewat kisah Marlena dan Sabari yang eksotis ini!

Selamat menikmati.

Warung Berkah, Kamis 16 Juli 2015, 12:58

Komentar

Google + Follower's